ISTRI YANG DIANGGAP BUTA

ISTRI YANG DIANGGAP BUTA
BAB 34 Menjebak Rangga


__ADS_3

Cukup Lama Alleyah duduk di kursi tunggu. Dan tak lama muncul Wulan dan Rangga. TAmpak Orang tua Alleyah marah pada dua orang tersebut.


"Kemana kalian? Apa yang terjadi dengan Hana?!" Ucap Tuan Daminson penuh amarah. Ia pun dengan emosi hampir menampar Rangga, beruntung di tahan sang istri.


Didalam kekalutannya, Rangga yang duduk di belakang lelaki yang tak lain orang suruhan Alleyah untuk menjadi umpannya.


"Sayang sekali, cantik, kaya tapi sebentar lagi mati. Sungguh miris. Andai orang tahu kalau jika dia hanya tinggal berapa bulan lagi hidup. Mungkin orang akan menikahinya. Kita harus siap-siap mencari bos baru jika Miss Elena sudah tiada." Ucap Lelaki itu sengaja agar Rangga mendengar.


Rangga pun melirik Miss Elena. Ia melihat seorang perempuan dengan penampilan cantik, seksi, pintar tapi seperti orang yang buta.Ia menatap Elena dari tempat duduknya.


Elena yang mendapatkan kode jika Rangga sepertinya telah mendengar segera pergi berlalu. Namun saat didalam mobil ia meminta pada anak buahnya untuk tidak membiarkan anaknya tidak di awasi. Ia khawatir jika Rangga dan Wulan akan mencelakai anak semata wayangnya. Ia bisa melihat bagaiamana Wulan menatap kedua orang tuanya penuh benci. Beberapa orang suruhan Alleyah tinggal tak jauh dari ruangan Hana. Mereka mengawasi ruangan itu.


Alleyah pun kembali ke Apartemennya, ia mengistirahatkan tubuhnya dan pikirannya. Ia menangis di dalam bathroom, ia menangisi kebodohan dan rasa rindu yang menyesakkan dadanya.


Malam pun tiba, Alleyah alias Elena telah siap dengan gaun merah mawarnya. Ia tidak menggunakan tongkat melainkan ia dituntun oleh pengawalnya. Kedatangan Elena ke pesta itu disambut hangat ora tamu. Namun satu mata Justru tak mau lepas dari Elena. Siapa lagi kalau bukan Rangga.


Jika dulu ia mengkhianati cinta Alleyah untuk Wulan perkara Ranjang. Kali ini justru karena kecantikan dan harta yang dimiliki Elena membuat Rangga juga berpikir bagaimana jika ia bisa menikah dengan Elena yang kabarnya menderita penyakit yang mungkin waktu hidupnya tak lama lagi.


"Perempuan itu... Dia yang dirumah sakit tadi. Wow. Amazing, andai aku dulu bertemu dia lebih dulu. Mungkin aku akan memilih dia daripada Alleyah atau Wulan." Batin Rangga tengah menikmati anggur ditangannya dan tetap menatap Elena.


Elena pun dibalik kacamata hitamnya bisa melihat jelas Rangga. Lelaki itu betul-betul mudah di jebak batin Elena. Ia bahkan menyesali pernah jatuh cinta pada orang yang salah.


"Cih. Dalam kondisi Hana dirumah sakit pun. Kamu masih bisa-bisanya datang ke pesta. Aku tak akan membiarkan kamu bersenang-senang Rangga. Kamu sudah menyakiti aku dan juga Hana." ucap Alleyah dalam hatinya.


Saat selesai mengucapkan kata sambutan. Elena di antar mengelilingi para tamunya.


"Helo Miss... Let ne introduce my self. I am Mr Rangga." Ucap Rangga memperkenalkan dirinya.

__ADS_1


Semua sudah di rancang. Ajudan yang dari tadi menemani Alleyah pura-pura menerima panggilan dan ia menitipkan Elena pada Rangga.


"Pergilah. Aku bisa menjaga diriku sendiri." Ucap Elena pada ajudannya.


Rangga tersenyum senang karena ada waktu berduaan dengan perempuan cantik dan juga kaya.


"Jadi anda bisa bahasa Indonesia?" Tanya Rangga.


"Ya saya bisa berbahasa Indonesia. Saya kelahiran Indonesia hanya lama di Amerika." ucap Elena angkuh.


"Apakah anda tidak datang bersama kekasih anda kemari Nona?" Tanya Rangga lagi.


"Heh. Anda sedang mengejek ku Mr. Rangga. Mana ada perempuan seperti aku ini memiliki kekasih." Ucap Alleyah alias Elena lagi.


"Ah, tidak mungkin perempuan secantik anda tidak memiliki kekasih." Ucap Rangga lagi.


Ia sengaja terlihat gelisah. Rangga yang melihat kegelisahan Elena pun bertanya.


