Istri Rahasia CEO Dingin

Istri Rahasia CEO Dingin
62


__ADS_3

Tidak terasa hari yang di nantikan sudah datang, dimana hari resepsi pernikahan ana dan Stevan. Resepsi ini sangat mewah dengan konsep kerajaan. Ana mengenakan gaun mewah berwarna putih yang sangat indah dengan mahkota di atas kepalanya bak ratu di dunia dongeng. Ana menaiki kereta kuda yang di desain khusus untuk melengkapi kesempurnaan pernikahan impian ana seperti Putri di Disney. Kereta kuda itu dikendarai oleh pria yang juga mengenakan pakaian pengawal kerajaan.


Kereta kuda berhenti tepat di sebuah gedung mewah yang interior nya sudah di sulap seperti sebagaimana gedung istana kerajaan.


Karpet merah terbentang sepanjang jalan menuju dalam gedung. Ana menatap kagum dengan semua nya. Mata nya berkaca-kaca melihat semua ini.


Stevan berjalan menghampiri ana kemudian bertekuk lutut menyambut tangan ana.


 "Selamat datang ratuku" ucapnya kemudian mengecup punggung tangan ana. Kemudian berdiri dan memposisikan tangannya, ana langsung memeluk lengan Stevan dan ikut berjalan bersejajar dengan Stevan. Sungguh bak ratu dan raja yang sedang berjalan, raja yang tampan juga ratu yang sangat cantik.


Semua tamu bersorak meriah menyambut kedatangan raja dan ratu hari ini, sepanjang mereka berjalan para tamu menyirami mereka dengan bunga yang sangat harum. Mereka berjalan sambil tersenyum menyapa para tamu hingga sampailah mereka pada sebuah singgasana kerajaan. Ana sangat terpukau dengan pemandangan ini, sungguh seperti istana sungguhan, lengkap dengan para pelayan kerajaan. Petugas katering yang menyiapkan dan melayani tamu di sulap Stevan dengan mengenakan pakaian bak para pelayan kerajaan hingga suasana saat ini sangat persis seperti kerajaan sungguhan.


Akhirnya air yang tadi berembun tidak dapat tertahan hingga tumpah, bukan air mata kesedihan melainkan ini adalah air mata bahagia. Pernikahan impian yang hanya ia hayalkan, pernikahan yang dalam mimpi pun tidak berani muncul, tapi kini ia mendapatkan nya nyata. Ana sangat bahagia, ia sungguh menjadi wanita yang sangat beruntung bisa menjadi ratu dari seorang Stevan.


"Jangan menangis sayang." Stevan menyeka air mata ana dengan ibu jarinya.


"Ini air mata bahagia mas, terima kasih kau memberikanku kebahagiaan tak ternilai seperti ini." ucap nya tersenyum.


"Aku janji akan selalu membahagiakan mu, jadi jangan ada air mata kesedihan lagi, yang ada hanya senyuman dari bibir manis ini!" ucap nya tersenyum sambil mengusap bibir ana.


"Nak" Ana dan Stevan langsung menoleh ke arah suara yang memanggil. Ana tersenyum merekah melihat siapa yang datang. Ternyata kedua orang tua nya, ana sangat pangling melihat ibu juga bapak nya yang tampil berbeda. Ibu nya sangat cantik dan bapak nya tampak sangat gagah dengan mengenakan stelan jas hitam. Ibu dan bapak ana datang sehari sebelum hari H dengan dijemput langsung oleh Andre dan Bryan.


"ibu, bapak." Ana memeluk ibu dan bapaknya bahagia.


"Kamu sangat cantik nak, semoga kau selalu bahagia sayang." ibu menangkup pipi ana.


"Putri bapak sangat cantik." Sambung bapak juga menangkup sebelah pipi ana.

__ADS_1


"Ibu sama bapak juga terlihat cantik dan tampan." balas ana.


"Yo jelas ya buk, makanya putri kita secantik ini." jawab bapak tertawa kecil. Mereka semua tertawa mendengarnya, dan tawa mereka berhenti kala datang kedua orang tua Stevan juga via, Bryan dan Andre beserta istrinya.


"Putri mama sangat cantik" mama Inggrid memeluk ana.


