ISTRI YANG DIANGGAP BUTA

ISTRI YANG DIANGGAP BUTA
BAB 16 Bermain-main dengan Hati Alleyah


__ADS_3

Semua mata tertuju pada dokter Ashray. Mereka tidak menyangka jika rekan seprofesi mereka adalah pewaris tunggal dari Jhon Group dan Eagle Company. Termasuk Jhenny, wanita itu seketika menatap Ashray dengan tatapan tak percaya.


Seketika ruang rapat itu dipenuhi tepuk tangan peserta rapat. Mr Jhon berdiri dan memeluk hangat putra nya.


"Welcome to Jhon Group Son. I am very happy."


Suara Mr Jhon terdengar sangat bahagia. Satu persatu peserta rapat memberikan selamat kepada Ashray, Jhenny masih terduduk di kursinya. Setelah ruangan sepi, Ashray berjalan ke arah Jhenny dan memberi kode kepada 4 lelaki yang mengikutinya untuk meninggalkan mereka.


"Sekarang aku telah menerima tantangan mu. Giliran mu, Lusa kuharap kamu melakukan tugas mu sebagai dokter saraf terbaik di kota ini Jhen. Aku memberikan mu kesempatan kedua."


Ashray menarik kursi dan duduk disebelah Jhenny.


"Ternyata akting mu begitu piawai Ray, kenapa kau tak ikut audisi menjadi aktor? Profesi mu sebagai dokter tidak pantas dengan jiwa akting mu yang bisa dengan sangat rapi menyembunyikan bahwa kau putra Mr Jhon dari dunia bahkan sahabat mu."


Jhenny melirik Ashray dengan penuh amarah.


"Kali ini kau menganggap ku Sahabat?"


Ashray membuka Jas hitamnya. Dan memutar kursi nya ke arah Jhenny.

__ADS_1


"Katakan Jhen, apakah kau masih ingin memiliki ku?"


"Ya, aku masih ingin berjuang untuk cinta ku. Jika kesembuhan Alleyah adalah sesuatu yang membuat mu bahagia, aku akan lakukan itu."


Jhenny tampak membereskan berkasnya dari atas meja. Ashray menahan tangan Jhenny.


"Kita masih bisa menjalin persahabatan seperti pertama kita bertemu Jhen. Gunakan hati mu untuk menemukan cinta sejati mu."


Ashray menatap Jhenny dengan dalam.


"Jika Alleyah cinta pertama mu, maka kau pun cinta pertama ku Ray. Berjuanglah untuk cinta pertama mu, aku pun akan melakukan hal yang sama. Jika cinta mu bertepuk sebelah tangan aku masih ada dibelakang mu. Aku tidak akan kemana-mana."


Jhenny mengecup pipi Ashray dengan cepat dan bergegas meninggalkan ruang rapat itu. Ashray mendengus kesal karena kedua kalinya Jhenny melakukan hal yang ia tak sukai.


Suara Ashray terdengar setengah berteriak pada Jhenny.


Jhenny bergegas ke ruangan nya. Sesampai di ruangan nya, wanita itu mencoba menenangkan diri dengan meminum sebotol air mineral yang berada di meja kerjanya.


"Jadi dia adalah pewaris Jhon dan Eagle group?"

__ADS_1


Jhenny mengetuk-ngetuk meja kerjanya. Mata nya seolah menerawang sesuatu.


"Jika aku tidak bisa disisi mu maka dia pun tak akan ada disisi mu. Aku hanya perlu mengunci hati Alleyah agar kamu kembali patah hati Ray. Cara terbaik untuk mengalahkan musuh adalah menjadi teman terbaiknya."


Jhenny sedang berdialog dengan dirinya sendiri. Hasratnya untuk tetap memiliki Ashray makin tinggi. Ia tidak ingin Alleyah bersatu dengan Ashray. Bukan karena Ashray pewaris tunggal Jhon dan Eagle company melainkan karena Jhenny pun merasa bahwa Ashray adalah cinta pertama nya.


Terdengar suara pintu ruangan Jhenny di ketuk dari luar.


"Masuk."


Jhenny melihat seorang suster masuk membawa map Biru.


"Dok, ini hasil pemeriksaan nona Alleyah dan berkas untuk operasi besok."


Suster itu meletakkan map itu diatas meja.


"Baik, terima kasih."


Suster itu meninggalkan ruangan Jhenny. Jhenny membuka berkas itu namun saat akan menandatangani lembar pertama Jhenny terhenti sejenak dan membaca berkas itu dan seketika Jhenny tersenyum.

__ADS_1


"Wait, (tunggu) jika dia pernah mengalami operasi Caesar, berarti dia pernah menikah atau dia masih menikah. Sepertinya Ashray menutupi sesuatu. Aku harus mencari informasi. Jika aku tak mampu bermain-main dengan fisik Alleyah maka aku akan bermain dengan hati nya Ray."


Jhenny dengan cepat dan penuh semangat menandatangani berkas itu di setiap part yang tertera namanya.


__ADS_2