"Anda butuh sesuatu Miss Elena?" Tanya Rangga.


Elena pun mengatakan jika dirinya ingin pergi ke toilet. Baru ia akan menghubungi ajudannya lewat headshet yang menempel di telinganya tetapi Rangga justru segera mengatakan bahwa ia akan mengantar Elena ke toilet. Elena pun menerima genggaman tangan Rangga. Ia berjalan beriringan dengan Rangga. Ayah dari Hana itu begitu terpaku dan terpukau akan kecantikan Elena. Ia pun memikirkan satu hal yang membuat ia kembali mencari keuntungan untuk kehidupannya. Dulu ia menikahi Wulan karena merasa Alleyah kurang menarik, perempuan itu tak bisa membahagiakannya. Tahun demi tahun pernikahan mereka cinta Rangga pada Alleyah kian tergerus. Ia pikir akan bahagia setelah menikah dengan Wulan, dan kembali ia tak mendapatkan kebahagian. Wulan justru lebih menjengkelkan. Terbiasa hidup bersama Alleyah yang lemah lembut, yang selalu menuruti kemauannya juga percaya 100 persen dengan dirinya membuat ia mulai ingin mencari pelarian.


Itulah jika menikah hanya untuk mencari kesenangan sendiri. Mau ratusan kali Rangga menikah, ia tak akan menemui istri yang sempurna dan bisa membahagiakan di seutuhnya jika ia selalu ingin dimengerti tanpa mau mengerti.


Malam itu Alleyah pun merasa senang, ia mengenal Rangga. Mantan suaminya itu justru kini telah masuk perangkapnya. Saat rangga menawarkan diri untuk mengantarnya, Elena alias Alleyah setuju. Ia pun diantar oleh Rangga. Tetapi satu anak buah selalu membuntuti Alleyah atas titah Ashray. Sejak malam itu, Rangga sering menelpon Alleyah tanpa sepengetahuan Wulan.


Elena merasa timing yang ia nantikan sudah cukup. Ia memberikan sebuah kerjasama yang baik pada Rangga.

__ADS_1


"Baiklah, deal. Kita akan kerjasama. Oya Mr. Rangga katanya kamu sudah menikah, kenapa aku tak pernah tahu istri mu." Ucap Elena.


"Hah, aku tak tahu Miss. Miris sekali kondisi kehidupan ku. Aku kehilangan istri ku saat musibah Tsunami datang. Dan kamu tahu, anak satu-satunya hasil pernikahan ku dengan istri sebelumnya selalu saja di siksa oleh istri ku yang sekarang, aku ingin sekali terbebas dari dirinya tapi semua saham perusahaan ku kini ada di bawah tangannya." Ucap Rangga.


"Oh, malang sekali putri mu Rangga, aku jadi teringat putri angkat ku di Amerika. Aku rindu dia..." Ucap Elena yang terlihat menahan tangis karena ia betul-betul rindu Hana.


"Benarkah? Besok ulang tahun putri ku. Kamu tahu, semalam aku bertengkar dengan istri ku karena aku ingin mengadakan pesta dan ingin mengajaknya jalan-jalan tapi semua ditolak oleh Wulan." Ungkap Rangga lirih.


"Gadis malang, bagaimana kalau besok kamu bawa gadis mu ke panti asuhan, aku biasa mengadakan ultah putri angkat ku di panti asuhan jika di amerika." Ucap Elena lagi.


"Wow, ada kesamaan antara kamu dan putri ku..." Ucap Rangga kaget.


"Oh ya? Sayang ya kamu bertemu Wulan lebih dulu. Andai...." Ucap Elena sengaja ia tak lanjutkan.


"Andai... apa? Maafkan aku Miss Elena, namun aku pun berpikiran yang sama, andai Hana memiliki ibu yang cantik sepertimu, yang tak hanya cantik paras tapi juga hatinya..." Ucap Rangga sambil meng3cup tangan Elena.


Elena tampak mencari keberadaan Rangga, Elena memegang kedua pipi Rangga dengan tangannya.


"Really?" Tanya Elena.


"Yes,"


"Let's start, leave Wulan, I will be a good mother and a good wife for you..." Ucap Elena.


{Mari kita mulai, tinggalkan Wulan, aku akan menjadi ibu yang baik dan juga istri yang baik untuk mu...}


Rangga tersenyum bahagia, ia bagaikan strike di tengah lautan yang dimana ikan besar menjadi hasil tangkapannya. Justru di saat itu Alleyah alias Elena yang merasa bahwa ia sudah berhasil menangkap Rangga menjadi hasil buruannya. Ia tinggal mengeksekusi mantan suaminya dan Wulan, ia tidak sabar ingin melihat reaksi juga mimik wajah Wulan saat apa yang menjadi miliknya diambil oleh orang lain, saat semua baik-baik saja menjadi tidak baik karena hadirnya orang ketiga.

__ADS_1


__ADS_2