
Alleyah yang telah menjalani operasi kedua dengan saraf yang berada di lutut kirinya kini telah membaik walau Alleyah harus mengenakan satu tongkat untuk menantu nya berjalan karena masih masa pemulihan.
Sebuah mansion yang konsep ramah lingkungan m terlihat dari setengah bagian atap rumah yang diselimuti oleh rumput berwarna hijau.
Bangunan utama dibangun dengan denah tapak kuda, dan terbagi menjadi dua bagian yaitu sayap selatan, dan utara.
Pada sayap utara, bangunanya diisi oleh ruangan-ruangan ekstra luas seperti ballroom, gym, ruang makan formal, hometheater, gudang anggur.
Sementara kamar tidur utama, ruang keluarga, dan kamar tamu terdapat pada sayap selatan, semuanya bergaya suite.
Alleyah tampak sedang berdiri diatas balkon kamarnya. Ia memikirkan mimpi-mimpi yang beberapa malam ini mengganggu tidurnya.
Satu pelukan dari arah belakang tubuh Alleyah membuat wanita yang hatinya sebenarnya sedang berkecamuk karena ingatan nya akan potongan-potongan adegan ia bersama seorang lelaki tampan dan berwajah Asia. Bahkan kemesraan dia dan lelaki itu sempat muncul beberapa kali dalam mimpinya.
Alleyah melerai pelukan dari orang yang tidak lain adalah Ashray. Ia berbalik dan tersenyum pada lelaki yang menaruh hati padanya. Alleyah dapat melihat jelas cinta yang Ashray miliki untuk dirinya. Perlakuan nya, tatapan nya. Semuanya membuat Alleyah beberapa hari ini sedikit menjaga jarak.
"Ada apa Ley? Apa yang kamu pikirkan. Kenapa semenjak pulang dari rumah sakit kamu seperti selalu membuat jarak antara kita. Apakah karena kamu sudah bisa berjalan lantas kamu menjauh?"
Ashray menyelipkan rambut Alleyah yang berterbangan di depan wajahnya karena tiupan angin malam itu cukup kencang, bahkan gaun yang Alleyah kenakan pun cukup membuat Ashray merasa kepanasan karena ikut bergoyang ditiup kencang angin.
Namun dokter tampan itu selalu menahan hasrat nya untuk menyentuh wanita yang hampir 10 tahun ini membuatnya gila karena cintanya yang mati sebelum berkembang.
__ADS_1
Namun seolah lelaki keturunan Indonesia ini tidak ingin melewatkan kesempatan emas karena wanita yang selama ini ia cintai ada didekatnya bahkan ia bisa begitu dekat bahkan menjadi pahlawan bagi wanita itu karena disaat ia terpuruk hanya dirinya dan orang tuanya yang berada disisi Alleyah.
"Aku mulai mengingat masalalu ku Ray."
Alleyah menatap netra lelaki yang selalu tulus memberikan perhatiannya. Kedua bola mata Ashray yang berwarna biru melebar seolah terkejut. Ada rasa sedih menghinggapi hati lelaki bertubuh 190 cm itu.
"Apa yang kamu ingat Ley?"
"Tentang seorang lelaki yang aku cintai dan tentang seorang anak perempuan yang manis. Aku mengingatnya momen dimana aku bahagia bersamanya."
Deg.
Ashray bergerak kesamping Alleyah. Lelaki itu menggenggam besi yang ada pada balkon itu dan lelaki itu menatap hamparan rumput hijau yang terdapat di bawah sana.
"Simpan lah perasaan mu untuk ku Ray. Aku takut dengan kenyataan yang akan kamu hadapi ketika ingatanku akan kembali 100 persen dan ternyata aku dan lelaki itu saling mencintai."
"Ley..... Jangan kau patahkan hati ku kembali. Ku mohon padamu jangan pernah kembali ke Indonesia."
"Ray. Kau sudah berjanji akan membantu ku untuk menemukan keluarga ku jika aku sehat."
"Lalu bagaimana dengan diriku Ley? kau akan tersenyum lagi dengan lelaki itu? kau akan memaafkan nya dengan kelakuan bejatnya telah berselingkuh dibelakang mu bahkan sekarang di sudah menikah lagi! Belum genap 1 tahun kau menghilang dari nya! aku! aku masih belum bisa melupakan mu hampir 10 tahun Ley. 19 tahun bukan waktu yang sebentar Alleyah Salsabilah!"
__ADS_1
Suara Ashray bergema ketika menyebut nama lengkap Alleyah.
Alleyah menutup kedua mulut dengan jari-jarinya. Ia tak percaya dengan kata-kata yang baru saja ia dengar.
"Plak!"
"Hiks.Hiks.Hiks."
"Katakan padaku Ray sejak kapan kau tahu tentang aku! Apa yang kau sembunyikan dari ku Ray! cepat katakan!"
"Bugh."
"Bugh."
Alleyah menangis dan memukul dada bidang Ashray berkali-kali.
"Katakan Ray.... Katakan.... sejak kapan kau membohongi ku."
Isak tangis Alleyah terdengar begitu pilu. Alleyah telah menangis bersimpuh di hadapan kaki Ashray.
Baru saja Ashray ingin meraih tubuh Alleyah untuk bangkit kembali wanita yang tak pernah menunjukkan emosinya kali ini seolah bukan Alleyah yang Ashray kenal.
__ADS_1
"Stop! Jangan Sentuh Aku!"