
Ketika operasi akan dilakukan Jhenny kaget karena ketika akan menandatangani berkas operasi Alleyah terlihat nama dr. Ashray Kemal , Sp.B, FICS yang tidak lain merupakan sahabatnya Ray.
"Kenapa tiba-tiba Ray masuk dalam tim operasi Alleyah hari ini?" Jhenny tertegun menatap map merah yang berada ditangannya seraya bergumam.
Jhenny berjalan meninggalkan ruang nya menuju bagian administrasi yang menangani masalah berkas operasi seperti saat ini.
"Katakan pada ku kenapa tiba-tiba ada nama dokter Ashray di sini?" Jhenny menatap pria yang sedang sibuk dengan komputernya. Terlihat pria itu menaikan kacamata nya ke atas kepala dan mengernyitkan alisnya.
"Maksud mu?" pria itu menatap dr. Jhenny bingung.
Jhenny melempar map merah berkas operasi Alleyah ke meja lelaki itu dengan kasar.
Tampak lelaki itu mengambil map tersebut dan membuka nya. Lalu kembali menurunkan kacamata nya ke posisi semula dan menghadap ke arah komputer di depannya. Dan menanggapi santai pertanyaan dr. Jhenny.
"Itu permintaan langsung dari calon mertua pasien. Dan anda pasti tahu dokter, siapa yang saya maksud." lelaki itu menjawab dengan menekan jari-jari nya pada keyboard yang berada didepan nya.
"Apa maksud semua ini. Bukankah aku dokter yang akan membedah Alleyah. Apakah Dokter bedah umum sekarang sudah bisa beralih profesi ke ahli saraf?" dr. Jhenny mendengus kesal dan mengambil map yang ia lempar kemeja tadi lalu berjalan meninggalkan ruang administrasi dan menuju ruang Ashray.
Sesampai di ruangan Ashray Jhenny melihat beberapa lelaki berjas hitam berdiri di depan ruang Ashray. Jhenny mendekat dan berkata kepada lelaki itu.
"Saya ingin bertemu dengan dr. Ashray" Jhenny mencoba melirik kedalam karena pintu tidak tertutup rapat.
"Maaf nona anda tidak boleh masuk.Di dalam ada Mr. Jhon" ucap pria itu dengan wajah datar dan tatapan lurus kedepan.
__ADS_1
Jhenny memutuskan untuk menunggu dan duduk di kursi yang berada di depan ruang Ashray. Beberapa menit kemudian tampak lelaki paruh baya namun masih terlihat gagah dan tampan berjalan keluar dari ruang Ashray.
Jhenny tersenyum licik melihat lelaki itu dan memutuskan tidak jadi bertemu dengan sahabatnya. Jhenny setengah berlari mengikuti Mr Jhon.
"Tunggu tuan" ucap Jhenny ketika tepat berada dibelakang Mr. Jhon dan kedua anak buahnya.
"Ada apa nona?" Satu dari lelaki itu menghadang Jhenny dengan sigap ketika Jhenny mencoba melangkah maju
"Saya ingin berbicara kepada tuan Jhon. Terkait operasi nona Alleyah, calon menantu tuan." Jhenny menundukkan kepala memberi hormat sebelum ia mengucapkan kata-kata yang mungkin sedikit pelan karena ini kali pertama ia bisa lancang menghentikan Mr Jhon dan berbicara langsung.
"Baiklah, ikut aku keruangan ku sekarang bukankah operasinya 2 jam lagi dokter?" Mr Jhon melirik bedname di jas putih Jhenny.
Jhenny mengangguk dan tersenyum. Lalu berjalan mengekor Mr Jhon dan 2 anak buah nya.
"Ruangan ini jarang aku masuki karena aku tidak suka suasana rumah sakit. Namun karena putra ku mencintai dunia medis maka aku membuatkan rumah sakit ini untuk nya." Mr Jhon menatap pigura foto yang berada di depan nya.
Cukup hening suasana karena Jhenny yang tadi menggebu-gebu ingin berbicara pada Mr Jhon seketika kehilangan nyali karena sekarang ia merasakan suasana dingin dan begitu tegang. Aura dingin Mr Jhon terlihat sangat datar dan dingin.
