
"Apa maksud mu bicara begitu?! Keponakan mu yang mana yang sedang menjalin hubungan dengan ku!!" tanya Bibi Below yang juga mulai emosi, ia tak terima dengan tuduhan Paman Dru.
"Emerald!!" jawab Paman Dru.
Mata Bibi Below membulat, mulutnya juga menganga mendengar tuduhan Paman Dru.
"Apa kau sudah gila menuduhku menjalin hubungan dengan Emerald!!" geram Bibi Below.
"Bukan aku yang gila, tapi kau yang gila karena memacari keponakan ku yang lebih cocok menjadi anak mu!!" balas Paman Dru.
Bibi Below tak sanggup lagi berkata-kata. Ia hanya menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Sudah lah aku malas bicara dengan mu! BIsa gila betulan aku kalau terus berdebat dengan mu!!" Ucap Bibi Below seraya memutar tubuhnya.
Namun saat Bibi Below hendak melangkah, Paman Dru langsung menarik tangan Bibi Below.
"Jawab dulu pertanyaan ku Bee. Apa benar kamu menjalin hubungan dengan Emerald?!" tanya Paman Dru.
"Apa urusannya dengan mu?
Itu hak ku mau menjalin hubungan dengan siapa pun!" balas Bibi Below.
"Jadi benar kamu memiliki hubungan dengan Emerald?" tanya Paman DRu lagi dengan raut wajah sedih.
"Apa tidak ada laki-laki lain Bee? Kenapa harus Emerald? Apa sekarang tipe laki-laki mu yang lebih muda dari mu? Apa yang tua seperti aku ini sudah tidak masuk dalam tipe mu?" Tanya Paman Dru lagi.
Bibi Below menghela nafasnya kasar.
"Seandainya melupakan mu adalah hal yang mudah, mungkin aku tidak akan lama menjanda seperti ini, mungkin aku sudah menikah untuk yang kedua kalinya, baik dengan laki-laki muda seperti yang kamu tuduhkan pada ku atau dengan laki-laki tua seperti dirimu. Sayangnya sudah lebih dari dua puluh tahun aku menjanda, aku masih tetap tidak bisa melupakan mu." Akhirnya Bibi Below mengungkapkan isi hatinya yang terdalam.
Bibi Below dan Paman Dru pernah menjalin hubungan saat mereka masih sangat muda, saat itu usia Bibi Below masih tujuh belas tahun dan Paman Dru masih berusia dua puluh dua tahun.
Cinta mereka bersemi di ZG Mansion, saat itu status Paman DRu masih belum menjadfi asisten Tuan Zio Grey, ayah Zico Grey. Ia masih menjadi asisten dari asisten Tuan Zio, dan Bibi Below yang baru tamat sekolah menengah ke atas belum menjadi kepa pelayan ZG Mansion, status Bibi Below saat itu hanya pelayan bagian dapur kotor saja.
Mereka pun menjalin cinta selama kurang lebih dua tahun, saat umur Bibi Below menginjak usia dua puluh satu tahun, orangtua Bibi Below meminta Bibi Below untuk segera menikah karena kondisi kesehatan Ayah BIbi Below yang menurun.
Bibi Below pun membicarakan hal itu degan Paman Dru, tapi sayangnya Paman Dru menolak menikahi Bibi Below karena selain dirinya masih sangat muda, secara finansial pun Paman Dru juga belum siap menafkahi Bibi Below karena jabatannya hanya masih asistennya asisten yang gajinya tidak seberapa, apalagi dulu kekayaan Tuan Grey belum seperti sekarang.
Merasa Paman Dru hanya ingin main-main dengannya, Bibi Below pun memutuskan hubungan mereka dan menikah dengan laki-laki yang sudah berkali-kali melamarnya, Grass Green. Dimana jarak umur Grass dan Bibi Below terpaut sepuluh tahun.
Bibi Below pun menikah dengan Grass Green, tapi sayangnya usia pernikahan Bibi Below dengan Grass sangat singkat hanya sekitar lima tahun, karena Grass meninggal dalam sebuah kecelakaan. Dari hasil pernikahannya dengan Grass, Bibi Below memiliki anak perempuan Sea Green yang sekarang berusia dua puluh tujuh tahun, yang sekarang bekerja disalah satu anak perusahaan ZG Group di negara L.
