ISTRI YANG DIANGGAP BUTA

ISTRI YANG DIANGGAP BUTA
BAB 7 Cinta Jhenny pada Ashray


__ADS_3

"Bruugh...."


Tiba-tiba Wulan ambruk disebelah makam Alleyah dan Rangga pun mengangkat setengah tubuh Wulan.


"Wulan.... Wulan." Rangga menepuk-nepuk pipi Wulan agar Wulan sadar.


"Dad, kita bawa Tante Wulan kedalam mobil dulu. Kasihan Tante Wulan disini cuaca cukup panas Dad" Hanna terlihat memegang tangan Wulan penuh rasa khawatir.


Rangga menggendong tubuh Wulan kearah mobil dan diikuti oleh Hanna dari belakang. Hanna membawa tas Wulan yang tadi terjatuh ketika Wulan pingsan disebelah makam Mommy nya.


Setelah sampai di mobil Rangga membawa Wulan ke mansion nya. Sesampai di mansion nya , Rangga membaringkan tubuh Wulan di kamar tamu. Hanna pun masih mengekor. Sesampai di kamar itu, Rangga mengoleskan minyak angin ke area leher dan hidung Wulan.


Tampak wanita cantik bermata coklat dan berambut coklat itu pun mengerjapkan matanya. Dan merintih kesakitan di bagian kepala nya.


"Tenang lah, lebih baik Anda berbaring dahulu. Tadi anda pingsan di makam Alleyah." Rangga menahan pundak Wulan saat wanita itu mencoba bangkit dari posisi nya.


"Iya Tante, istirahatlah dahulu" Hanna yang duduk ditepi kasur pun tersenyum manis pada Wulan.


Wulan memandang ke sekeliling nya.


"Tante dimana sekarang?" Wulan mengakhiri pandangan nya pada wajah polos dan cantik Hanna.


"Tante di rumah kami. Istirahat lah Tante nanti dokter Lexa akan datang dan memerikasa Tante" Hanna kini mendekat pada Wulan dan menggenggam tangan Wulan.


Buah jatuh tak jauh dari pohonnya maka adalah ungkapan yang pantas untuk Hanna yang mewarisi sifat ramah, murah senyum dan baik hati dari sang ibu dan juga kecantikan alami nya dengan mata sipit dan bibir mungil serta bulu mata yang lentik membuat gadis kecil itu sangat mirip dengan Alleyah.


"Baiklah sayang, kamu harus membersihkan diri, biarkan Tante Wulan istirahat. Nanti Tante Lexa akan datang. Dan Daddy pun ingin membersihkan diri." Rangga menggendong putri nya dan membawanya keluar dari kamar tamu itu meninggal kan Wulan sendirian.


"Lihat Alleyah, putri mu pun begitu menyukai aku. Dan kepolosan serta kebodohan mu kau wariskan juga pada putri mu itu. Heh. Sebentar lagi aku pastikan aku akan jadi nyonya di sini bahkan perusahaan mu yang telah menghancurkan perusahaan papa ku 9 tahun lalu aku pastikan akan menjadi milik ku!" Wulan memiringkan tubuhnya dan meletakan telapak tangannya ke pipi dan tersenyum dengan licik.

__ADS_1


________


Jika Wulan sedang merasakan bahwa ia telah hampir sampai pada kemenangan namun Alleyah yang sedang berada di Amerika pun harus menghadapi sesosok wanita yang merasa terusik akan kehadiran Alleyah di kehidupan Ashray.


Jhenny, ya ia adalah dokter saraf yang bertugas di RS Jhon And Jhon (RS JAJ). Dokter itu terlihat gusar selama satu bulan ini karena pria yang selama ini ia sukai membawa wanita dari Indonesia yang beredar gosip bahwa wanita itu adalah calon menantu pemilik rumah sakit terbesar di kota ini.


"Aku tahu kau menaruh hati pada pasien yang sengaja kau bawa dari indo itu kesini atas permintaan Tuan Jhon, Ray. Aku sebagai sahabat mu hanya ingin menyadarkan diri mu. Kita ini ibarat rakyat jelatah jangan sampai berurusan dengan mereka yang memiliki tangan Tuhan" Jhenny yang meletakan sandwich nya di meja yang berada didepan Ashray, yang sedang menikmati sarapannya di kantin rumah sakit itu.


"Apa maksud mu Jhen?" Ashray meletakan sandwich nya dan memandang sahabat dari SMA nya itu.


"Kau tahu siapa Tuan Jhon, dan kau bilang wanita yang baru saja menjalani operasi tempurung lutut itu adalah calon menantu nya. Maka kau hanya lah semut kecil yang berada di Hutan rimba. Jangan coba masuk ke kebun yang begitu dijaga ketat oleh penghuninya apalagi mengambil makanan di kebun itu." Jenny menggigit sandwich nya dan masih menatap Ashray.


Ashray tidak menanggapi perkataan sahabat nya yang juga rekan kerja di rumah sakit ini. Dia tahu bahwa Jhenny begitu karena cemburu pada Alleyah. Karena hampir setiap waktu senggang Ashray, ia gunakan untuk menemani atau mengobrol dengan Alleyah.


"Ku dengar wanita itu sudah menikah, dan dia lupa ingatan. Dan kabarnya lagi, putra tunggal Tuan Jhon sempat frustasi beberapa tahun lalu bahkan sempat mengurung diri dari dunia luar hingga nyaris kehilangan nyawa nya karena obat terlarang. Karena frustasi kehilangan cinta pertama nya. Dan berita terbaru, wanita di kamar Maroon 101 itu adalah cinta pertama Putra Tuan Jhon."


