Istri Rahasia CEO Dingin

Istri Rahasia CEO Dingin
50


__ADS_3

Setelah semalam tidak masuk kuliah karena ulah Stevan, hari ini ia masuk dengan sedikit telat, untung saja dosennya belum masuk.


"Kenapa telat? bergadang lho tadi malam?" via menaik turunkan alisnya menggoda. "Gimana rasanya?" bisik via takut didengar oleh anak-anak lain juga dosen, ia tidak memperdulikan dosen didepan yang sedang menerangkan.


Ana memutar bola mata nya malas mendengar godaan via. "Jika kau mau tahu rasanya buruan nikah." balas ana.


"Jadi beneran udah ni?" via antusias ingin tahu.


Ana diam namun wajahnya memerah karena malu jika harus membicarakan masalah ranjang nya dengan orang lain. Via yang melihat raut wajah ana merah malu mengerti jika ana sudah unboxing. Tanpa sadar Ia tertawa antusias ikut bahagia akan kisah pasutri itu. Tawanya terhenti saat suara dosennya menggelegar. Via dan ana terdiam tak berani bersuara.


"Kalian berdua keluar dari kelas saya" ucap dosen killer itu, dosen itu memang terkenal killer dikampus itu, ia tidak akan mentolerir mahasiswa yang main-main saat pelajarannya. Walaupun ia killer namun ia menjadi idola mahasiswi di kampus itu, dosen muda yang juga tampan. Tapi tidak bagi ana dan via, mereka mempunyai karakter idola sendiri, jika via mengidolakan pria yang dewasa dan matang sedangkan ana hanya tipe seperti suaminya tidak ada yang bisa menandingi.


"Ini semua karena kamu via, apa coba nanya begituan." senggut ana kesal, mereka berdiri di depan kelas sambil memegangi telinga dengan kedua tangan, sungguh memalukan dilihat oleh mahasiswa lain.


"Gue cuma seneng aja akhirnya lho_" Via menaik turunkan alisnya, sungguh ana kesal melihat ekspresi via. Ingin rasanya ia meremas via menjadi gumpalan kecil kemudian melemparnya. "Sebentar lagi gue bakalan punya ponakan nih." sambung via.


Selesai pelajaran dosen killer maka berakhir juga hukuman mereka, kini mereka berdua pergi kekantin untuk mengisi perut yang sudah keroncongan.


"Bang Rama gak kelihatan, tumben!" tanya ana pada via. Merasa ada yang janggal, biasanya Rama akan ikut makan dengan mereka.


"Kenapa? kangen lho ma kakak gue? Atau mau berpindah haluan nih, gak apa. Om Stevan biar untuk gue aja." Ucap via asal sambil mengunyah makanannya.


"Yeeyy... Enak aja. Mana ada pindah haluan, kamu pikir perahu bisa pindah-pindah haluan." ana menoyor kepala via kesal tidak terima.


"Hahaha... Cemburu nih ye." goda via lagi, memang hari ini ana sangat kesal yang terus terusan di goda via. "Slow bestie, gak akan lah gue nikung." sambung via tertawa.


"Tadi lho nanya kak Rama kan? dia pindah kuliah ke Amerika." jawab via serius.


Deg


Jantung ana berdetak mendengar Rama pergi.

__ADS_1


"Kapan? dan kenapa gak ngabarin?" tanya nya, ia menjadi merasa bersalah mungkin karena ia menolak Rama makanya Rama pergi. "Apa karena aku bang Rama pergi?" sambungnya.


"Kemarin saat lho gak masuk gue antarin kak Rama ke bandara. Dia gak ngabarin lho karena takut ia tidak akan jadi pergi, ia tidak akan sanggup melihat lho. Dan juga ini bukan salah lho na, itu memang impiannya untuk kuliah disana, seharusnya sudah sejak lama ia berangkat namun ia urungkan karena lho. Dia tidak mau meninggalkan lho, dia berharap jika saat itu lho nerima cintanya maka lho akan dibawanya untuk kuliah disana juga akan menikah dengan lho." jelas via.