"Selamat ya nak, semoga pernikahan kalian selalu diberikan kebahagiaan dan keberkahan." timpal papa.


"Aamiin... Makasih pa" Jawab ana dan stevan kompak.


"Selamat ya bestie" Giliran via yang memberi selamat dan memeluk ana dengan bahagia. Via merenggangkan pelukannya "Semoga langgeng sampe kakek nenek ya." sambungnya kemudian lanjut memberi selamat pada Stevan. Via hanya fokus pada ana tanpa peduli dengan seseorang yang sedari tadi memperhatikannya.


"Kenapa dia diam saja gak memperdulikan gue disini! biasanya sangat over." Batin Bryan yang masih mencuri pandang pada via.


Semenjak hari itu via bertekad tidak akan mengganggu Bryan lagi, ia tidak akan mengharap pada seseorang yang tidak menyukainya, ia sadar jika selama ini sifat nya yang over membuat Bryan ilfil.


"Selamat ya bro!" Andre dan istrinya memberi selamat pada Stevan dan ana. "Semoga cepat dapat momongan yah na" sambung istri Andre.


"Makasih ya mbak" balas ana tersenyum.


Bryan juga memberi selamat sembari melirik via.


"Makasih bro, semoga Lo juga dapat jodoh secepatnya." balas Stevan memeluk Bryan.


Selesai memberi selamat mereka semua pergi meninggalkan ana dan Stevan di pelaminan, dan kini berganti dengan tamu lain memberi selamat.


"Via" Bryan menghampiri via yang sedang duduk memperhatikan ana dan Stevan.

__ADS_1


"Hmm.." via menoleh sekilas lalu memalingkan wajahnya kembali.


"Kenapa menghindari ku?" Bryan duduk di kursi sebelah via.


"Maksud bapak apa?" tanya via yang masih tidak menoleh pada Bryan, ia sibuk memotret pasangan pengantin yang ada di pelaminan sana.


Nyess... hati Bryan tercubit kala via memanggilnya bapak, saat via mengklaim dirinya sebagai kekasihnya, via memanggilnya dengan sebutan hubby.


Kenapa kamu menghindari ku? Biasanya kamu selalu mengekoriku." Sambung Bryan. Ia merasa kehilangan saat tidak ada lagi via yang selalu menghubunginya, menanya kabarnya, menanyakan sudah makan atau belum, sudah tidur belum, jangan tidur larut, jaga kesehatan dan bermacam-macam pesan yang via kirimkan, via sangat perhatian, tidak pernah ada wanita yang perhatian seperti itu padanya, bahkan wanita yang pernah ia cintai pun tidak pernah menanyai kabarnya.


"Gue hanya mengubah masa dimana masa gue tidak pernah mengenal laki-laki itu, gue sadar diri." jawab via santai namun sangat memukul relung hati Bryan. "Gue pergi dulu." pamit via lalu meninggalkan Bryan.


"Gue gak akan ganggu lo lagi tuan bry." batin ana sambil menoleh kebelakang dimana Bryan juga menatapnya. Tatapan mereka saling bertemu menyiratkan perasaan masing-masing. Kemudian via menghentikan tatapannya dan kembali beranjak berjalan menjauh.


Tepat saat via berjalan muncul Stella dengan bergandengan dengan seorang pria. Via terpaku melihat Stella. "Dia mantan istri Stevan kan yang berarti dia wanita yang_" Via membungkam mulutnya mengetahui jika Stella wanita yang dicintai Bryan. Tak salah jika Bryan sangat menggilai Stella, dia wanita yang sangat cantik pastinya dia tidak ada apa-apa di banding dengan Stella.


"Stella"


"Bryan" ucap mereka kompak saat berpapasan.


Via tersenyum pilu melihat Stella dan Bryan yang sedang bercengkrama, mungkinkah mereka akan baikan dan kembali menjalin hubungan? itulah fikiran via saat ini, ia tidak bisa berbuat apa selain merelakan dan melupakan semuanya.


"Berbahagialah" ucapnya dalam hati dengan mata berkaca-kaca.


.


.

__ADS_1


Kehilangan kamu kan Bryan? makanya jangan terlalu membenci, akibatnya kamu akan menginginkannya🤭🤭


__ADS_2