Ashray menghabiskan jus wortel nya setelah menelan potongan terakhir sandwich nya.


(Dan kita akan lihat siapa yang akan jadi pemenang di hati nya. Putra Tuan Jhon atau aku sahabat mu).


Ashray berjalan meninggalkan Jhenny sendiri. Jhenny menatap tajam punggung sahabat nya itu yang berjalan ke arah lift. Rasa benci kepada Alleyah makin memuncak namun ia tak mampu berkutik seperti biasa yang ia lakukan kepada wanita-wanita yang menaruh hati pada Ashray. Karena rival nya kali ini calon menantu manusia bertangan Tuhan di kota ini.


Mr. Jhon. Tidak ada tokoh politik bahkan orang besar dikota ini tidak mengenal Mr Jhon dengan segala kekuasaan nya.


"Aku akan membuat mu menjadi menantu Mr Jhon... Karena Ashray adalah milik ku" Jhenny menghabiskan jus tomatnya dan berjalan dengan tergesa-gesa meninggalkan kantin dengan sebuah rencana.


Setiba di ruangan Alleyah, Jhenny menyapa Alleyah dengan ramah.


"Pagi Nona Alleyah. Bagaimana istirahat Anda?" Jhenny memeriksa tekanan darah Alleyah dan melihat kearah jam yang melingkar ditangannya.

__ADS_1


"Baik dokter, apakah pasca operasi kedua ini akan terasa sama sakitnya seperti operasi pertama dokter?" Alleyah menatap Jhenny dengan wajah sedikit sedih.


"Tenang lah operasi kedua ini lebih ke Saraf-saraf mu bukan tulang. Maka rasanya mungkin tidak terlalu sakit seperti yang pertama. Tenang saja operasi ini untuk membuat lutut mu kembali menjadi stabil sehingga lutut mu dapat berfungsi kembali dan dapat digunakan dalam aktivitas keseharian. Namun tetap harus dilakukan terapi pasca operasi." Jhenny kini duduk ditepi kasur Alleyah dan menggenggam tangan Alleyah serta menatap Alleyah.


"Kamu tahu Alleyah, hampir setiap gadis di kota ini begitu ingin mengenal bahkan dekat dengan putra tunggal dari Mr. Jhon pemilik rumah sakit ini. Dan kamu beruntung karena kabar yang kudengar putra nya dan Mr serta Mrs Jhon mengumumkan kamu adalah calon menantu nya. Maka kami semua di rumah sakit ini memberikan perhatian ekstra kepada mu." Jhenny menatap bola mata Alleyah.


Dalam hati Jhenny merasa iri karena Alleyah memiliki wajah Indonesia yang kecantikan nya alami bahkan tanpa polesan make up pun wajah Alleyah mampu membuat orang yang memandang nya menyematkan kata cantik. Bahkan luka sayatan di wajah kiri Alleyah pun tak membuat kecantikan rival nya ini terlihat jelek.


"Semua berita itu tidak benar, aku hanya wanita yang malang. Aku...." Alleyah berhenti berkata karena tiba-tiba pintu didorong oleh lelaki berseragam hitam dan menundukkan kepala setelah seorang wanita paruh baya memasuki ruangan itu dengan paper bag ditangan nya.


Jhenny pun cepat berdiri dan menunduk kan kepala kepada wanita itu. Wanita itu tidak lain adalah Kinan alias Mrs. Jhon.


"Kamu sudah sarapan Dear?" Mrs Jhon sudah duduk dan mencium pipi Alleyah.


Alleyah tersenyum lalu melirik nampan sarapan nya yang diantar perawat beberapa menit lalu dan menggeleng kan kepala nya.


"Mommy buat kan kamu sup ikan salmon." Mrs Jhon melihat ke arah Jhenny yang masih berdiri disebelah Alleyah.


"Apakah masih ada pemeriksaan yang belum selesai dokter?" Mrs. Jhon kembali membuka paper bag yang berada di tangannya.


"Tidak Nyonya. Baiklah kalau begitu nona Alleyah semoga anda cepat sembuh dan rileks saja malam nanti operasi akan kita lakukan. Saya permisi dulu" Jhenny menundukkan kepala nya ke arah Mrs Jhon dan Alleyah.


"Tunggu, tolong panggilan dokter Ashray, karena ada hal yang penting ingin saya sampaikan pada nya" langkah Jhenny terhenti mendengar suara lembut Mrs Jhon.


"Apakah dia melakukan kesalahan Nyonya? karena setahu saya dokter Ashray tidak menangani Nona Alleyah pada pengobatan ini" Jhenny masih menunduk hormat pada Mrs Jhon


"Ya, dia melakukan kesalahan besar. Dan pagi ini saya sendiri yang akan memberikan nya peringatan!" suara Mrs Jhon terdengar sedikit jengkel.


"Baik nyonya, akan saya panggil kan" Jhenny kembali melangkah dan meninggalkan ruangan Alleyah.

__ADS_1


"Aku sudah mengingatkan mu Ray. Kali ini ku pastikan kamu tak akan bisa meraih cinta mu. Cinta mu hanya akan menjadi sebuah oase di padang pasir" Jhenny tersenyum senang karena merasa jalan Ashray untuk memiliki Alleyah sudah jelas tidak akan mulus.


__ADS_2