
Alleyah hari ini telah duduk di suatu ruangan. Ia harus mengikuti syarat Ashray. Boleh pulang ke Indonesia dengan syarat ia harus tampil diluar jati dirinya yang sangat lembut. Ia harus menghilangkan sifat lembutnya. Sifat pemaaf ya. Dan Ashray hanya mengatakan. Bahwa Alleyah akan melihat seperti apa suami brengsek nya itu.
"Baik Nona untuk kelas hari ini. Anda cukup memilih jawaban di kertas ini. Saya akan lihat seperti apa kepribadian anda. Dan Tuan Ashray sudah memberi tahu saya apa dunia yang akan Anda hadapi kedepan."
"Baik."
Alleyah duduk dan mulai membaca soal-soal yang diberikan wanita berkacamata dengan rambut di highlighting itu.
Ia menjawab soal demi soal dengan memberi lingkaran. Hingga tak terasa hampir 35 menit ia telah menyelesaikan 100 soal yang diberikan oleh perempuan yang keturunan Indonesia Belanda itu.
"Baiklah nona. Sekarang saatnya saya harus memperbaiki penampilan anda. Dimulai dari rambut."
"Kenapa dengan rambut saya?"
"Serahkan pada saya nona. Anda hanya cukup menurut saja."
Alleyah Mendes*ah pelan. Ia bingung kenapa ia harus mengikuti kelas kepribadian. Ia tak tahu apa yang akan ia hadapi di Indonesia karena ingatannya bum pulih. Ia hanya mengingat bahwasanya ia memiliki suami dan anak perempuan yang sangat bahagia.
Namun video, dan beberapa bukti yang ditunjukan oleh Ashray bahwa suaminya begitu brengsek karena sudah merekayasa kematiannya juga sekarang sangat tidak perduli dengan putri semata wayang mereka.
Alleyah duduk di depan sebuah cermin besar. Dan telah datang seorang lelaki yang lemah gemulai. Lelaki itu memegang rambut panjang Ayra yang berwarna hitam itu.
"Ckckckk.... Rambut yang sangat tidak terawat. Baiklah eke bakal buat Yu terlihat lebih mempesona."
Lelaki itu mulai membasahi rambut Alleyah dengan menyemprotkan cairan ke rambut Alleyah. Lalu ia membagi rambut itu menjadi dua. Lalu ia mulai sibuk dengan gunting ditangan nya.
Tampak pria gemulai itu begitu terampil. Hingga selesai dengan penampilan rambut Alleyah dengan model rambut blunt bob. Alleyah terlihat tegas dengan tampilan rambut barunya.
Panjang rambut yang tidak melebihi bahu juga membuat penampilan Alleyah menjadi lebih stylish dari sebelumnya.
Alleyah menatap cermin itu seolah tak percaya.
"Kenapa kau potong rambut ku pendek?"
"Saya hanya menuruti kemauan si tampan Ray. Dia bilang buat penampilan mu terlihat, cantik, anggun, tegas dan berwibawa."
__ADS_1
"Ray. Ray dan Ray....."
Alleyah tak dapat menahan sesak di dadanya. Ia melepas pelindung tubuh yang dipakai saat pria gemulai itu memotong rambut nya.
Ia pergi meninggalkan pria gemulai itu dan perempuan bernama Betty yang sedang asyik memeriksa hasil jawabannya tadi.
"Biarkan dia pergi. Kadang untuk menjadi lebih baik sebuah emosi perlu diluapkan."
Nona Betty melarang Luky untuk menahan Alleyah yang pergi penuh emosi.
"Eke tidak mau tanggungjawab kalau tuan tampan marah Nyonya Betty."
"Hem."
Alleyah telah sampai di kamar Ray. Namun lelaki yang ia cari tak nampak dikamar nya. Hingga Alleyah berinisiatif mencari lelaki itu di lantai bawah. Ia memilih tangga untuk turun dibandingkan sebuah lift. Sayang ketika akan turun, Kaki Alleyah menyentuh karpet. Hingga ia tersandung. Ia jatuh berguling dari tangga itu.
Luky yang baru saja keluar dari ruangan tadi melihat kejadian itu berteriak histeris.
"Om My God!!!! Help me please.....!!!!"
"Someone, whoever please help me.....!!!!"
