
Betty, seorang guru kelas kepribadian yang diminta Ashray melatih Alleyah menjadi wanita yang dingin dan angkuh namun anggun, pagi ini sedang memberikan sebuah tes kepada Alleyah tanpa Alleyah sadari.
Ia diajak oleh Betty ke sebuah pusat perbelanjaan. Alleyah kini sudah terbiasa mengenakan sepasang sepatu high heels yang tingginya 10 cm. Ia berjalan begitu anggunnya bersama Betty disebelah nya. Gaun dan penampilannya sangat berbeda dengan Alleyah yang dulu. Dulu Alleyah terkesan menggunakan blouse sederhana dan make up seadanya. Kali ini ia tampil sempurna, cantik, menawan dan anggun. Kesan smart, angkuh juga cantik begitu melekat pada dirinya.
Namun ketika sampai di sebuah eskalator. Ada seorang ibu menangis karena sedang dimarah oleh seorang wanita muda yang tak lain adalah anaknya. Tangis sang ibu begitu pilu. Alleyah yang berjalan di sisi Betty ingin menoleh namun Betty menaikan satu jarinya.
"No, Kamu tak boleh menggunakan hati Mu Ley." Ucap Betty pada Alleyah.
Ia pun akhirnya mencoba bermonolog dalam hatinya.
__ADS_1
"Kamu selama ini menjadi baik, dan kebaikan mu dimanfaatkan oleh orang yang kamu cintai Ley. Come on. Forget about your kindness." Ucap Alleyah dalam hatinya.
Ia pun berlalu dari sana tanpa ikut campur urusan ibu dan anak itu. Dulu ia cepat sekali menjatuhkan airmata untuk hal-hal yang menyentuh hatinya. Kali ini ia dituntut menjadi Alleyah yang baru.
Betty tersenyum senang, ia pun melaporkan pada Ashray apa yang terjadi kemarin. Ashray pun meminta pada orang-orangnya untuk menyiapkan kepulangan Alleyah dengan identitas baru.
Sore hari, Ashray pulang ia membawa dokumen baru untuk Alleyah. Alleyah hanya termenung melihat foto dan juga dokumen yang disiapkan Ashray untuknya ketika di Indonesia nanti.
"Agar kamu tahu siapa suami busuk mu itu Ley." Ucap AShray saat kembali akan menerima penolakan dari sang pujaan hati.
__ADS_1
Keesokan sore di Indonesia, sebuah bandara internasional. Beberapa lelaki sudah siap menjemput Alleyah yang menggunakan nama Elena.
"Welcome to Indonesia, Miss Elena." Ucap seorang lelaki dengan sopan dan tunduk.
Elena berjalan masih menggunakan sebuah tongkat. Ia masih menjadi perempuan yang buta. Sebuah skenario telah ia buat untuk mantan suaminya Rangga. Ia akan membuat Rangga masuk dalam jebakannya. Ia juga ingin semua perusahaannya kembali pada dirinya. Disamping itu ia ingin membuat seorang perempuan yang bernama Wulan merasakan sakitnya jika suami kita direbut oleh perempuan lain.
"Nanti malam, kita akan mengadakan pesta penyambutan untuk Miss. Apakah kita akan langsung kehotel atau ke apartemen Miss?" Tanya lelaki itu.
Elena menjawab jika ia ingin istirahat di apartemen yang telah disiapkan oleh AShray. Ia sebenarnya sudah rinduk sekali pada putri semata wayangnya. Namun, ia tak ingin membuat orang seperti RAngga dan Wulan hidup bahagia apalagi jika ia dengar anaknya tak diperlakukan dengan baik. Namun sebuah pesan yang masuk ke ponselnya yang mengatakan jika Hana dilarikan ke rumah sakit, Ia pun hanya ingin melihat buah hatinya. Ia meminta ajudannya untuk mengantarnya ke rumah sakit dengan alasan kontrol kesehatan. Rencana pun dipercepat.
__ADS_1
Tiba dirumah sakit, terlihat seorang perempuan paruh baya dan orang tua dari Alleyah. Alleyah masih memasang wajah dingin. Ia seolah orang buta namun di balik kacamata hitamnya. Ia bisa melihat 5 orang sedang terlihat khawatir.
"Mama, Papa, Bik Iyah, Pak Bimo. Terimakasih sudah menjaga Hana... Siapa gadis kecil itu.?" Ucap Alleyah dalam hatinya.