Setelah suaminya meninggal, Bibi Below yang sempat keluar dari ZG Mansion karena harus mengurus Sea, akhirnya kembali lagi ke ZG Mansion. Tapi hubungannya dengan Paman Dru tidak bisa kembali lagi karena Bibi Below masih sakit hati dengan penolakan Paman Dru saat dirinya meminta Paman Dru untuk menikahinya.
Kembali ke Paman Dru dan Bibi Below.
Mendengar pengakuan Bibi Below, Paman Dru menganga kaget.
"Be-be-benarkah itu Bee?!" tanya Paman Dru tak percaya dengan apa yang baru saja dia dengar.
"Sudah lah Dru, kita tidak perlu lagi membahas masa lalu, kita sudah sama-sama tua. Aku mengatakan ini pada mu, agar kamu tidak lagi berpikir yang tidak-tidak tentang ku. Intinya aku dan Emerald tidak punya hubungan apa-apa!" ucap Bibi Below.
__ADS_1
Bibi Below pun memutar tubuhnya dan hendak meninggalkan Paman Dru. Namun lagi dan lagi, Paman Dru langsung menarik tangan Bibi Below lalu menahan tengkuk Bibi Below dan mendaratkan bibir nya ke bibir Bibi Below.
Mata Bibi Below membulat lebar saat Paman Dru mendaratkan bibirnya ke bibir Bibi Below. Untuk sepersekian detik Bibi Below hilang kesadaran, namun saat merasakan Paman Dru mulai melu mat bibirnya, kesadaran Bibi Below pun kembali, Bibi Below pun spontan mendorong tubuh Paman Dru sampai tautan bibir mereka terlepas.
"Apa yang kau lakukan Dru!! Apa kau gila, ini tempat umum!! Bisa saja ada yang melihat aksi mu barusan!!" Bentak Bibi Below.
"Maafkan aku Bee, aku tidak bisa lagi menahannya." Balas Paman Dru.
"Aku juga masih sangat mencintai mu Bee, dan karena itulah sampai sekarang aku belum juga menikah. Aku sungguh sangat menyesal sudah menolak menikahi mu waktu itu, itu adalah penyesalan ku yang terdalam." Kata Paman Dru lagi.
"Ciiih!! Kalau kamu memang menyesal, kenapa kamu tidak datang saat janji suci antara aku dan Grass terucap?" tanya Bibi Below.
"Maaf, aku memang pecundang, aku tidak punya keberanian untuk itu. Bahkan setelah kamu menjanda pun aku juga tidak punya keberanian untuk meminta mu kembali pada ku. Bahkan tadi pagi pun saat aku ingin mengutarakan isi hati aku, aku juga belum punya keberanian untuk mengatakannya, aku juga tidak tahu kenapa sekarang aku punya keberanian untuk mengatakan ini pada mu." jawab Paman Dru.
"Lalu apa gunanya kamu mengatakan ini semua padaku? Semua sudah terlambat, kita sudah sama-sama tua sekarang, kata-kata menualah bersama ku sudah tidak berlaku lagi!" balas Bibi Below.
"Kalau kata-kata menualah bersama ku sudah tidak berlaku lagi, bagaimana dengan kata-kata, marilah hidup bersama sampai ajal menjemput kita?" tanya Paman Dru.
Bibi Below terdiam, ingin menangis karena terharu tapi kata-kata Paman Dru sangat lucu baginya, tapi ingin tertawa pun tidak bisa karena wajah Paman Dru saat mengatakan itu sangat serius dan sorot matanya memancarkan ketulusan hingga membuat hatinya berdesir.
"Apa maksud mu dengan hidup bersama sampai ajal menjemput? Apa kamu mau kita kumpul kebo sampai aku mati?!"
"Bu-bukan begitu maksudnya, ma-ma-maksud ku ki-ki-kita terikat dalam sebuah pe-pe-prrnikahan." jawab Paman Dru.
Bibi Below menggelembungkan pipinya menahan tawa karena mendengar Paman Dru tergagap. Seorang Paman Dru yang biasa berbicara dengan lantang, kini tergagap di hadapannya.
"Kalau begitu bicara lah yang benar." ucap Bibi Below, rasanya belum afdol kalau Paman DRu tidak melamarnya dengan benar dengan suara yang lantang.
"Ayo lamar aku dengan benar kalau memang kamu mau hidup bersamaku sampai ajal menjemput!" kata Bibi Below lagi.
