ISTRI YANG DIANGGAP BUTA

ISTRI YANG DIANGGAP BUTA
Bab 37 Alleyah Sudah Mati


__ADS_3

Saat kepergian Wulan, Rangga kembali ke kamar. Ia pun meminta Hana dan Bintang untuk segera mandi. Mereka akan berlibur ke Bali.


"Ayo, mandi dulu... Mama dan Papa juga akan berlibur." Ucap Rangga seraya menurunkan Bintang dan Hana dari atas tempat tidur.


"Papa.... berjanjilah jika papa tidak akan berubah.... Hana rindu papa yang sekarang." Cicit Hana saat berada di gendongan Rangga. Ia pun memeluk tubuh Hana seraya mengusap kepala putrinya.


"Tenang lah, Papa tidak akan berubah. Sekarang kita akan hidup bahagia." Ucap Rangga.


'Kami, bukan kita.' Batin Elena menatap kosong ke arah tembok.


Hana dan Bintang bergegas pergi meninggalkan kamar utama, Tinggal lah Elena dan Rangga.


"El.... " Panggil Rangga saat Elena meraba-raba untuk turun dari tempat tidur.


"Aku ingin mandi, aku gerah." Ucap Elena seraya meraba-raba.


"Aku antar ke kamar mandi." Ucap Rangga lembut.


'Aku ingin muntah mendengar suara mu dan melihat wajah mu.' Batin Alleyah.


Elena mengangguk, Rangga menuntut Elena dengan dua tangannya.

__ADS_1


"Katakan apakah almarhum istri mu cantik?" Tanya Elena.


"Ayolah, jangan bilang kamu cemburu karena kamar ini dulu menjadi kamar ku dan mantan istriku. Aku sudah tidak mengingatnya." Ucap Rangga.


"Kai tidak mau menggendong ku?" Tanya Elena.


Rangga justru tertegun saat kedua tangan Elena melingkar di lehernya.


"Kamu tidak ingin mengenang memori bersama istri mu?" Tanya Elena.


Rangga semakin tak percaya saat ia melihat Elena memeluk Rangga dengan posisi seperti bergelayut. Tatapan mata Elena cukup tajam. Ia bahkan mengunci kamar mandir dengan satu tangannya.


"Alleyah.... " Ucap Rangga ragu.


Baru rangga akan melerai pelukan Elena, namun Elena lebih dulu turun dari posisinya. Ia mendorong tubuh rangga hingga terhimpit diantara pintu dan dirinya.


"Say to me, I will make you go from my life. Or you will go byself?" Tanya Elena pelan seraya menahan leher Rangga dengan lengannya. Otot lengan Elena terlihat jelas, Rangga baru akan menarik tangan Elena. Namun satu tangan Elena cepat menahan tangan Rangga.


"Kamu tampaknya sudah lama tidak olahraga Rangga, maaf kali ini yang kamu hadapi adalah Elena bukan Alleyah. Aku beri kamu kesempatan untuk pergi dengan sendirinya atau aku akan menghancurkan hidup kamu sama seperti Wulan. Kamu pilih sekarang atau jadi sampah?! " Ucap Elena tegas.


Ia sudah begitu muak melihat tampang rangga. Namun Elena tak mampu membiarkan sosok ayah dimata Hana hancur. Ia ingin tetap tak ada masalah antara dirinya dan Rangga.

__ADS_1


"Aku tidak akan kemana-mana." Ucap Rangga emosi.


"Baik." Jawab Elena.


Ia menghubungi seseorang melalui headset di telinganya.


"Dev, siapkan laporan kasus yang sudah disiapkan kemarin. Hari ini juga, " Ucap Elena.


Selama ini Elena telah menyiapkan bukti kekerasan Rangga pada Hana.


"Setiap sudut ruangan rumah ini sudah aku pasang cctv. Maka jangan coba macam-macam. Aku sudah menyiapkan semua berkas perceraian. Maka kamu, harus menandatangani nya, duduk manis selama persidangan berlangsung dan menghilang dari kehidupan Hana!" Ancam Elena pada Rangga.


"Ley... Kamu tidak bisa begitu, Hana butuh aku sebagai papa nya.... " Ucap Rangga frustasi.


"Maaf... Saya Elena. Bukan Alleyah. Jangan lupa, semua harta yang saat ini masih milik Hana. Maka aku akan jadi ibu asuh Hana. Kamu tidak berhak membawa sepeser pun harta yang ada dirumah ini. Hari ini hari terakhir kamu ada dalam hidup ku dan Hana. Nikmati hari mu!" Ucap Alleyah seraya mendorong Rangga keluar dari kamar.


Ia pun mandi dalam bathtub dengan tenang. Tiba-tiba sebuah panggilan masuk melalui headset nya.


"Ley..... " Panggil suara lelaki di seberang.


"Leyah sudah mati." Ucap Alleyah dengan wajah dingin serta tatapan kosong. Ia pun membenamkan kepalanya ke dalam air yang dipenuhi busa.

__ADS_1


Elena betul-betul ingin memulai hidup baru, ia juga tak akan menjadi perempuan yang cengeng lagi. Namun sesuatu terjadi diluar prediksinya. Saat tiba di Bali, Rangga berbuat nekat.


"Rangga! Jangan gila kamu!" teriak Alleyah saat melihat Rangga memeluk Hana dan berada di tepi gedung yang memiliki ketinggian 700 meter.


__ADS_2