Istri Rahasia CEO Dingin

Istri Rahasia CEO Dingin
64


__ADS_3

"Ya ampun pengantin baru, seger amat kayaknya" Ledek mama Inggrid. Baru saja Stevan dan ana turun untuk sarapan pagi bersama di restoran hotel, sudah di ledekin.


"Yang tadi malam katanya cuma mau ngantar istri ke kamar dan nggak balik-balik lagi siapa ya ma?" sambung papa ikut menggoda.


"Tau pa, sudah gak tahan kali yah." jawab mama Inggrid sembari tertawa. Mereka menggoda Stevan dan ana tanpa sungkan di depan besan mereka. Kedua orang tua ana hanya tertawa mendengar godaan yang di lontarkan besannya itu.


Ana? sudah pasti wajahnya memerah menahan malu. Ia hanya diam tak menanggapi.


"Mama papa apaan sih, gak malu apa sama bapak dan ibu." Sambung Stevan sambil menarik kursi untuk ana, kemudian ia menarik kursi di sebelah ana dan duduk. Kebetulan makanan sudah di pesan jadi mereka tinggal mengambil makanan apa yang mereka mau.


"Ana sayang, kamu makan yang banyak, pasti kamu kelelahan dan tenaga kamu terkuras habis karena kanebo kering ini."


"Aku tidak kelelahan kok ma, emangnya aku kerja apa hingga menguras tenaga." jawab ana polos, sungguh ia tidak paham maksud ucapan mama mertua nya.


"Ya ampun, aku lupa menantuku sangat polos." ucap mama Inggrid tertawa kecil.


Merasa ia yang ditertawakan ia menoleh ke arah Stevan. "Udah, jangan dipikirin. Mama memang orangnya resek." Ucapnya sambil mengusap lembut kepala ana.


"Uuuuhh... so sweet banget." pekik mama pelan.


"Udah ma, jangan di godain lagi, nanti ana tidak nafsu makan karena mama godain terus." papa meminta agar mama inggrid berhenti mengganggu anak dan menantunya.


Kedua orang tua ana tersenyum melihat interaksi ana dan Stevan. Mereka bisa melihat jika Stevan sangat mencintai ana, Mereka bahagia melihat ana yang bahagia.


"Terimakasih ya Allah, engkau telah memberikan putri kami pendamping yang sangat baik dan tulus mencintainya." batin ibu ana dengan mata berkaca-kaca.


"Kalian mau honeymoon kemana? Papa Bakan memberikan tiket honeymoon buat kalian." sambung papa.


"honeymoon nya di tunda dulu pa, ana besok ada ujian semester." Stevan yang menjawab dan di angguki oleh ana.


Mereka semua menikmati sarapan pagi mereka dengan diiringi canda dan tawa.


**

__ADS_1


Ana sudah kembali kuliah karena pagi ini ada ujian semester. "Hy Vi" sapa ana pada via yang sudah berada di kelas.


"Hy, wah bersemi amat tuh muka.Full amunisi ni kayaknya." Via tertawa kecil.


"Vi, Uda deh. Jangan suka ngeledekin."


"Okey, sahabat gue ini ngambek." via mencubit pipi ana gemes. "Selamat ya say, semoga lo bahagia selalu, dan cepet dapat momongan." sambung via tersenyum. Ia juga ikut bahagia melihat ana bahagia, selama ini ana sudah sangat menderita, akhirnya kebahagian itu datang, di sangat bersyukur.


"Oh ya, gimana hubungan mu dengan kak Bryan?" Tanya ana serius, pasalnya pas acara resepsinya kemarin terlihat via menjauhi Bryan.


"Gak ada hubungan apapun diantara kami sebelumnya, gue nya aja yang bego." Jawab via datar, ingatan tentang ucapan Bryan kala itu masih membekas di hatinya.


