Jangan Pernah Kembali

Jangan Pernah Kembali
Berusaha Bersikap Seperti Biasa


__ADS_3

"Syukurlah dia udah pergi, bikin orang emosi aja,mmmh.." ucap Alya sambil menutup pintu dan berjalan menghampiri Aika dan Ashika yang sedang duduk di kursi ruang tamu karena menunggunya.


"Kalau gitu aku juga mau pamit pulang dulu yaa Ai, Kak Alya.." pamit Ashika yang segera bangkit dari tempat duduknya.


"Loh, bukannya tadi kamu bilang mau nginap Shik, kok sekarang mau pulang..?" tanya Alya pada Ashika yang terlihat bingung sembari memandang Aika..


"Mungkin Ashika kaget Kak, karena habis di marahin tadi sama Erin,hee.." ledek Aika yang berusaha mencairkan suasana, karena Ia tahu ada sesuatu yang sepertinya membuat Ashika merasa tidak nyaman dan ingin pulang ke kost-an.


"Gak kok, bukan seperti itu.." sahut Ashika..


"Sekarang kan udah malam Shik, jadi kamu nginap di sini aja yaa.. Biar Aika juga ada temannya.." ucap Alya sembari melirik ke arah Ashika, berharap Ia tahu maksud ucapannya yang menginginkan Ashika untuk menginap di rumahnya dan menemani Aika..


"Udah Kak, gak apa-apa kalau Ashika mau pulang ke kost-annya. Jangan di paksa buat nginap, jam segini juga masih ada taksi kok.."


Alya dan Ashika saling berpandangan, seolah saling memberi isyarat. "Kalau gitu aku gak jadi pulang ke kost-an, mau nginap di sini aja. Bolehkan kan Kak Al..?"


"Iy-iyaa boleh dong, yaa udah Kakak mau masuk ke kamar dulu. Kasian Syira dari tadi Kakak tinggal sendirian di kamar.." balas Alya dengan menyunggingkan senyumnya, lalu meninggalkan Aika dan Ashika yang masih berdiri di ruang tamu.


"Ayo kita masuk ke kamar Ai, ehh maksudnya kita tidur karena udah malam.." Ashika terlihat gugup dan salah tingkah, entah apa yang terjadi dengan dirinya. Ia merasakan sesuatu yang berbeda saat ini.

__ADS_1


"Iyaa Shik, kamu masuk duluan aja yaa.. Aku mau ke kamar mandi dulu sebentar.." sahut Aika..


Di dalam kamar, Ashika segera meletakkan kembali tas serta ponselnya di sebuah meja. Lalu perlahan Ia merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur, untuk sesaat Ashika memejamkan matanya. Namun tiba-tiba kembali terbuka saat Aika datang dan mengambil sebuah bantal serta selimut, membuat Ashika bingung dan bertanya.


"Kamu mau kemana bawa bantal dan selimut gitu, Ai..?"


"Mmm,,aku mau tidur di sofa aja yaa Shik, kamu gak apa-apa kan..?" ucap Aika pada Ashika yang kini merasa sedikit kecewa, hal itu bisa terlihat jelas dari raut wajahnya yang seketika itu juga langsung berubah.


"Ohh,, iyaa Ai gak apa-apa.." jawab Ashika singkat, lalu menarik selimutnya.


Setelah itu, Aika pun keluar dari dalam kamar untuk menuju sofa yang ada di ruang tengah. Ia mengetahui perubahan sikap Ashika padanya, tapi tidak mau terlalu memikirkannya dan memilih untuk segera tidur saja.


Baru sebentar memejamkan mata, Aika di kejutkan oleh suara yang tidak asing baginya. "Kamu ngapain tidur di sini, Ai..? Memang kasur kamu gak muat buat tidur berdua sama Ashika.." ucap Alya yang saat itu keluar kamar untuk ke kamar mandi.


"Gak ada cuma-cuma, sekarang juga kamu masuk kamar terus tidur. Kasian kan Ashika tidur sendirian, padahal dia udah bela-belain nginap di rumah kita buat temenin kamu yang lagi patah hati.." ujar Alya sembari menahan tawanya.


"Kok ujung-ujungnya gak enak gitu sih, Kak..?!" balas Aika sambil menghela nafasnya.


"Yaa kan memang benar kamu lagi patah hati, yaa udah masuk kamar sana.." ucap Alya yang langsung menarik tangan Aika untuk bangkit dari sofa.

__ADS_1


Sementara itu, Ashika yang berada di dalam kamar masih juga belum bisa tidur karena merasakan sesuatu yang tidak enak. Meski telah berusaha untuk terus memejamkan mata, namun apa yang saat ini Ia rasakan terus mengusik hatinya.


"Kenapa aku ini, perasaan apa yang sebenarnya aku rasakan sekarang..?" tanya Ashika dalam hati, sembari memikirkan tentang sebuah perasaan aneh yang tiba-tiba muncul dalam hatinya.


"Kamu belum tidur, Shik..?" Aika tiba-tiba masuk ke dalam kamar, membuat apa yang sedang di pikirkan oleh Ashika pun buyar.


"Hahh..? Iy-iyaa Ai, ini juga aku mau tidur kok. Apa kamu butuh sesuatu..?" tanya Ashika berusaha untuk bersikap biasa saja dan menyembunyikan keterkejutannya.


"Gak ada Shik, aku mau tidur di kamar aja karena di luar banyak nyamuk,hee.." bohong Aika sembari menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Ia segera meletakkan bantal yang Ia pegang di sebelah Ashika, lalu memasangkan selimut pada tubuhnya.


"Ohh,, iyaa Ai gak apa-apa, kita tidur sekarang yaa.." ajak Ashika yang langsung membalikkan badannya dan membelakangi Aika.


Aika hanya mengangguk pelan dan tersenyum, meski sebenarnya hatinya masih merasa sedih atas apa yang sudah terjadi dengan hubungannya bersama Erin. Ia berusaha memejamkan matanya, namun setelah cukup lama pikirannya terus saja tertuju pada Erin yang membuatnya sulit untuk bisa tidur. Hal itupun di ketahui oleh Ashika, dan Ia segera membalikkan badannya lalu menatap ke wajah Aika..


"Kamu menangis lagi, Ai..?" tanya Ashika dengan tiba-tiba, membuat Aika terkejut mendengarnya.


"Gak Shik, buat apa aku nangis. Yaa udah ayo tidur.." jawab Aika yang segera membalikkan badannya, Ia tidak ingin Ashika melihat wajah sedihnya saat ini. Di tambah lagi Ia sedang berusaha keras untuk tidak menangis, namun usahanya itu ternyata tidak berhasil.


"Kamu yang kuat yaa Ai, aku bisa ngerasain yang kamu rasain sekarang.." ucap Ashika perlahan, lalu memeluk Aika dari belakang. Saat itu juga tangisan Aika pun pecah, Ashika yang mengetahui itu semakin mempererat pelukannya. Ia pun turut merasakan kesedihan itu tanpa berkata apapun lagi...

__ADS_1


Bersambung...


🙏😊 A59🌹


__ADS_2