
Pagi hari,,
Aika yang baru saja selesai sarapan, bergegas mengambil djaket dan tas yang biasa Ia bawa ke tempat kerja. Tidak lupa Ia mengambil kunci mobil Ashika yang di titipkan padanya tergantung di atas gantungan khusus kunci.
"Kamu kenapa terburu-buru seperti itu, Ai..? Apa mau ketemu sama Erin dulu..?" tanya Alya saat melihat Aika yang tidak biasanya terburu-buru untuk pergi bekerja, sedangkan waktu baru menunjukkan jam setengah tujuh pagi. Masih ada banyak waktu untuk bisa sampai di tempat pekerjaannya.
"Gak Kak, bukan karena itu. Aku harus jemput Ashika, hari ini dia udah masuk kerja lagi.." jawab Aika sembari memakai sepatunya.
"Ohh,, jadi Ashika udah pulang ke sini lagi, kapan Ai..?" tanya Alya lagi.
"Kemarin siang Kak, Ashika sampai di sini. Yaa udah kalau gitu, aku pergi dulu.." ucap Aika yang langsung mencium punggung tangan Alya, lalu berpamitan untuk menjemput Ashika terlebih dulu.
"Hati-hati di jalan Ai, jangan ngebut bawa mobilnya..!" seru Alya mengingatkan betapa pentingnya berkendara dengan menggunakan kecepatan minimal, demi untuk keselamatan diri sendiri dan juga pengendara lainnya.
"Iyaa Kak, siipp..!" sahut Aika sembari tersenyum dan mengacungkan jempolnya.
Tidak butuh waktu lama, mobil yang di kendarai oleh Aika pun kini telah tiba di depan kost-an tempat Ashika tinggal selama ini. Di sana sudah terlihat Ashika yang sedang duduk sembari menatap kedatangan Aika yang berjalan menuju ke arahnya.
"Akhirnya, kamu datang juga, Ai.." ucap Ashika sambil tersenyum melihat Aika yang kini duduk di sampingnya.
"Maaf yaa, kalau buat kamu lama menunggu.." sahut Aika sembari menyerahkan kunci mobil pada Ashika..
"Gak lama kok, lagi pula masih ada waktu untuk kita ngobrol dulu. Apa kamu mau aku buatkan kopi, Ai..?" tanya Ashika yang sejak dulu sudah tahu, bahwa teman baiknya itu sangat menyukai kopi terutama kopi hitam.
__ADS_1
"Gak usah Shik, aku masih kenyang. Oh yaa, gimana kabar Om dan Tante..? Semua sehat kan.." tanya Aika..
"Mereka semua sehat, Ai.. Begitu juga sama Kak Salsa.." jawab Ashika..
"Syukurlah kalau gitu, aku seneng dengernya.." balas Aika yang sejak tadi memperhatikan sesuatu yang ada di diri Ashika..
"Kamu kenapa, Ai..? Kok lihatin aku seperti itu..? Apa ada sesuatu yang salah atau aneh..?" tanya Ashika saat menyadari bahwa Aika sejak tadi memperhatikan dirinya.
"Gak ada apa-apa kok Shik, cuma cincin yang kamu pakai itu kelihatan bagus dan cantik.." jawab Aika seraya tersenyum dan mulai berpikir, apa cincin yang di gunakan oleh Ashika saat ini ada kaitan dengan kepulangan Ashika ke rumah orang tuanya.
"Ohh,, cincin ini yaa,hee.. Iyaa ini Mamaa yang beliin Ai, padahal aku gak mau. Tapi Mamaa tetap maksa dan nyuruh aku buat memakainya.." bohong Ashika yang tidak ingin mengatakan yang sebenarnya pada Aika, Ia sendiri juga lupa untuk melepaskan cincin tunangannya itu. Karena Ia tidak ingin Aika atau orang lain ada yang mengetahui, soal dirinya yang sudah bertunangan.
"Ohh, jadi gitu yaa Shik, tapi cincin itu memang cocok di jari kamu.." puji Aika yang bisa merasakan, bahwa ada sesuatu yang di sembunyikan oleh Ashika darinya.
"Kamu aja yang bawa mobilnya yaa, Ai.." lanjut Ashika yang kembali menyerahkan kunci mobilnya pada Aika..
Aika pun meraih kunci itu tanpa banyak bertanya, meski dalam hati Ia merasa aneh dan penasaran dengan perubahan sikap Ashika belakangan ini. Yang menurutnya tidak seperti biasanya, Ashika lebih banyak diam dan murung. Seolah ada sesuatu yang sedang di pikirkannya, namun Ia selalu saja mengatakan bahwa dirinya baik-baik saja.
⭐
Setelah seharian bekerja, kini waktu untuk pulang telah tiba. Ashika mencari Aika yang saat itu tidak terlihat ada di dalam ruangan kantor. "Aika kemana yaa, apa mungkin dia pulang duluan,mmmh.." gumam Ashika sembari melihat ke sekeliling, tapi tidak melihat keberadaan Aika..
"Lagi nyariin aku yaa,hee.." ucap Aika yang tiba-tiba saja datang dari arah belakang.
__ADS_1
"Aikaa..! Kamu ngagetin aku aja,mmmh.. Kamu dari mana sih..? Dari tadi aku cariin.." sahut Ashika dengan wajah yang cemberut.
"Aku dari kamar mandi, memang kamu nyariin aku kenapa, Shik..?" tanya Aika sembari mengerutkan keningnya, lalu menatap wajah Ashika..
"Aku mau ngajak kamu pulang bareng sekaligus mampir ke kost-an aku dulu.." jawab Ashika..
"Oh gitu,, memang mau ngapain kamu ngajak aku ke kost-an..? Mau ngajak makan atau minum kopi di kost-an..?" tanya Aika lagi sembari tersenyum.
"Gak Ai, bukan itu. Cuma kemarin aku di bawain banyak oleh-oleh sama Mamaa, jadi aku mau ngasih buat kamu dan Kak Alya. Soalnya tadi pagi aku lupa,hee.." jelas Ashika..
"Ohh,, iyaa Ashika, aku pikir kenapa,mmmh.."
Kini keduanya segera keluar dari tempat mereka bekerja, lalu berjalan menuju parkiran. "Kamu yang bawa yaa, Ai.." ucap Ashika yang segera memberikan kunci mobilnya pada Aika yang langsung menerimanya.
Selama di dalam perjalanan pulang, Ashika hanya diam tidak seperti biasanya. Aika yang menyadari hal itu pun menoleh ke arah Ashika, "Apa ada masalah, Shik..? Akhir-akhir ini sikap kamu agak berbeda, gak seperti biasa. Yang biasanya banyak ngomong, semangat dan ceria. Kini melempem seperti kerupuk yang masuk angin,hehehee.." tanya Aika memberanikan diri, meski Ia sudah bisa menebak bahwa Ashika pasti tidak akan mau untuk bercerita.
"Gak ada masalah apa-apa kok Ai, mungkin aku cuma masih ngerasa capek dan pusing aja.." jawab Ashika sembari tersenyum penuh arti.
"Maaf yaa Ai, untuk saat ini aku belum bisa cerita ke kamu. Aku masih bisa menahannya sendiri.." gumam Ashika dalam hati, seraya menghela nafasnya dengan berat.
"Ohh,, syukurlah kalau memang gak ada masalah, yaa udah kamu nanti banyak istirahat aja yaa.." sahut Aika yang kembali fokus menyetir dan menatap ke arah depan...
Bersambung...
__ADS_1
🙏😊 A59⭐