Istri Pengganti Untuk Tuan Muda Zico

Istri Pengganti Untuk Tuan Muda Zico
Bab 20


__ADS_3

Keesokan Harinya.


Pukul 19.00


Sudah lebih dari dua puluh empat jam Nirmala tak sadarkan diri karena pengaruh obat bius dan Zico masih setia menemani Nirmala di ruangan itu.


"Eugh..." Suara lenguhan Nirmala terdengar ditelinga Zico yang ketiduran di sofa depan ranjang pasien Nirmala. Cepat-cepat Zico turun bangkit dari sofa dan berjalan menuju ranjang pasien.


"Nirmala..." Lirih Zico.


"Tuan.." balas Nirmala dengan suara yang lemah.


"Sstt.. jangan banyak bicara dulu. Aku panggil dokter dulu." Ucap Zico seraya menekan bel yang tersambung ke meja perawat.


Lima menit kemudian dokter Alma dan dokter Sonny serta tiga orang perawat pun masuk ke dalam kamar rawat Nirmala.


Dokter Alma langsung memeriksa keadaan Nirmala.


Yang pertama dokter Alma periksa adalah perut Nirmala untuk memeriksa bekas jahitan operasi.


"Dok, kandungan saya baik-baik saja kan?" Tanya Nirmala.


Sontak dokter Alma, dokter Sonny dan Zico saling pandang.


Zico menggelengkan kepalanya kecil untuk memberi kode pada dokter Alma agar tidak mengatakan kebenarannya untuk saat ini.


Nirmala mengernyitkan keningnya melihat gelagat aneh dokter Alma, dokter Sonny dan Zico.


Melihat gelagat aneh ketiga orang yang sedang mengelilinginya, Nirmala pun meraba perutnya. Ia bisa merasakan kalau bagian perut bawahnya sangat sakit ditambah lagi perban yang menutupi bagian perut bawahnya yang ia yakini bukan bekas luka tembakan.


"Jangan bilang kalau kandungan ku..." Nirmala menggantung kata-katanya, ia tak sanggup melanjutkan kata-katanya suaranya bergetar hebat.


"Nirmala..." Zico mencoba mencairkan situasi yang mulai menegang.


Nirmala menoleh ke arah Zico dengan tatapan sinis.


"Katakan, apa yang sebenarnya terjadi!! Apa kandungan ku baik-baik saja?!" Tanya Nirmala dengan suara yang sudah mulai meninggi.


"Nona, tenangkan diri Anda. Tekanan darah Anda akan naik kalau Anda seperti ini. Ini sangat tidak baik untuk Anda yang baru di operasi." Ucap dokter Sonny.


Nirmala tidak memperdulikan peringatan dokter Sonny dan malah semakin mengamuk.


"Cepat katakan!! Kandungan ku baik-baik saja kan?! Cepat katakan Zico!!!" Teriak Nirmala seraya menarik baju Zico.


Zico tak bisa lagi menyembunyikan kebenaran dari Nirmala.


"Maafkan aku Nirmala, aku tidak bisa menyelamatkan anak kita." Ucap Zico seraya menangis.


Tubuh Nirmala bergetar hebat mendengar pengakuan Zico, perlahan ia melepas baju Zico yang ia tarik.


"Kenapa? Kenapa Anda tidak menyelamatkan anak Anda, Tuan? Apa segitu-nya Anda membenci anak Anda yang ada dalam kandungan saya? Apa karena anak itu tumbuh di rahim wanita yang tidak kamu cintai makanya kamu tidak mau menyelamatkan anak kita?"


"Bu-bukan begitu Nirmala-"


"Nona, izinkan saya menjelaskannya." Potong dokter Alma.


"Diam!! Keluar kalian semua!! Aku benci kalian!! Kalian pem bunuh!!! Aku benci kalian!! Aku benci kamu Zico!! Keluar kalian semua pem bunuuuuuuh" Teriak Nirmala histeris seraya melempar semua benda yang ada disampingnya.


Melihat Nirmala yang mengamuk, dokter Sonny pun langsung memberi kode pada perawat untuk mengambil obat penenang.


"Nirmala tenang Nirmala.. tenangkan dirimu, jahitan mu belum kering Nirmala." Zico berusaha meraih tangan Nirmala yang sedang melempar-lempar barang-barang yang ada disampingnya.


Melihat Nirmala yang semakin tidak terkontrol, dokter Alma dan dokter Sonny pun membantu meraih tangan Nirmala agar berhenti melempar-lempar barang.


Mendengar keributan dari kamar rawat Nirmala, Paman Dru dan keempat bodyguard yang baru kembali selepas makan malam, langsung berlarian menuju kamar rawat Nirmala.


