ISTRI YANG DIANGGAP BUTA

ISTRI YANG DIANGGAP BUTA
BAB 29 Cinta mu Menyakiti ku


__ADS_3

Dua puluh lima hari telah berlalu. Hari ini perban yang menutupi wajahnya Alleyah akan dibuka. Alleyah yang masih belum mengingat siapa dirinya masih menyimpan banyak tanya apa yang akan ia lakukan pasca operasi ini. Ia harus memikirkan kedepannya. Ia ingin bertemu dengan buah hatinya. Dan ia ingin mencari tahu sendiri apakah sang suami betul-betul telah melupakan nya.


Mr dan Mrs Jhon telah hadir di dalam ruangan itu. Mereka ikut bahagia karena hari ini awal Alleyah membuka lembaran baru setelah hampir setengah tahun Alleyah berjuang untuk bangkit dari sakitnya.


Tiga orang dokter hadir diruangan itu ditemani2 perawat. Tampak seorang dokter di antara mereka bisa berbahasa Indonesia walau tidak terlalu fasih.


"Bagaimana Nona Leyah. Anda siap?"


"Yaz saya siap dokter."


"Baiklah saya akan membuka perban di kepala anda. Tutuplah mata anda."


Dokter wanita itu dibantu 2 perawat membuka balutan kain kasa yang melilit pada wajah dan kepala Alleyah. Hingga pada lapisan terakhir perban itu Mr dan Mrs Jhon menatap tak percaya wajah Alleyah yang dibalik perban itu.


"Maaf saya terlambat....."


Ashray muncul dari balik pintu dan terpaku melihat lapisan perban yang terkahir itu terbuka hingga Ashray dapat melihat jelas wajah Alleyah pasca operasi.


"Maafkan Aku Ley....."

__ADS_1


"Ray???"


Mrs dan Mrs Jhon secara bersamaan dan menatap putra mereka. Ashray mendekat ke arah Alleyah. Ia ambil satu cermin dari tangan perawat yang berada disebelah kanan Alleyah.


Ashray meletakkan kaca yang berukuran sedang itu tepat dihadapan Alleyah.


"Ley.... Buka mata mu."


Ashray duduk disebelah Alleyah dan memegang tangan Alleyah lembut. Alleyah membuka kedua matanya. Alleyah memotret sebuah wajah dari pantulan cermin yang ada dihadapannya. Kedua matanya membesar, raut wajahnya menandakan keterkejutan akan wajah yang ia lihat di bingkai cermin itu.


"Apa ini Ray? Kenapa dengan wajah ku?"


Alleyah memegang wajahnya dengan kedua tangannya. Yang Alleyah tahu ia hanya menjalani operasi untuk pipi sebelah kirinya. Namun setelah ia melihat kedua wajah nya yang hampir satu bulan tertutup perban membuat ia seolah aneh.


Alleyah menyapa dokter wanita yang tadi membuka perbannya tadi. Sang dokter yang ditatap Alleyah dengan bertanya tentang sesuatu yang hanya mampu dijawab oleh Ashray.


"Maaf nona. Saya rasa Tuan Ashray yang berhak menjawab pertanyaan anda. Saya sudah menjalankan tugas saya dan tim saya. Operasi anda saya anggap berhasil. Selamat untuk wajah baru anda. Kami permisi."


Ketiga dokter dan dua perawat tadi menundukkan kepala nya dihadapan Mr dan Mrs Jhon.

__ADS_1


Alleyah menatap Ashray yang masih menatapnya lembut. Mata biru Ashray begitu sendu.


"Maaf kan aku Ley...."


"Ray apa maksud mu dengan semua ini. Kamu yang merencanakan ini?"


Mrs Jhon mendekati Alleyah, sebuah pelukan ia berikan kepada Alleyah. Enam bulan bersama Alleyah, ia sudah merasa nyaman terlepas bahwa ia tidak tahu jika wanita yang sedang ia peluk adalah anak dari sahabat masalalu nya.


Ya Nyonya Soraya dan Mrs Jhon alias Kinan adalah sahabat ketika masih gadis hingga mereka sama-sama menikah dengan bule dan mengikuti suami mereka masing-masing. Kinan lebih memilih ikut suaminya ke Amerika berbeda dengan Soraya yang mempertahankan suaminya untuk tetap di Indonesia.


Sifat Alleyah sangat mirip dengan kedua orang tuanya. Sifat baik hati dan mudah iba terhadap orang lain. Namun untuk jiwa bisnisnya, Alleyah mewarisi karakter Tuan Daminson.


Alleyah melerai pelukannya dari Mrs Jhon. Ia menatap Ashray meminta penjelasan.


"Katakan Ray. Apa semua ini?"


Suara Alleyah sedikit parau dan ia merasa sangat sedih karena wajah nya yang sangat berbeda dengan wajah aslinya.


"Maaf Ley.,.. aku sangat mencintai mu. Aku tidak ingin kehilangan kamu. Aku lakukan semua ini demi kamu Ley."

__ADS_1


"Plak."


"Lagi Ray, cinta mu menyakiti aku!"


__ADS_2