"Baiklah dokter Jhenny, silahkan apa yang ingin anda bicarakan. Karena aku pun akan melihat dari ruang khusus operasi calon menantu ku bersama dokter senior".
Mr Jhon membuka kancing jas nya menjadi sedikit nyaman untuk tubuhnya yang sedikit gemuk. Dan membenarkan posisi duduk nya di kursi kebesarannya.
Jhenny tampak mengumpulkan kekuatan dan napas sebelum memulai pembicaraan nya kepada orang nomor satu di rumah sakit ini.
__ADS_1
"Sebelumnya saya minta maaf tuan jika lancang, namun tadi saya bertanya terkait operasi yang akan dilakukan pada nona Alleyah tiba-tiba ada nama dokter Ashray." Jhenny menghembuskan napas nya lega setelah kalimat nya keluar dengan jelas namun pelan.
Mr Jhon mengerutkan dahi nya dan berdiri lalu duduk di sofa yang berseberangan dengan dr. Jhenny.
"Lalu apakah ada yang salah?" Mr Jhon meletakkan tangan kanan nya diujung bibir atas nya sehingga terlihat bahwa lelaki paruh baya itu merasa penasaran.
"Bukankah kali ini Nona Alleyah akan operasi saraf di bagian sekitar lutut dan paha nya. Dan dokter Ashray tidak dilibatkan dari pertma untuk operasi ini. Dan saya tanya ke bagian administrasi katanya itu perintah anda tuan." Jawab dr. Jhenny sambil menunduk karena sekilas menatap wajah Mr Jhon membuat bulu kuduknya merinding.
"Ya, itu perintah saya. Tenang saja Dokter Ashray tidak akan ikut membedah namun hanya akan menemani calon menantu saya." Ucap Mr Jhon tegas dan melipat kan kedua tangannya ke depan dada.
"Tetapi bukan kah ada SOP sebagaimana yang seharusnya dirumah sakit apalagi terkait operasi. Dan dokter Ashray...." belum selesai Jhenny berbicara Mr Jhon sudah memotong kalimat Jhenny.
"Saya tahu. Tetapi rumah sakit ini milik saya. Yang akan dioperasi juga milik saya. Maka semua harus sesuai keinginan saya. Bukankah gaji anda berasal dari saya?" Mr Jhon kembali menatap Jhenny dengan tatapan tidak suka.
"Maaf Tuan, apakah anda tidak tahu jika dr. Ashray menyukai nona Alleyah?" Jhenny memprovokasi Mr Jhon.
"Saya tahu maka saya memasukan dia kedalam tim mu. Jika terjadi sesuatu pada Alleyah maka dia orang pertama yang akan aku habisi. Kau tahu dokter Jhenny sekian tahun senyum dan aura cantik istri ku sedikit pudar karena putra semata wayang kami frustasi karena cintanya yang kandas sebelum bersemi. Namun kini Alleyah kembali dalam wujud peri kecil yang memberikan semua keindahan yang dulu ada di keluarga ku. Maka apapun yang akan menyakiti nya akan ku pastikan berakhir menyakitkan" Mr Jhon masih menatap Jhenny.
"Anda akan memberhentikan dr. Ashray dengan tidak hormat?" ucap Jhenny sedikit serak.
"Tidak, tetapi membuat dia menjadi parasit agar dia harus bergantung kepada seseorang untuk bertahan hidup. Kadang ketidakberdayaan membuat win win solution dr." Kini Mr Jhon kembali duduk ke kursi kebesarannya.
"win win solution.... baik sekarang aku pastikan kamu hanya akan menjadi tahanan cinta ku Ashray. kamu boleh menjadi parasit dalam hidup ku Ray.... Aku mencintaimu. Walau cinta tak terbalas setidaknya kamu bisa menjadi tawanan cinta ku" Jhenny tersenyum menatap Mr Jhon yang ia anggap memberi ide berlian untuk mencapai tujuan nya memiliki Ray yang selama ini hanya menganggap nya sahabat.
__ADS_1
Jhenny meninggalkan ruang Mr Jhon dan menuju ruang yang bertulis kan dr. Jhenny Fernandez, Sp.BS.