Istri Pengganti Untuk Tuan Muda Zico

Istri Pengganti Untuk Tuan Muda Zico
Bab 17


__ADS_3

Rumah Sakit.


Sudah satu jam Zico berbaring di ranjang pasien dengan tangan yang di pasang jarum infus.


"Eugh.." Zico melenguh seraya mengerjapkan matanya.


"Tuan Muda.." panggil Paman Dru.


"Dimana ini Paman?" Tanya Zico dengan suara serak dan lemah.


"Di rumah sakit Tuan, tadi Anda pingsan." Jawab Paman Dru.


Zico menghela nafasnya kasar, namun tak lama dia teringat yang membuatnya pingsan.


"Paman, kita harus mencari Nirmala! Nirmala dalam bahaya Paman! Aku tidak akan pernah maafkan diri ku sendiri kalau sampai terjadi apa-apa dengan Nirmala dan anak ku." Ucap Zico seraya berusaha melepaskan selang infusnya.


"Tenang Tuan Muda, Emerald sudah bergerak mencari keberadaan Nona Nirmala." Ucap Paman Dru.


"Tidak Paman, aku tidak bisa tenang!! Aku tidak bisa diam saja saat Nirmala dan anak ku dalam bahaya!!" Balas Zico.


Zico pun berusaha turun dari atas ranjang.


"Tuan Muda..."


"Jangan melarang aku Paman!! Pokoknya aku ingin mencari Nirmala!!" Bentak Zico. Pikirannya sudah sangat kacau saat ini.


"Baik Tuan." Mau tak mau Paman Dru mengikuti kemauan Zico.


Paman Dru pun hendak membantu Zico turun dari ranjang, namun Zico menolak bantuan Paman Dru.


Zico dan Paman Dru pun keluar dari dalam kamar rawat.


Melihat pintu kamar rawat Zico terbuka, keempat bodyguard yang sedang berjaga di depan pintu kamar rawat, langsung berdiri dari duduknya.


"Antar aku ke penjara!" Perintah Zico pada keempat bodyguardnya.


"Baik Tuan."


Dengan langkah panjang Zico, Paman Dru dan keempat bodyguard pun turun ke lobi rumah sakit.


• • • • •


Sel tahanan.


Viola tidak di gabungkan dengan tahanan wanita lain, karena Zico meminta kepada kepala penjara untuk menahan Viola di sel khusus.


Viola yang sudah kelelahan karena sejak tadi berteriak-teriak minta di lepaskan, langsung berdiri dari duduknya dan berjalan mendekati jeruji besi.


"Hei.. lepaskan aku!! Kalian akan menyesal telah memenjarakan aku!!" Teriak Viola.


Tak lama raut wajah Viola berubah kala melihat kedatangan Zico bersama Paman Dru dan dua orang bodyguardnya serta sipir penjara.


"Zico, akhirnya kamu kembali lagi Sayang." Ucap Viola.


"Buka!!" Perintah Zico pada sipir penjara.


Mendengar perintah Zico, Viola semakin tersenyum lebar, ia bagai diatas awan sekarang karena mengira Zico ingin membebaskannya.


Tapi ternyata dugaan Viola salah, karena begitu sel tahanan terbuka, Zico langsung masuk ke dalam sel dan mencengkram leher Viola.


"Dimana kau menyembunyikan Nirmala?!" Tanya Zico dengan rahang yang menggeram.


"Ak... Ak... Ak..." Viola tidak bisa berkata-kata karena Zico mencekik leher-nya.


Melihat itu Zico pun melepaskan cengkraman tangannya dari leher Viola lalu beralih menjambak rambut Viola.


"Aaakh.. Zico lepaskan!! Sakit!!" Teriak Viola kesakitan.


"Katakan dimana kau menyembunyikan Nirmala!!" Teriak Zico. Suaranya menggelegar dan menggema memenuhi lorong sel tahanan khusus itu.


Viola yang tadi berteriak kesakitan langsung membungkam mulutnya rapat-rapat.


"Cepat katakan di mana kau menyembunyikan Nirmala!!" Teriak Zico sekali lagi seraya semakin menarik rambut Viola.


Viola masih bungkam.


"Oh.. kau tidak mau bicara yah?! Apa kau mau, aku jadikan santapan para tahanan pria?" Tanya Zico.


Daripada menjadikan Viola santapan buaya atau macan, akan lebih mengerikan jika menjadikan Viola santapan para tahanan pria.


Viola yang keras kepala tetap membungkam mulutnya namun air mata mengalir dari sudut matanya.

__ADS_1


Mendengar ancaman Zico, jelas saja Viola takut. Di gilir empat bodyguard Zico saja sudah membuat tubuhnya remuk dan sakit pada bagian sensitifnya, apalagi kalau kembali di gilir tahanan pria.


Kriiing...


Tiba-tiba saja ponsel Paman Dru berdering.


Emerald. Itu lah nama yang tertera di layar ponsel Paman Dru.


Cepat-cepat Paman Dru menggeser tombol hijau di layar ponselnya.