Ana merasa bersalah karena ia tidak bisa membalas perasaan Rama, Rama adalah pria yang sangat baik pasti banyak wanita yang mencintainya, jika saja ia tidak bertemu Stevan mungkin saja ia juga mencintai Rama, namun hati ana sudah terpenuhi oleh Stevan seorang saja.


"Lho gak usah ngerasa bersalah na, kak Rama orangnya kuat, ia pasti bisa melupakan cintanya ke lho dan menemukan cinta nya yang lain." via memberi pengertian.


Ana memaksakan senyumnya.


**


Stevan tersenyum memandangi wallpaper ponselnya, foto cantik ana saat dikampung halaman ana ia jadikan wallpaper, senyum ana sangat manis di foto itu membuat Stevan tak lekang menatapnya, juga bayangan-bayangan olahraga panas mereka terbayang dibenak Stevan membuatnya ingin segera pulang dan menemui ana.


Andre mengerutkan dahinya heran melihat Stevan yang senyum-senyum sendiri sambil melihat ponsel. "Kenapa lho? kesambet?"


Stevan menoleh sebentar kearah Andre kemudian kembali menatap ponselnya.


"Ya elah, kesambet bener ni orang. Senyum-senyum sendiri gak jelas gitu." Gumam Andre, ia penasaran apa yang dilihat Stevan, ia julurkan kepalanya melirik arah ponsel Stevan, matanya membola ternyata Stevan dari tadi senyum-senyum melihat foto ana.


Stevan menoleh kearah Andre kemudian menyimpan ponselnya. "Ngapain lho liat istri gue." sarkas nya.


"Hadeehh... yang udah bucin, dulu aja nolak, sekarang bucin." Ledek Andre.


"Mana yang gue pinta kemarin?"


"Ntar lagi akan diantar kesini." jawab Andre. "Kapan lho akan publish pernikahan kalian?" sambung Andre.


"Entahlah, ana masih belum mau jika di publish sekarang." Desah Stevan.


Pembicaraan mereka terhenti saat pintu ruangan Stevan di ketok. Andre keluar melihat siapa yang datang, tak lama Andre pun masuk dengan membawa buku berwarna hijau dan merah.

__ADS_1


"Ini pesanan lho." Andre memberikan sepasang buku nikah pada Stevan, Stevan menerimanya dan melihat isi didalamnya, terpampang foto nya dan ana juga nama mereka berdua, seketika ia melengkungkan bibirnya tersenyum.


"Ya elah, senyum-senyum lagi dianya." gerutu Andre yang masih bisa didengar oleh stevan.


"Gue mau pulang sekarang", Stevan bangkit dari duduknya kemudian menyambar kunci mobilnya dimeja.


"Terus gimana ini belum selesai?" Andre menunjuk beberapa berkas yang masih belum dikoreksi Stevan.


"Besok saja, jika bisa kamu saja yang kerjakan." Ucap Stevan yang langsung melenggang pergi.


Bruk


Suara pintu kembali tertutup menandakan Stevan benar-benar sudah keluar.


"Astaga, yang punya perusahaan siapa yang kerja siapa! dasar lho Bucin." Pekik Andre geram kemudian ia menggeleng sembari tersenyum. Ia senang akhirnya Stevan bisa menemukan kebahagiaannya.


"Semoga pernikahan kalian langgeng terus dan selalu bahagia." Doa Andre untuk Stevan.


.


.


Stay tune terus ya guys😊


Happy reading 🥰🥰


Jangan lupa follow akun aku, like coment juga vote nya yah🥰🥰


Love u sekebun all🥰🥰


Oh ya, baca juga novel aku yg lain yah, kisah Nafisah dan zayyan juga sudah up lagi to masih dalam novel yang sama

__ADS_1


"Bukan istri yang diinginkan"


"Dokter tampan, sarangheo"


__ADS_2