ISTRI YANG DIANGGAP BUTA

ISTRI YANG DIANGGAP BUTA
BAB 27 Ingatan Alleyah


__ADS_3

Alleyah masih bersimpuh dan menangis begitu pilu. Hatinya merasa kecewa kepada lelaki yang ia anggap begitu tulus ternyata berbohong Padanya. Lelaki itu menyembunyikan sesuatu yang ia sangat ingin tahu tentang dirinya.


Alleyah menyapu kedua pipi yang masih mengeluarkan air mata dengan kedua tangan lembutnya.


Alleyah berdiri dan mencoba menelisik kedalam dua netra lelaki yang bermata biru itu.


"Katakan pada ku Ray sejak kapan kamu menyembunyikannya sesuatu yang sangat ingin aku ketahui itu?"


Ray mendekat ke Alleyah ia mengambil satu tangan Alleyah dan mengecupnya.


"Maafkan aku Ley, bukan aku bermaksud menyembunyikan nya namun kondisi ingatan mu yang belum pulih membuat aku masih menyimpannya karena akan berpengaruh kepada operasi mu jika kamu terlalu banyak pikiran. "


"Sekarang aku sudah menjalani operasi. Aku tinggal masa pemulihan. Dokter Jhenny mengatakan satu Minggu lagi aku bisa berjalan tanpa tongkat ini"


Alleyah masih mencoba menahan amarah dan rasa sesaknya kepada Ray. Lelaki yang sedari kecil tinggal di Amerika itu namun fasih berbahasa Indonesia karena sang ibu asli orang Indonesia membuat Alleyah selalu bisa luluh karena kelembutan nya.


"Baiklah, aku akan menceritakan kepada mu tentang kamu Dan masalalu mu. Namun berikan aku satu pelukan Ley. Karena aku tak tahu setelah ini apakah kamu akan masih bisa ku lihat dengan jarak yang dekat. Atau setelah ini aku bisa mendengar tawa mu atau aku bisa memeluk mu."


Pertama kali Alleyah melihat lelaki yang selalu memasang wajah ceria ketika bersama nya ini menangis. Pipinya yang sedikit dihiasi brewok tipis terlihat basah oleh butiran bening yang mengalir dari sudut mata birunya.

__ADS_1


Alleyah maju satu langkah dan masuk dalam rentangan tangan Ashray. Ashray membenamkan kepala wanita yang telah memiliki satu anak itu kedalam dada bidangnya. Ia mengecup kepala Alleyah.


Satu kursi yang ada disebelah Alleyah ditarik tangan kekar lelaki itu. Ia mendudukkan Alleyah pada kursi berwarna silver itu.


Ashray menarik satu kursi lainnya. Mereka duduk berhadapan. Ashray menceritakan bahwa Allayeh memiliki seorang suami dan satu anak wanita. Bahkan sampai kenapa Alleyah menjadi korban dari bencana Tsunami itu karena sedang mencari bukti perselingkuhan suaminya.


Bahkan beberapa potong video Ashray tunjukan akan kebeja**n Rangga dan Wulan yang memanipulasi kematian nya. Juga Beberapa perselingkuhan nya yang sempat anak buah Ashray dapatkan dari beberapa orang yang mereka minta untuk mencari bukti hubungan Rangga dan Wulan sebelum kejadian bencana di Aceh.


Bahkan foto akad nikah terbaru Rangga dan Wulan ditunjukkan oleh Ashray kepada Alleyah lewat ponsel nya


Alleyah mendengar cerita Ashray menangis tersedu-sedu karena merasa malang memiliki suami sebej** Rangga dan mendengar jika wanita yang telah menikah dengan suaminya itu juga membuat seolah-olah dia telah meninggal dunia.


"Maafkan aku Ray, maaf untuk semua caci maki ku tadi. Maaf karena salah menilai mu."


"Ley, adakah ruang dihatimu untuk ku sedikit saja?"


Dua insan saling menatap dua insan yang sedang saling menyelami hati satu sama lain.


Alleyah memajukan wajahnya ia memandangi wajah tampan Ashray. Ada debaran dalam hatinya. Detak jantung yang berdetak tak berirama.

__ADS_1


Ashray membuka lebar matanya ia merekam jelas wajah Alleyah. Mereka kembali saling memandang.


"Jangan kau tinggalkan aku lagi Ley. Aku sangat mencintaimu. Aku tak mampu bangkit untuk kedua kalinya jika kau tinggalkan aku."


"Aku tidak tahu apa itu cinta Ray. Tapi cinta tulus mu disaat aku yang terbuang ini mampu menghadirkan cinta mu dalam ruang hati ku."


Hati Ashray berbunga-bunga mendengar satu kalimat yang menyatakan bahwa dirinya ada direlung hati Alleyah terlepas bagaimana cinta mereka menghadapi kenyataan bahwa Alleyah adalah istri orang itu tak membuat Ashray menyerah.


Namun di satu ruangan rumah sakit seorang wanita yang sedang membaca sesuatu pesan dari ponselnya cepat menghubungi seseorang lewat ponselnya itu.


"Halo. Cepat kirimkan pada mu. Aku akan kirim bonus mu karena kerja cepat mu."


Wajah wanita itu tersenyum bahagia setelah ia menutup telpon itu laku mengirim sejumlah uang dalam jumlah yang besar untuk mata uang dollar.


Lalu wanita itu memanggil seorang perawat untuk mengambilkan obat yang telah ia resep kan. Lalu perawat itu menghilang dari balik pintu.


"Kita lihat Ray, bagaimana jika Leyah bisa mengingat masa lalunya. Kau bilang cinta ku obsesi. Nyatanya cinta mu juga obsesi. Kamu tidak memberikan obat yang harus dikonsumsi pasien amnesia. Sayang sekali kali ini Alleyah sudah rutin meminum nya hampir 1 bulan ini.Heh."


Wanita itu tersenyum smirk karena merasa rencananya akan berhasil membuat Alleyah pulih ingatannya.

__ADS_1


__ADS_2