"Astaga ada apa ini?" Tanya Paman Dru saat melihat Nirmala mengamuk dan sedang berusaha di tenangkan oleh Zico, dokter Alma dan dokter Sonny serta barang-barang yang sudah berserakan di lantai.


"Lepaskan aku!! Jangan sentuh aku dengan tangan kalian!! Kalian pem bunuh!!" Teriak Nirmala masih histeris.

__ADS_1


Tak lama perawat pun datang dengan membawa satu ampul obat penenang.


Perawat itu pun memberikan pada dokter Sonny lalu membuka ampul dan mengisi cairan obat penenang yang ada di dalam ampul ke dalam suntikan.


Melihat dokter Sonny sedang bersiap untuk menyuntikkan obat penenang pada Nirmala, para bodyguard pun turun tangan untuk menahan Nirmala agar dokter Sonny bisa menyuntikkan obat penenang ke dalam selang infus.


Obat penenang pun berhasil dokter Sonny masukkan ke dalam selang infus.


Tak sampai lima menit, obat penenang itu pun bereaksi di dalam tubuh Nirmala.


"A-ku ben-ci ka-mu Zi-co.." suara Nirmala yang tadi menggelegar langsung melemah dan setelah mengatakan itu, Nirmala langsung tak sadarkan diri.


Melihat Nirmala sudah tertidur, semua orang yang ada di kamar rawat Nirmala itu langsung bernafas lega.


Begitu pun Zico.


Ia langsung tersungkur di lantai begitu Nirmala sudah tak sadarkan diri karena obat penenang.


"Tuan Muda.." Paman Dru menyentuh bahu Zico.


"Kami permisi dulu Tuan." Pamit dokter Sonny.


"Terimakasih dok." Balas Paman Dru.


Dokter Sonny, dokter Alma dan dua perawat pun keluar dari dalam kamar rawat Nirmala.


Setelah semua tim medis keluar, barulah Zico mengeluarkan tangis-nya.


Dengan kaki yang dilipat, lengan yang di letakkan diatas lutut, Zico pun membenamkan kepalanya di atas lengannya yang bertumpu di lutut kaki.


"Nirmala membenci ku Paman, dia membenci ku."


"Nona Nirmala tidak membenci Anda, Tuan. Nona Nirmala hanya shock, apalagi Nona Nirmala masih di pengaruhi obat bius, jadi kondisi-nya masih sangat labil. Jadi Tuan Muda jangan berpikir macam-macam dulu." Ucap Paman Dru.


"Sebaiknya sekarang Anda pulang dulu, Tuan. Beristirahatlah di Mansion." Kata Paman Dru.


Zico menggelengkan kepalanya.


"Tapi Tuan, sudah dua hari Anda tidak beristirahat dengan benar, saya takut-"


"Stop Paman!! Kalau Paman mau pulang, pulang saja." Potong Zico.


Zico pun berdiri dari duduknya di lantai.


"Kalian semua juga pulang saja. Besok pagi baru kalian datang lagi." Ucap Zico pada keempat bodyguardnya.


"Kami tidak akan meninggalkan Anda, Tuan." Jawab bodyguard Me, mewakili.


"Ini perintah!! Beristirahatlah di Mansion."


Para bodyguard saling pandang, lalu kompak melihat ke arah Paman Dru.


Paman Dru menganggukkan kepalanya sebagai tanda kalau para bodyguard harus mengikuti apa yang Zico perintahkan.


"Baik Tuan, kalau begitu kami pulang dulu." Pamit bodyguard Me.


Para bodyguard pun keluar dari kamar rawat Nirmala.


"Pulang lah juga Paman bersama mereka." Ucap Zico pada Paman Dru.


"Saya lebih baik di pecat dari pada harus meninggalkan Anda sendirian disini, Tuan Muda." Jawab Paman Dru.


"Karena saya sudah berjanji pada almarhum kedua orangtua Anda, akan selalu berada disisi Anda dalam keadaan apapun." Kata Paman Dru lagi.


Zico menghela nafasnya kasar, "Terserah Paman saja." Kata Zico lalu menarik kursi yang ada di sebelah ranjang pasien. Zico mengambil tangan Nirmala yang tidak di pasang selang infus lalu mengelusnya dengan sangat lembut.


"Maafkan aku Nirmala, aku mohon jangan membenci ku." Ucap Zico seraya kembali menangis.


• • • • •

__ADS_1


Pukul 22.00


"Eugh.." Nirmala melenguh seraya mengerjapkan matanya.


Mendengar Nirmala melenguh, Zico yang sejak tadi tak beranjak dari duduknya di samping ranjang langsung menegakkan punggungnya lalu tersenyum di depan wajah Nirmala. Berharap saat Nirmala membuka matanya lebar, Nirmala tidak marah lagi padanya.


Tapi harapan Zico tinggal lah harapan. Karena begitu mata Nirmala terbuka sempurna Nirmala malah langsung mengalihkan pandangannya dan menghempas tangan Zico yang sedang menggenggam tangannya.


