ISTRI YANG DIANGGAP BUTA

ISTRI YANG DIANGGAP BUTA
BAB 13 Gosip Ashray dan Jhenny


__ADS_3

“Kamu sudah lihat foto di grub kita? So sweet ya.”


Tampak dua perawat yang tiba-tiba masuk untuk mengecek kondisi Alleyah sebelum pergantian piket.


“Ya akhirnya mereka jadian juga. Sudah seperti film-film korea.” Perawat yang berkulit sawo matang yang berasal dari Purbalingga itu tampak tertawa dengan menutup mulut menggunakan sebuah kertas.


“Mereka pasangan yang serasi ya.” Ucap seorang perawat yang bermata sipit.


Ashray memang meminta Mr Jhon untuk menempatkan 3 perawat khusus untuk Alleyah yang berlatar belakang dari Indonesia. Karena mengingat harus ada komunikasi antara perawat yang menjaga Alleyah dengan Alleyah.


“Suster sepertinya sedang bahagia, atau kalian akan kencan malam ini?”


Alleyah yang melihat rona bahagia di wajah kedua suster itu pun penasaran apakah yang membuat duo perawat yang hampir 1 bulan menemani nya di rumah sakit ini jika tidak ada Ashray dan Mommy Kinan.

__ADS_1


“Nona Alleyah sepertinya setelah ini dokter Jhenny akan berterima kasih kepada nona.” Suster Rima mendekat ke Alleyah dan melihat ke selang infuse yang terhubung dengan punggung tangan Alleyah.


Alleyah tampak bingung dan sedikit menyipitkan matanya hingga kedua alisnya berkerut.


“Nona tahu, rumah sakit ini lagi gempar sebuah foto dokter Ashray dan dokter Jhenny sedang berciuman di rooftop Rumah sakit ini.” Seolah mengerti rasa bingung yang dialaami Alleyah suster Diana pun menjelaskan perihal mereka sangat bahagia karena gossip ini begitu hangat yang lebih dikenal dengan kata Viral.


Dan dengan rasa semangat Suster Rima kini duduk disebealh Alleyah karena kebersamaan mereka hingga tidak ada jarak diantara mereka.


Dari foto itu tampak dari samping Ashray dan Jhenny sedang berhadapan, jelas dari foto itu mereka saling tatap.


Sepintas ada rasa sedih dalam hati Alleyah namun ia cepat menepis rasa itu. Ia masih mencoba untuk bernego dengan hati nya bahwa ia belum tahu masalalunya maka terlalu cepat untuk membuka lembaran baru.


Namun hati wanita yang mana yang tak akan tersentuh dengan perhatian-perhatian dari seorang lelaki dari pertama ia sadar dari komanya hingga sekarang Alleyah mendapatkan semua kemudahan untuk kesembuhannya.

__ADS_1


Bahkan dirumah sakit ini semua dokter dan perawat sangat welcome padanya, padahal semua itu ia dapatkan bukan karena Ashray melainkan dari dalam dirinya. Alleyah yang selalu tersenyum dan menyapa orang yang ia temui dulu membuat penghuni rumah sakit itu merasa nyaman akan kehadiran Alleyah.


“Saya bersyukur dokter Ashray bisa menemukan cintanya." Alleyah tersenyum tipis pada kedua suster itu namun satu sisi hatinya merasa sedih.


Ia pun tak tahu rasa sedih itu karena apa karena Alleyah hanya fokus untuk segera sembuh. Ia ingin bertemu keluarga nya terkait bekas jahitan di perut nya berdasarkan keterangan Ashray kalau itu bekas jahitan operasi cesar. Maka bisa duga Jika ia memiliki anak.


"Tapi Nona Alleyah pun Beruntung walau ternyata dokter Ashray hanya simpati pada nona tetapi nona dicintai bukan hanya calon suami tetapi juga oleh calon mertua yang orang nomor satu di Baltimore ini nona."


Suster Rima memegang tangan kanan Alleyah. Alleyah menyunggingkan senyum manis nya. Andai mereka tahu jika yang mereka maksud adalah orang yang sama.


Tiba-tiba pintu terbuka dan muncul seorang yang biasa mengenakan pakaian dokternya kali ini tampil dengan busana casual membuat 3 pasang mata diruangan itu terpesona.


"Ehm.... Ehm...." Ashray berdehem melihat 3 wanita itu bak tersihir karena kehadirannya.

__ADS_1


__ADS_2