"Iya Em.." jawab Paman Dru.


"Paman, posisi Nirmala sudah terlacak. Dia ada di pulau terpencil." Ucap Emerald.


"Benarkah?"


"Ada apa Paman?" Tanya Zico.


"Nona Nirmala ketemu Tuan, dia sedang berada di pondok kecil di pulau terpencil." Jawab Paman Dru.


"Brengsek!!!" Umpat Zico kemudian menatap tajam Viola lalu mencengkram rahang Viola.


"Kalau sampai terjadi apa-apa dengan Nirmala dan anak ku, akan aku pastikan kau menyesal sudah hidup di dunia ini!!!" Geram Zico lalu menghempaskan tubuh Viola hingga Viola tersungkur ke lantai.


Setelah itu Zico pun keluar dari sel Viola.


"Paman, perintahkan orang untuk menyiapkan speedboat!" Kata Zico memberi perintah.


"Kenapa tidak memakai helikopter saja Tuan, agar lebih cepat?!" Tanya Paman Dru.


"Saya masih trauma Paman." Jawab Zico.


"Baiklah Tuan, saya mengerti." Jawab Paman Dru.


Sambil berjalan menelusuri lorong, Paman Dru pun menghubungi orang untuk menyiapkan beberapa speedboat untuk di pakai menuju pulau terpencil itu dan beberapa mobil jeep untuk mengantar mereka ke titik dimana Nirmala.


• • • • •


Kini Zico, Paman Dru, keempat bodyguard Zico dan beberapa tim keamanan ZG Group telah berada di pulau terpencil itu.


Lima mobil jeep yang di perintahkan Paman Dru pun sudah siap mengantar mereka ke tempat Nirmala berada.


Sesampainya di pondok itu, Zico dan orang-orangnya pun langsung turun dari dalam mobil, para bodyguard pun mengeluarkan senjata api mereka untuk berjaga-jaga.


BRAAAK...


Bodyguard Me yang ada di barisan paling depan langsung menendang pintu pondok dengan sekali tendangan.


Begitu pintu terbuka, Zico yang sudah tidak sabaran langsung masuk ke dalam pondok.


"Nirmala!! Nirmala!!" Teriak Zico seraya mengelilingi pondok kecil itu.


Kosong. Sudah tak ada lagi Nirmala disana.


"Cepat kelilingi hutan, cari mereka!!!" Perintah Zico pada bodyguardnya dengan nafas yang memburu karena emosi.


"Paman, hubungi Emerald, suruh dia melacak keberadaan Nirmala dengan benar!!" Perintah Zico pada Paman Dru.


Paman Dru pun mengeluarkan ponselnya dari saku celana-nya tapi ternyata tidak ada jaringan di ponsel-nya.


"Tidak ada jaringan disani, Tuan." Jawab Paman Dru.


"Shiiiiit!!!" Pekik Zico seraya menendang kursi yang ada di dekatnya.


Zico memijat pangkal hidungnya, memikirkan langkah selanjutnya.


"Kita kembali ke kota! Sedangkan yang lainnya tetap mencari Nirmala di sekeliling hutan! Aku yakin mereka belum keluar dari hutan ini karena sepanjang jalan kita tidak berpapasan dengan siapapun." Ucap Zico pada bodyguard Me.


"Baik Tuan." Jawab bodyguard Me.


Bodyguard Me pun keluar lebih dulu dari dalam pondok untuk membagi tim.


Sepuluh orang tim keamanan ZG Group diminta untuk tetap melakukan pencarian di hutan sedangkan Zico, Paman Dru dan keempat bodyguard pribadi Zico kembali ke kota.


• • • • •


Sesampainya di kota, rombongan Zico pun langsung menuju ke markas Emerald.


Sebelum-nya saat rombongan Zico masih berada di pelabuhan pulau terpencil, dimana di pelabuhan itu baru ada sinyal, Paman Dru langsung menghubungi Emerald untuk melacak ulang keberadaan Nirmala.


Kini rombongan Zico sudah sampai di markas Emerald.

__ADS_1


Belum juga mobil berhenti sempurna, Zico sudah turun dari dalam mobil dan berjalan dengan langkah panjangnya menuju markas Emerald.


BRAAAK..


Tanpa mengetuk atau sekedar mengucapkan salam, Zico membuka pintu rumah tua yang menjadi markas Emerald.


Emerald yang sedang sibuk di depan layar komputernya untuk melacak keberadaan Nirmala, tidak perlu beranjak dari tempatnya karena tahu siapa yang datang.


"Bagaimana, apa kau sudah menemukan keberadaan Nirmala?" Tanya Zico.


"Belum Tuan. Mereka menggandakan keberadaan Nirmala. Dan itu yang membuat saya harus teliti dalam menentukan keberadaan Nona Nirmala yang asli." Jawab Emerald.


"Bagaimana mungkin keberadaan Nirmala bisa di gandakan?"