"Keluar!! Aku tidak ingin melihat mu!!" Usir Nirmala.


"Nirmala, tolong dengarkan penjelasan ku dulu. Anak kita-"


"Anak ku!! Itu hanya anak ku seorang!! Anda tidak menginginkan anak itu, makanya Anda menyuruh orang untuk menyekap ku dan sekarang, Anda malah membunuh anak yang tidak berdosa itu." Potong Nirmala sambil terisak pilu.


"Itu tidak benar Nirmala!! Siapa yang mengatakan kalau aku tidak menginginkan anak itu? Aku justru baru mengetahui kamu hamil setelah aku tahu kalau semua bukti yang di berikan Viola adalah palsu. Aku-"


"Diaaaam!!" Teriak Nirmala seraya menoleh ke arah Zico.


"Saya tidak butuh penjelasan apa-apa sekarang!! Seharusnya Anda mencari tahu dulu kebenarannya sebelum memenjarakan saya!! Saya akui, saya menerima tawaran Paman Dru menjadi istri pengganti untuk Anda karena saya tergiur dengan imbalan yang Paman Dru berikan pada saya, yaitu membantu pengobatan Ibu saya dan membiayai sekolah kedua adik saya sampai ke jenjang pendidikan yang mereka mau. Tapi tidak satu pun terbersit di otak saya ingin menguasai harta Anda, Tuan apalagi berkonspirasi dengan Paman Dru seperti yang di tuduhkan istri Anda. Dan satu yang paling menyakitkan hati saya yang keluar dari mulut Anda, saat Anda mengatakan kalau saya adalah gundik Paman Dru. Hati saya sakit sekali. Jelas-jelas Anda yang mengambil kesucian saya, tapi dengan tega-nya Anda mengatakan kalau saya adalah seorang gundik." Lanjut Nirmala.


"Maaf Nirmala, maaf, saya akui saya salah. Waktu itu pikiran saya sangat kacau, kepala saya terasa sangat sakit, banyak sekali bayangan-bayangan yang berputar di kepala saya, hingga membuat saya tidak bisa berpikir jernih. Maafkan saya Nirmala, saya menyesal telah mengatakan itu pada mu. Saya mohon maafkan saya Nirmala."


"Apa dengan saya memaafkan Anda, semua bisa kembali? Bukan hanya tubuh saya yang Anda rusak, Tuan. Tapi hati saya juga sudah Anda rusak!!" Balas Nirmala.


"Sekarang Anda keluar!! Saya tidak mau melihat Anda lagi. Urusan kita sudah selesai. Sejak istri Anda kembali dan sejak Anda memenjarakan saya, saya sudah anggap kalau tugas saya menjadi istri pengganti untuk Anda sudah selesai. Jad saya harap bersikaplah seperti Anda tidak mengenali saya karena itulah yang akan saya lakukan pada Anda!" Kata Nirmala lagi.


"Nirmala..."


"Keluar!!" Potong Nirmala.


"Aku mohon Nirmala-"


"Keluar!!!" Potong Nirmala sekali lagi kali ini dengan nada yang meninggi.


Tapi Zico masih bersikeras tidak mau meninggalkan Nirmala.


"Baiklah kalau Anda tidak mau keluar. Kalau begitu, saya yang keluar." Ancam Nirmala seraya berusaha melepas jarum infus yang menancap di punggung tangannya.


"Oke, oke, saya keluar." Zico mengalah.


"Saya keluar, tapi saya mohon, maafkan saya. Berikan saya kesempatan satu kali lagi untuk menebus kesalahan-kesalahan saya." Mohon Zico.


Nirmala diam dan tetap tidak mau menoleh ke arah Zico.


Zico menghela nafasnya kasar melihat Nirmala yang seperti ini. Sadar kalau Nirmala butuh waktu sendiri, Zico pun tidak memaksa Nirmala untuk memberi maaf padanya sekarang. Zico pun keluar dari kamar rawat Nirmala.


Setelah Zico keluar, tangis Nirmala langsung pecah.


Ia menyesal telah menerima tawaran Paman Dru menjadi istri pengganti untuk Zico tapi yang buat Nirmala lebih menyesal, karena dia memakai hatinya saat menjadi istri pengganti untuk Zico.


• • • • •


Bersambung...


...Jangan lupa LIKE, KOMEN, HADIAH dan VOTE-NYA....


... 💋💋 Sarangbeo 💋💋...


...Pengumuman pemenang GA pulsa....


1. Mrs. Tobelo


2. Apem Basah


3. Mrs. Cancer.


Bagi ketiga akun diatas harap menghubungi saya ke nomor wa : 08971520445


Terimakasih

__ADS_1


🙏🙏🙏


__ADS_2