"What happened?"
"Nona Leyah jatuh dari tangga!."
Beberapa orang cepat membopong tubuh Alleyah. Beberapa laki segera mencari pemilik mansion itu. Ashray yang sedang berenang cepat mengenakan bathrobe nya dan menuju ke kamar Alleyah.
Mr dan Mrs Jhon telah ada dikamar itu. Tampak darah segar dari pelipis Alleyah mengalir dan sedang dibersihkan boleh Mrs Jhon.
"Mom.... What happened?"
"Alleyah jatuh dari tangga. Daddy telah menelpon dokter. Luka nya perlu dijahit Ray."
Ray menatap tajam Luky dan Betty. Yang ia tahu sekarang adalah jadwal Alleyah bersama dua orang yang sama-sama gemulai tapi beda kelamin.
__ADS_1
"Katakan kenapa ini bisa terjadi! Bukankah dia seharusnya bersama kalian!!!!"
Luky menggigit kuku nya dan bibir bawahnya. Ia ketakutan hingga bersembunyi dibalik tubuh seksi Betty.
"I am afraid."
"Dia marah karena Lucky memotong rambutnya dan ia sepertinya mencari mu untuk meminta penjelasan."
"Tidak bisakah kamu menunggu ingatan mu Pulih Ley???"
Ashray memegang telapak tangan Alleyah. Mrs Jhon masih membersihkan luka pada pelipis Ayra. Dokter pun telah hadir diruangan itu. Sang dokter menjahit luka Alleyah. Luka itu harus dijahit dengan 4 jahitan. Lalu sang dokter memberikan Alleyah obat untuk diminum ketika ia sadar.
"Ok. Silahkan berikan obat ini."
"Tapi dia masih mengkonsumsi obat dari dokter juga terkait pasca operasi lutut nya dok."
Dokter itu ingin melihat obat itu hingga bisa memberikan obat yang tidak kontra dengan obat yang sedang dikonsumsi Alleyah.
"Saya aneh Tuan. Bukankah Anda mengatakan ia pasca operasi lutut. Namun ini obat bukan pengurang nyeri atau untuk saraf melainkan ini obat untuk mental dan ketenangan."
Deg.
Ashray yang tak pernah melihat resep bahkan obat yang hampir satu bulan Alleyah konsumsi itu pun kaget. Hingga ia mengambil obat tadi dan melihat sendiri. kedua pupil matanya membesar. Rahangnya mengeras. Ia begitu menahan emosinya.
"Kurang ajar kamu Jhen. Apa maksudmu memberi Alleyah obat-obatan ini. Apakah kamu bermaksud ia segera pulih ingatannya? Brengsek kamu. Kamu sedang ingin bermain dengan macan yang sedang tidur rupanya."
Dari nama obat-obatan tadi Ashray tahu jika Jhenny memberikan obat untuk Alleyah agar cepat pulih ingatannya. Obat yang selama ini tak pernah Ashray berikan kepada Alleyah. Ia merasa belum waktunya memberi obat itu sebelum Alleyah siap menjadi pribadi yang kuat, tenang dan berwibawa.
Ia cepat meninggalkan kamar Alleyah. Ia bergegas ke kamarnya dan mengganti baju karena ada seseorang yang sedang sangat ia temui untuk ia minta penjelasan dan harus tahu bagaimana jika putra dari Mrs Jhon itu marah.
Saat kepergian Ashray kesuatu tempat. Alleyah mulai sadar. Rasa sakit di pelipis nya membuat ia meringis kesakitan saat membuka kedua bola matanya. Ia membuka kedua matanya dan melihat Mrs dan Mr Jhon. Namun bibirnya mengucapkan sesuatu yang membuat satu pasang suami istri itu terpaku.
"Dimana aku? Awwwhh.... "
Beberapa detik saat Alleyah menatap Mr dan Mrs Jhon, ia mengingat jelas kejadian saat ia harus melawan diterjang ombak Tsunami. Dan kejadian dimana ia melihat suaminya bermesraan dengan wanita lain. Ya, ingatan Alleyah telah kembali.
__ADS_1
Seketika dada Alleyah sesak dan air mata nya membasahi kedua pipi putihnya.
Alleyah mulai mengingat bahwa ia punya suami Rangga dan anak bernama Hanna.