
Malam begitu indah dengan taburan bintang di langit serta penampakkan Bulan diantara langit malam membuat sunyi nya malam tak begitu mencekam.
Namun mampu membuat hati yang sedang berdarah namun tak terluka, perih namun tak tergores. Seorang perempuan dengan penampilan rambutnya yang membuat ia terkesan sangat cantik dan anggun.
Alleyah yang dari tadi duduk di roof top mansion megah nan mewah milik Mr Jhon harus menoleh ke arah langkah kaki yang membuat lamunan Alleyah terhenti ketika lelaki yang tak lain adalah Ashray datang dan duduk disebelahnya.
"Apa kau punya rencana lain Ley?"
Alleyah kembali menatap bintang di atas kepalanya.
"Beri aku satu alasan kenapa aku harus ikuti rencana mu?"
"Karena tepatnya Minggu lalu seluruh saham mu telah berpindah tangan ke tangan Wulan. Kita perlu rencana untuk mengambil kembali. Dan Hanna, sudah cukup tersiksa selama kepergian mu. Kau harus membuat perhitungan kepada dua orang brengs*k itu. Hati mu selama ini terlalu bersih Ley hingga kau tak pernah sadar mereka mempermainkan lebih dari 5 tahun!"
Ashray menatap lekat wajah perempuan yang ia cintai hampir 10 tahun.
"Apa maksudmu 10 tahun, Ray?"
"Kecelakaan mu 6 tahun lalu adalah rencana bej*t dari Rangga dan Wulan. Mereka mengharapkan kamu meninggal dunia pada kecelakaan yang direncanakan itu. Namun Tuhan masih menyelamatkan dirimu Ley."
"Apa?"
Ayra seakan tak percaya. Ia merasa rumah tangganya bersama Rangga tak pernah ada masalah. Suaminya itu tak pernah berbuat kasar padanya. Perlakuan nya begitu manis pada Alleyah. Alleyah pun merasakan jika Rangga pun hanya berubah selama 2 tahun terakhir.
"Mobil mu sengaja disabotase sehingga seolah-olah kamu kecelakaan tunggal padahal Rangga dan Wulan adalah dalang dibalik kecelakaan mu yang mengakibatkan kamu buta selama 5 tahun Ley."
Alleyah menyimak apa yang disampaikan oleh Ashray.
"Baiklah aku setuju dengan ide mu. Kapan aku bisa pulang ke Indonesia?"
"Setelah Miss Betty mengatakan kamu telah siap untuk kembali ke dunia mu dengan wajah baru dan jati diri baru. Aku telah menyiapkan untuk jati diri baru mu. Jika sekarang Rangga dan Wulan sedang menjadi aktor utamanya maka sebentar lagi posisi mereka, akan diganti oleh mu Ley."
"Aku akan membalas setiap goresan yang ukir dihati ini Rangga!"
Alleyah memejamkan matanya.
Jika Alleyah sedang mencoba untuk mengikuti saran dari Ashray untuk menjadi pribadi baru ketika pulang ke Indonesia. Ternyata di Indonesia seorang perempuan paruh baya sedang berjuang membantu nona kecilnya yang satu hari ini mendapatkan hukuman dari Wulan karena kembali Hanna pulang sekolah tak langsung pulang melainkan pergi ke makam Alleyah.
__ADS_1
"Aduh gimana ini non. Apa kita suruh pak Bimo dobrak saja pintunya ya. Dari semalam Non Hanna tidak menjawab panggilan kita."
Bik Iyah begitu khawatir dengan kondisi Hanna yang sedari kemarin sore dikurung di dalam kamar mandi yang hanya berukuran 1x1 itu.
"Tidak apa-apa bik. Aku khawatir Hanna kehabisan oksigen karena kamar mandi ini tidak ada fentilasi udaranya."
Bintang akhirnya berlari ke arah paviliun Nyang ada di belakang mansion.. Gadis kecil itu memanggil pak Bimo yaitu tukang kebun yang bekerja di mansion itu.
"Pak, Pak Bimo cepet bantu Bik Iyah buat ngeluarin Hanna dari dalam kamar mandir dapur."
"Apa non, jadi Non Hanna teh belum dikeluarkan dari kemarin... Inalillahi... Ya Allah Gusti.... Ayo non Ayo kita keluarkan Non Hanna. Takut kenapa-kenapa."
