ISTRI YANG DIANGGAP BUTA

ISTRI YANG DIANGGAP BUTA
Bab 30 Kebenaran


__ADS_3

Alleyah telah mengurung dirinya selama 3 hari. Ia tak keluar dari kamar mewah nan megah milik Mr Jhon. Ia masih merasa hilang arah saat mengetahui wajahnya berubah 180 derajat. Semua adalah ide Ashray yang merasa takut kehilangan Alleyah.


Ashray takut Alleyah akan kembali pada Rangga karena Hanna. Namun Alleyah merasa Ashray begitu egois karena tak memikirkan perasaanya yang begitu ingin bertemu keluarganya dan terlebih lagi anaknya.


Mrs Jhon masuk kedalam kamar Alleyah. Alleyah duduk dengan menatap kaca di balkon kamarnya dengan posisi memeluk lututnya. Kedua matanya masih sembab serta wajah nya sangat murung.


"Ley....."


Mrs Jhon membelai rambut Alleyah dengan lembut. Mrs Jhon duduk disebalah Alleyah. ia memeluk dan mengusap lembut lengan Alleyah. Kepalanya ia sandarkan pada lengan Alleyah.


"Kau tahu Ley, Ray pernah mengalami seperti dirimu. Perasaan hancur, perasaan tak ingin mengenal duni, hampir beberapa tahun ia habiskan waktunya di dalam kamar."


Alleyah menoleh ke arah Mrs Jhon.


"Semua karena rasa cinta nya yang belum bersemi namun telah mati. Ia jatuh cinta pada mu saat pertama melihat mu dibawah menara Eiffel. Saat itu kamu tertawa bahagia sekali. Namun hatinya harus rela ketika kamu memeluk lelaki yang sekarang menjadi suami mu."


Mrs Jhon merubah posisi duduknya yang juga memeluk kedua lututnya.


"Melihat mu bahagia, ia ikut bahagia. Namun sebuah kebenaran ia sembunyikan dari dirimu Ley."


Netra Alleyah menatap mata Mrs Jhon serius. Dengan bibir yang masih membisu.

__ADS_1


"Kebenaran jika suami mu telah menyakiti mu, kebenaran bahwa posisi mu di istana mu telah terganti oleh wanita lain, kebenaran tentang istrinya yang dianggap nya buta telah direkayasa hingga dianggap tiada untuk selamanya didunia ini."


Alleyah mencari kebenaran dari ucapan Mrs Jhon.


"Tapi tidak dengan merubah wajah ku mom."


"Kau sama seperti Soraya."


"Siapa Soraya?"


"Seorang perempuan yang berhati baik,sering membantu orang lain bahkan sering dimanfaatkan orang-orang karena hatinya terlalu baik. Ia Mommy mu."


"Mommy..... Mom mengenal orang tua ku?"


"Sungguh?"


"Sungguh. Soraya dan Daminson adalah orang tua mu. Kami adalah sahabat ketika kami sama-sama sekolah menengah. Dan kami terpisah karena Mom harus ikut Daddynya Ashray ke Negara ini."


"Lali kenapa Ashray harus mengubah wajah ku mom?"


Seorang lelaki muncul dari balik pintu. Lelaki tampan yang mengenakan jas berwarna merah maroon dan kacamata dokternya.

__ADS_1


"Karena kamu harus membalaskan dendam untuk rencana pembunuhan mu disaat gagal hingga membuat mu buta selama 5 tahun dan untuk rekayasa yang suami mu buat bersama pelakor yang sekarang menjadi istrinya. Dan untuk seorang suami juga seorang ayah yang tega menyiksa anaknya sendiri!"


Ashray duduk berjongkok dan menyerahkan sebuah foto ke Alleyah. Foto Rangga sedang menarik rambut Hanna dengan kasar ke arah dalam mobil.


"Di-Dia anak ku Ray?"


"Ya Ley.... dia Hanna. Putri mu. Dia menanti ibunya dalam setiap mimpinya. Aku ingin kamu kembali ke dalam hidupmu tapi dengan Leyah yang baru, Leyah yang kuat, Leyah yang tak mengedepankan rasa sayang dan belas kasihan....."


"Hiks.Hiks.... Han-na"


Adegan demi adegan kebersamaan Alleyah bersama Hanna muncul di pelupuk mata Alleyah. Saat Alleyah menghabiskan waktu bersama di pantai, saat mereka piknik, saat mereka berenang bersama-sama.


"Aku ingin pulang Ray...."


"Kamu bisa pulang Ley tapi tidak sekarang."


Mrs Jhon menenangkan hati Alleyah.


"Kamu boleh pulang tapi ada syaratnya."


"Syarat?"

__ADS_1


Ashray menatap jendela dengan membuka kacamatanya.


"Ikuti rencana ku Ley."


__ADS_2