"Maaf Tuan, saya mendapat keberadaan Nona Nirmala dari data yang ada di komputer Sam yang berhasil saya retas. Namun sepertinya masih ada orang lagi di balik ini semua, dan pastinya orang itu juga seorang hacker yang ada di pihak Sam." Jawab Emerald.


"Tuan lihat titik merah ini, ini adalah titik keberadaan Nirmala. Dan banyak sekali titik-titik merah di berbagai tempat." Kata Emerald lagi seraya menunjukkan titik-titik merah yang ada di komputernya.


Zico menghela nafasnya kasar sambil mengusap wajahnya.


"Nirmala, aku mohon bertahan lah sebentar lagi. Aku pasti akan menemukan mu. Akan ku patahkan tangan dan kaki orang-orang yang sudah menyandera mu!!" Kata Zico menggeram.


• • • • •


Pulau terpencil.


Masih berada di pulau terpencil, ternyata Nirmala sudah di pindahkan di sebuah penjara bawah tanah, yang pernah di jadikan penjara saat jaman perang dulu.


Kini Nirmala bukan hanya bersama dengan dua orang suruhan Sam, namun Sam dan dua orang anggota-nya yang lain juga sudah berada di tempat itu.


Saat Sam berhasil kabur, Sam langsung pergi ke pulau terpencil itu. Sekali lagi, Sam dan anak buahnya selangkah lebih maju dari Zico dan anak buahnya karena Zico harus di larikan ke rumah sakit terlebih dahulu lalu pergi ke penjara untuk meminta Viola membuka mulutnya.


Setelah sampai di pondok pengasingan itu, Sam pun langsung memindahkan Nirmala ke penjara bawah tanah itu karena tidak mungkin untuk saat ini mereka keluar dari pulau terpencil.


"Tolong, keluarkan aku dari sini!! Aku janji aku akan pergi dari negara ini tanpa jejak. Aku mohon keluarkan aku dari sini." Mohon Nirmala dari dalam sel.


Suaranya sudah sangat lemah, asupan oksigen yang sangat kurang karena saat ini mereka sedang berada di bawah tanah, membuat dada Nirmala terasa sangat sesak. Jangankan berteriak, untuk mengucapkan satu kalimat saja, nafasnya sudah tersengal-sengal seperti baru mengelilingi lapangan bola lima putaran.


"Bisa diam tidak!! Berisik sekali!!" Bentak Sam.


"Apa yang harus kita lakukan sekarang? Mau sampai kapan kita bersembunyi disini Sam?" Tanya salah satu anak buah Sam.


"Aku juga tidak tahu, kalau orang-orang si bodoh itu pergi dari sini baru kita bisa keluar dari sini." Jawab Sam.


"Kalau mereka tidak pergi-pergi bagaimana? Kita mati konyol disini, Sam!!" Balas anak buah Sam yang lain.


"Tidak akan, aku yakin sekarang Bido sudah mengecoh keberadaan perempuan itu. Jadi pasti sebentar lagi si bodoh Zico itu akan memerintah orang-orangnya untuk pergi dari sini." Balas Sam.


"Aku mohon, tolong lepaskan aku." Mohon Nirmala, suaranya semakin lemah.


Sam melirik Nirmala yang sudah terkapar tak berdaya di lantai, sepertinya Nirmala sudah dehidarasi karena kekurangan oksigen dan kekurangan cairan.


"Apa kalian membawa air mineral?" Tanya Sam.


"Ada. Tunggu sebentar." Jawab salah satu anak buah Sam lalu mengambil satu botol air mineral dari dalam tas-nya lalu menyerahkan botol air mineral itu pada Sam.


Dengan sebotol air mineral ditangannya, Sam pun berjalan menghampiri Nirmala.


Sesampainya di depan Nirmala, Sam pun berjongkok di hadapan Nirmala lalu menyodorkan botol air mineral ke hadapan Nirmala.


"Ini minum! Belum waktunya kau mati! Aku masih membutuhkan mu untuk memeras si bodoh Zico!!" Ucap Sam.


"Aku hanya ingin keluar dari sini. Tolong lepaskan aku." Jawab Nirmala.


"Jangan mimpi!! Sudah cepat minum!! Jangan merengek seperti anak kecil!!" Balas Sam lalu membuka tutup botol air mineral itu dan memaksa Nirmala untuk menengak air mineral itu.


Ingin melawan pun Nirmala sudah tidak berdaya, karena tubuh-nya sudah sangat lemas sekarang.


Setelah air mineral itu habis, Sam pun meninggalkan Nirmala yang sedang terisak.


"Ibu.. aku ingin pulang. Kalau tahu akan seperti ini, aku menyesal menerima tawaran Paman Dru menjadi istri pengganti untuk Tuan Muda Zico. Tolong aku Ibu.." lirih Nirmala.


Meski dulu hidupnya sulit tapi dirinya tidak pernah mengalami hal semengerikan ini.


• • • • •


Bersambung...


...Jangan lupa LIKE, KOMEN, HADIAH dan VOTE-NYA....


...💋💋 Sarangbeo 💋💋...

__ADS_1


__ADS_2