
"Hari ini perkenalkan aku di ruang meeting sebagai Ashray Jhon Kemal Dad."
Ashray yang siang ini berencana untuk tidak ke rumah sakit karena jadwalnya libur. Akhirnya harus ikut rapat demi menjawab tantangan Jhenny.
Mr Jhon terlihat tersenyum simpul mendengar penuturan sang anak. Hal yang sangat dinantikan oleh Mr Jhon karena ia sangat merindukan putra nya mengakui pada dunia bahwa ia adalah pewaris dari Jhon Company dan Eagle Grup. 2 perusahaan yang sama-sama besar namun bergerak di dua bidang berbeda.
"Alleyah kah alasan mu Son?"
"Ternyata anak singa di tengah hutan rimba akan selalu di intai oleh mangsa nya dad. Aku menyerah hari ini. Aku ikuti mau mu Dad. Tetapi setelah Alleyah betul-betul pulih."
Ashray baru mau meninggalkan ruang kerja Daddynya.
"Ada kabar terbaru dari Indonesia. Rangga membuat saham Rajawali jatuh, tetapi terlihat satu perusahaan yang tak terlalu besar membeli saham itu cukup cepat dan banyak. Dan berita puncaknya pemilik perusahaan itu wanita yang dinikahi oleh Rangga."
"Apakah Alleyah tahu tentang kelakuan buruk suaminya dad?"
"Berdasarkan informasi, pengacara nya yang tahu tetapi amat sulit mencari informasi dari pengacara nya. Dia orang yang setia pada Allayeh. Hingga semua begitu tidak ada celah. Bahkan orang-orang Margaretha masih berada di Aceh."
"Usahakan untuk jangan memberi informasi apapun dahulu dad. Aku ingin Alleyah bet-betul pulih dan mengingat semuanya. Setelah itu semua keputusan ada ditangan Alleyah."
Ashray baru kembali akan melangkah keluar ruangan itu.
"Termasuk jika ia kembali pada suaminya? Kau akan merelakan nya sama seperti 10 tahun yang lalu?" Suara dingin Mr Jhon membuat langkah Ashray terhenti dan kembali duduk di kursi yang berada di hadapan Mr Jhon.
"Aku akan berusaha membuktikan pada Alleyah bahwa ada cinta yang tulus untuknya Dad. Namun jika cintanya untuk si brengsek itu lebih besar. Maka aku akan membiarkannya kembali pada suaminya."
__ADS_1
"Lalu kau akan membujang seumur hidup?"
"Jika dengan menikah mampu membuat Daddy dan Mommy bahagia maka aku putuskan pada Daddy untuk memilih jalan hidup ku. Alleyah adalah yang pertama, dan akan menjadi yang terakhir di hati ku Dad."
Ashray berjalan meninggalkan Mr Jhon yang tersenyum menatap punggung anak lelakinya.
"Kau tumbuh dengan cepat Son. Dan sifat keras kepala dalam dirimu, aku wariskan pada mu rupanya."
❤️❤️❤️❤️
Tampak di rumah sakit megah dan menjulang di sebuah ruang rapat telah berkumpul beberapa dokter untuk rapat siang hari ini.
Termasuk Jhenny. Jhenny datang lebih awal.
Jhenny menatap Ashray yang duduk di seberang nya. Dokter tampan itu tampak fokus dengan ponselnya. Jika mereka berdua akan duduk bersebelahan disaat rapat maka hari ini terjadi suatu keanehan hingga beberapa yang memperhatikan hal itu bergosip dengan suara berbisik.
"Apakah mereka sudah bertengkar? padahal baru kemarin mereka menjadi a romantis Couple."
Bisik seorang dokter yang bertubuh seksi ke pada dokter yang disebelahnya.
Seketika pintu ruang rapat terbuka dan terlihat Mr Jhon berjalan dibelakang 4 orang berpakaian serba hitam. Mr Jhon menuju kursi paling depan dan di ujung meja bundar itu.
Ruangan seketika begitu hening. Tidak ada yang berani bersuara. Aura dingin pada Mr Jhon begitu kental.
"Baiklah kita langsung mulai saja. Saya tidak mau basa-basi. Seperti kalian tahu tujuan saya membangun rumah sakit ini yaitu untuk putra saya satu-satunya. Selama ini dia tidak pernah ingin dunia mengenalnya sebagai putra ku. Ia lebih nyaman dengan dunia nya. Tetapi hari ini saya akan memperkenalkan kepada kalian bahwa tahun depan putra ku yang akan memimpin rumah sakit ini dan Jhon Group."
__ADS_1
Seluruh diruang rapat bertepuk tangan ikut merasa senang karena wajah Mr Jhon seketika terlihat sumringah.
"Tetapi sebelum itu ada seorang dokter yang tadi pagi menemui saya, dan mengatakan akan ada yang ia sampaikan di rapat pagi ini. Sebelum saya undang putra saya ke podium ini, saya ingin dokter Ashray silahkan ungkapkan apa yang ingin anda ungkapkan di hari bahagia saya ini."
Ashray maju ke podium dan menundukkan kepala tanda hormat kepada pimpinan tertinggi di rumah sakit paling megah dan besar di kota Baltimore ini.
"Selamat siang Mr Jhon dan rekan-rekan semua. Hari ini saya ingin mengatakan dan mengungkapkan sesuatu yang mungkin selama ini tidak rekan-rekan satu profesi dirumah sakit ini ketahui tentang kebenarannya."
Ashray memajukan kepalanya dan bibirnya begitu dekat dengan Microphone yang ada di podium itu.
"Saya mengucapkan terima kasih kepada Mr Jhon dan Jhon Company karena memberikan saya kesempatan kuliah melalui jalur beasiswa. Dan saya hari ini ingin mengatakan bahwa Saya sangat mencintai pasien yang saya bawa dari Indonesia yaitu Nona Alleyah."
Seketika beberapa mata melirik ke arah Mr Jhon. Beberapa mata malah tidak berani berkedip mendengar penuturan gila dokter Ashray. Bak menabuh genderang perang dengan pemilik rumah sakit ini. Semua penghuni rumah sakit ini tahu bahwa gadis yang baru saja dokter Ashray sebutkan yaitu wanita yang disukai putra Mr Jhon.
"Dan kepada Mr Jhon saya mohon maaf apabila saya lancang karena bertindak tidak profesional mencampur adukkan antara hal pribadi dengan pekerjaan saya. Namun saya rasa saya tidak melanggar kode etik kita sebagai dokter."
Ashray menatap Jhenny. Melepaskan jas putihnya lalu meletakan diatas podium. Lalu sebuah name tag di jas putihnya ia lepas.
Dengan cepat beberapa lelaki yang berseragam hitam mendekat dan memasangkan jas hitam pada Ashray. Satu diantara lelaki tadi memasang kan name tag yang di lepas oleh Ashray dari jas putihnya ke jas hitam nya. Name itu tag itu bertuliskan Ashray J. Kemal.
Beberapa orang bingung dengan tindakan yang dilakukan oleh kaki tangan Mr Jhon terhadap dokter Ashray.
"Jika tadi saya berbicara sebagai dokter Ashray. Maka kali ini izinkan saya berbicara tentang satu kebenaran lagi sebagai Ashray Jhon Kemal putra dari Mr Jhon"
Ashray menatap tajam Jhenny.
__ADS_1