Paman Dru menarik nafasnya dalam-dalam lalu membuangnya perlahan, ia mencoba mengontrol rasa gugupnya sekaligus merangkai kata-kata untuk melamar Bibi Below.
Setelah beberapa menit akhirnya Paman Dru berhasil mengontrol rasa gugupnya dan berhasil merangkai kata untuk melamar Bibi Below.
"Bee..."
"Hemh.."
"Mau kah kamu menikah dengan ku, hidup bersama ku sampai ajal menjemput kita?" tanya Paman Dru.
Bibi Below menghela nafasnya panjang, lama menunggu, yang di katakan Paman Dru tidak sesuai dengan ekspektasi Bibi Below. Tapi Bibi Below hargai usaha Paman Dru karena saat mengatakan itu suara Paman Dru sama sekali tidak terbata-bata dan tidak false.
"Baiklah, akan aku pikirkan." jawab Bibi Below.
Mata Paman DRu membulat karena BIbi Below tidak langsung menjawab "IYA".
"Kalau begitu aku kembali bekerja dulu." pamit Bibi Below.
Belum juga Bibi Below berbalik, Paman Dru langsung menarik tangan Bibi Below lalu memeluk tubuh Bibi Below.
"Lepas Dru, nanti ada yang melihat kita." ucap Bibi Below seraya meronta.
__ADS_1
"Aku tidak peduli!!" jawab Paman Dru.
"Bee, aku mohon beri aku jawaban sekarang. Aku tidak tenang kalau kamu belum memberiku jawaban sekarang." kata Paman Dru lagi.
"Kalau begitu lepaskan aku dulu aru aku akan memberi mu jawaban."
"Tidak mau, kamu pasti kabur kalau aku melepas mu!" tolak Paman Dru.
"Tidak. Percayalah aku tidak akan kabur!! Bagaimana aku mau menjawab kalau kamu memeluk ku sangat erat seperti ini, aku tidak bisa bernafas Dru!!" balas Bibi Below.
Paman Dru meregangkan pelukannya, hanya meregangkan, bukan melepaskan.
"Sekarang berikan lah aku jawaban." paksa Paman Dru.
"Mmmm.. maaf Dru ak-"
"Sst!! Aku tidak menerima penolakan!!" potong Paman Dru karena takut Bibi Below menolaknya apalagi Bibi Below sudah mengatakan kata maaf terlebih dulu.
"Hish!! Pemaksa!!"
"Jadi apa jawaban mu?" tanya Paman Dru.
"Memangnya aku bisa menjawab apalagi kalau kamu tidak menerima penolakan?!"
"Jadi kamu menerima lamaran ku?" tanya Paman Dru dan di balas dengan anggukkan kepala oleh BIbi Below.
Paman Dru kembali mengeratkan pelukannya.
"Terimakasih Bee, terimakasih.." ucap Paman Dru.
"Lepas Dru, aku harus kembali bekerja." ucap Bibi Below.
"Jam kerja mu sudah selesai. Itu perintah dari ku!" jawab Paman Dru yang enggan melepaskan pelukannya dari Bibi Below.
"Walau begitu kamu tetap harus melepas pelukan mu Dru!! Nanti ada yang melihat kita." balas Bibi Below.
Paman Dru pun melepaskan pelukannya, tapi bukan untuk membiarkan BIbi Below pergi. Paman Dru menarik tangan Bibi Below memasuki gedung hotel.
Tanpa Paman Dru sadari, ada dua pasang mata yang sejak tadi memperhatikan Paman Dru dan Bibi Below yang sedang berpelukan sampai Paman Dru menarik BIbi Below ke dalam gedung hotel.
"Woaaah.. apa ini yang dinamakan tua-tua keladi, semakin tua semakin jadi?!" Lirih bodyguard He.
"Sepertinya kita juga harus mencari pasangan He, masa kita kalah dengan Tuan Dru." timpal bodyguard Me.
"Dosa apa kita sampai harus dua kali melihat orang bermesraan. Kemaren Tuan Muda, sekarang asistennya." lanjut bodyguard Me.
Padahal tujuan mereka ke tempat air mancur itu ingin memanggil Paman Dru, karena Nirmala dan keluarganya sudah hampir sampai di hotel dan Paman Dru diminta untuk menyiapkan kamar terbaik untuk kedatangan calon Nyonya Muda Grey dan keluarganya itu.
• • • • •
Bersambung...
__ADS_1