"Ya sudah Vi, Allah akan mengirimkan jodoh yang spesial buat kamu nantinya, kita tidak ada yang tahu kapan dan siapa yang akan menjadi jodoh kita." Ana mengelus lengan via sambil tersenyum.


"Thanks ya na, lo sahabat gue palin best". Via menaikkan jari jempolnya sambil tersenyum. "Kalo diingat murahan banget ya gue ngejar-ngejar cowok, kayak gak ada harga diri aja." Via tertawa kala mengingat tingkahnya mendekati seorang pria, ia tidak tahu bagaimana menarik hati pria yang dia pikirkan hanya untuk mendapatkan pria tersebut karena tidak ingin di dahului oleh wanita lain. Tapi ternyata ia salah, pria tidak suka wanita agresif seperti itu. Maklumlah, ini kali pertama via jatuh cinta.


Di kantor.


Sepanjang jalannya ia tersenyum dan membalas sapaan para karyawan nya dengan senyuman, sungguh sangat berbeda dengan Stevan yang dulu, Stevan yang datar dan dingin, tidak pernah ada senyum di wajahnya terkecuali dengan orang-orang tertentu.


"Aura positif bos lagi keluar ni"


"Ternyata efek menikah ngaruh banget ya"


"Bos sudah menemukan orang yang tepat yang bisa merubahnya."


"Pasti beruntung banget wanita yang jadi istri pak bos sekarang."


Begitulah bisik-bisik para karyawan yang di dengar oleh Stevan, tapi dia tidak memperdulikannya, ia terus berjalan memasuki ruangannya. Sampai di ruangannya ia langsung menghubungi Andre.


"Ke ruangan gue sekarang." Tanpa basa basi atau kata lain ia langsung mematikan sambungannya. Andre berdecak melihat ponselnya.


"Dasar semau nya saja, gak tau apa gue sibuk." Gerutu Andre kemudian pergi untuk menemui Stevan.

__ADS_1


"Ada apa?" todong Andre langsung. " Jangan suruh gue untuk ini it_" ucapan Andre terpotong saat Stevan menunjukkan sebuah amplop.


"Ini untuk mu"


"Apa ini?" tanya Andre sambil membuka amplop itu, mata nya membola saat melihat isinya. "Maldives"


"Seperti janji gue kemarin, pergilah liburan dengan istri lo." Ternyata Stevan memberikan tiket honeymoon untuk Andre.


"Ini beneran? waahh... thanks bro." Andre mengecupi tiket itu gembira.


"Lo Uda kerja keras selama ini, seharusnya gue yang ngucapin terima kasih. Thanks ya."


"Keberangkatan nya hari ini? gue akan siap-siap". Andre berdiri hendak beranjak pergi.


"Nikmatilah liburan kalian," sorak Stevan saat Andre membuka handle pintu.


Sekitar lima menit Andre datang lagi ke ruangan Stevan dengan membawa setumpuk berkas.


"Ini, selama gue liburan lo yang kerjain." Ucap Andre dan langsung pergi meninggalkan Stevan yang masih syok melihat tumpukan berkas di atas mejanya.


"Apa ini? kenapa banyak sekali?" Stevan membolak balikkan berkas-berkas nya menggerutu. "Jika tahu numpuk begini gue tunda aja deh keberangkatan Andre, mana seminggu pula." Sesalnya, ia tidak tahu jika banyak kerjaan yang menanti nya. Ternyata cuti selama tiga hari saat pernikahan nya kemarin sudah menyisakan banyak kerjaan. Stevan menghela nafas, mau tak mau ia harus menyelesaikannya cepat.


Bersambung.


Sorry ya gays jarang up🙏 kesibukan othor di dunia nyata ternyata lebih sibuk dari Stevan😂😂


Kisah via dan bryan ada yang mau lanjut lagi gak?


Tinggalkan jejak kalian yah😊


Follow, like, coment dan vote nya juga yah😊 sesungguhnya berbagi itu tidak akan mengurangi Rizki kita😊😊


Salam buat para readers semua🥰 love you 🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2