Pak Bimo berlari bersama bintang dengan tangan nya digandeng oleh Bintang. Sesampainya di depan pintu kamar mandi. Pak Bimo melihat Bik Iyah telah mengisi didepan pintu.
"Tunggu sebentar bik, saya ambil linggis."
Pak Bimo berlari lagi ke arah gudang. Tak lama lelaki itu kembali ke tempat bik Iyah dan Bintang. Ia meminta Bintang dan Bik Iyah menyingkir dari depan pintu.
Satu kali, dua kali Pak Bimo mendongkel pintu itu. Namun masih sia-sia. Akhirnya Bintang yang memiliki kecerdasan memberikan ide kepada pak Bimo dan Bik Iyah agar bisa membuka pintu itu.
"Oke. Non. Bisa saya. Saya coba ya non..Non bintang pintar ternyata."
"Pak Bimo berhenti lah berbicara, Hanna sedang sekarat didalam!"
Bintang tidak sabar karena dari tadi, Pak Bimo ini banyak Sekali bicara.
Pak Bimo mendekatkan wajahnya ke arah pintu itu dan memasukan paper clip. Yang sudah ia bengkokkan. Tiga dan empat kali akhirnya berhasil juga pak Bimo membuka kunci pintu itu sama persisi seperti tutorial di video ponsel Bintang.
"Ceklek."
Pintu di dorong kedalam dan terdapat sosok mungkin yang telah meringkuk di lantai yang dingin itu. Bibirnya terlihat biru karena mungkin tidak makan dari kemarin. Serta Bik Iyah pun menangis histeris melihat kondisi mengenaskan dari majikan kecilnya.
"Ya Allah Gusti..... Non....!"
"Cepat bawa Alleyah kerumah Sakit pak Bimo!"
Ketiga orang tadi berlari ke luar dengan kondisi Hanna di gendong oleh pak Bimo. Sesampainya di depan halaman depan sang sopir yang merupakan orang kepercayaan Wulan tak mau mengantarkan mereka kerumah sakit.
__ADS_1
"Saya ga mau dipecat sama nyonya cuma gara-gara bantu dia.!"
",Awas kamu ya! biar kena Azab Tuhan. Sopir tak berperikemanusiaan!."
"Pak Bimooooo Hanna harus segera dibawa kerumah sakit!"
Bintang mulai marah karena pak Bimo adalah lelaki yang hobi sekali bercerita maka ia sangat mengkhawatirkan kondisi Hanna yang makin lemah.
"Aku sudah berjanji didepan makam Mommy mu. Aku akan menjaga mu Hanna. Namun apalah daya tubuh ku masih sangat mungil."
cicit Bintang dalam hati tentang perasaan nya saat ini.
Bintang cepat berlari ke luar mansion.
Beruntung ia melihat sebuah tadi kuning lewat hingga ia memberhentikan mobil itu. Mereka masuk kedalam tadi itu.
Bik Iyah menangis terisak sambil memeluk Hanna.
"Ya Ampun non jangan tinggalin bibik non. Kalau non pergi juga bibik sama siapa?"
Bintang menatap wajah pucat pasi dari saudara nya itu. Ia pun menggengam tangan Hanna.
"Kita akan selalu bersama Hanna. Baik dalam keadaan susah dan senang. Semoga Mama bisa sadar bahwa dia telah melakukan kesalahan keduanya.,"
Bi Iyah melihat ketulusan dari nada bicara bintang pun ikut bermonolog dalam hatinya.
"Alhamdulilah dibalik kesulitan ada kemudahan yang Tuhan berikan. Saat nyonya Alleyah tak ada, engkau kirimkan malaikat kecil sebagai ganti orang yang akan mencintai, menyayangi dan menjaga non Hanna. Semoga non Leyah bahagia dan tenang disana ya non."
Pak Bimo didepan malah asyik bernyanyi disaat hati dua perempuan beda usia yang duduk di belakang.
"Betapa malang nasib ku bertemu nyonya Tiri... begitu jahat bagai nenek monster..."
"Duughh."
Kursi pak Bimo terdorong ketika Bintang setengah memukul dan mendorong kursi pak Bimo.
"Dia mama Ku Pak Bimo!"
__ADS_1