Jangan Pernah Kembali

Jangan Pernah Kembali
Memastikan


__ADS_3

Seperti yang sudah di rencanakan sebelumnya, Aika kini baru selesai bersiap-siap karena Ia akan menjemput Erin dan mengajaknya untuk makan malam bersama. Selain itu, Ia juga sudah menyiapkan kejutan kecil yang akan Ia berikan pada Erin..


"Kak,, aku pergi dulu yaa.." ucap Aika sembari mencium punggung tangan Alya..


"Iyaa Ai, kamu hati-hati di jalan jangan ngebut dan jangan pulang larut malam. Ingat, besok kamu harus kerja.." sahut Alya yang langsung di iyakan oleh Aika..


"Iyaa Kak iyaa.." sahut Aika sembari menyalakan motornya, lalu berlalu pergi dengan penuh semangat menemui Erin..


"Semoga aja Erin gak akan mengecewakan kamu, Ai.." ucap Alya sembari melangkah masuk ke dalam rumah dengan Syira di dalam gendongannya.


Sesampainya di rumah Erin, Aika pun langsung meminta izin pada Bu Ermi untuk membawa Erin pergi dan mengajaknya makan malam. Tanpa banyak bertanya, Bu Ermi pun mengizinkannya.


"Jangan malam-malam pulangnya yaa Aika, dan kamu Erin jangan merepotkan Aika.." pesan Bu Ermi pada keduanya, yang tidak lama kemudian segera berpamitan.


"Kita mau makan malam dimana, Ai..?" tanya Erin sembari mengeratkan pegangan tangannya pada pinggang Aika..


"Dimana tempat yang kamu suka, nanti kamu akan tau sendiri.." jawab Aika sembari tersenyum dan menoleh ke arah kaca spion untuk sekadar melihat wajah Erin saat itu.


"Kamu buat aku jadi penasaran aja, Ai.." balas Erin sambal memikirkan, kemana Aika akan membawanya.


Setelah menempuh perjalanan selama setengah jam, kini keduanya telah tiba di sebuah kafe yang terlihat sederhana namun di penuhi dengan panyak pengunjung. Bilik-bilik bambu yang menjadi tempat untuk duduk dan bersantai menjadi daya tarik tersendiri bagi kafe itu.

__ADS_1


"Nah, ini dia tempatnya, kamu suka kan..?!" tanya Aika pada Erin yang terlihat sedang memperhatikan suasana di sekitar tempat mereka berdiri.


"Iyaa lumayan sih.." jawab Erin yang langsung berjalan di belakang Aika untuk mengikutinya.


"Ayo kita masuk.." ajak Aika selesai memarkirkan motornya, lalu menggenggam tangan Erin menuju ke salah satu tempat di sana.


Selesai memesan beberapa makanan dan minuman, Aika dan Erin pun berbincang-bincang. Dari seputar masalah pekerjaan, hingga hal-hal lain yang menjadi bahan perbincangan mereka berdua.


"Oh iyaa Erin, ada sesuatu yang mau aku tanyain ke kamu.." ucap Aika sembari menarik nafasnya, lalu berpikir kalimat apa yang harus Ia katakan agar tidak membuat Erin merasa tersinggung nantinya.


"Iyaa Ai, kamu tanya aja langsung.." sahut Erin..


"Apa kamu beneran sayang sama aku..? Karena selama ini, kamu udah gak pernah lagi bilang sayang, kangen atau ngomong sesuatu yang nunjukin perasaan kamu ke aku.." tanya Aika dengan perasaan yang berdebar-debar dalam dadanya.


"Iyaa harus, karena aku pengen tau gimana perasaan kamu ke aku sekarang.." sahut Aika yang ingin memastikan bagaimana perasaan Erin padanya, apakah sama seperti yang di katakan oleh Alya pada malam itu atau tidak.


"Kalau aku gak sayang sama kamu, buat apa aku menjalani hubungan kita. Harusnya dari situ aja kamu bisa ngerti dan tau, tanpa harus kamu tanyakan lagi, Ai.." jawab Erin..


"Iyaa aku tau itu, tapi setidaknya kamu bisa ngomong tentang perasaan kamu ke aku seperti waktu awal kita menjalin hubungan.." sahut Aika yang merasa tidak puas dengan jawaban yang di berikan Erin padanya, karena tidak sesuai dengan apa yang Ia pikirkan.


"Tanpa aku ngomong juga kan kamu udah tau kalau aku sayang, jadi buat apa lagi aku harus ngomong setiap hari.." balas Erin tanpa mengerti jawaban apa yang di inginkan Aika darinya.

__ADS_1


Mendengar itu, Aika pun hanya bisa menghela nafasnya. Ia sadar, melanjutkan pembicaraan tentang bagaimana perasaan Erin padanya mungkin sampai di situ saja. Karena Ia tahu, pasti Erin tetap pada pendirian dan sifatnya yang keras kepala.


"Yaa udah kalau gitu, kita makan dulu aja yaa.. Nanti kita lanjutkan lagi ngobrolnya.." ucap Aika pada Erin yang kini terlihat begitu bersemangat untuk menyantap makanan yang ada di depannya.



Setelah selesai menikmati makan malam, tidak lama kemudian Aika mengajak Erin untuk pulang. Karena Ia tidak ingin membuat Ibu Ermi menunggu dan merasa khawatir seperti waktu itu.


"Kamu hati-hati bawa motornya yaa, Aika.." ucap Bu Ermi mengingatkan Aika yang baru saja mengantarkan Erin pulang ke rumah.


"Iyaa Bu, aku akan hati-hati.." sahut Aika yang langsung berlalu pergi meninggalkan Bu Ermi dan Erin yang masih terlihat berdiri menatap kepergiannya.


"Kamu kenapa, Erin..? Kok mukanya cemberut seperti itu.." tanya Bu Ermi..


"Aku pikir tadinya Aika mau ngajak aku jalan-jalan ke Mall, tapi ternyata gak. Itu karena Ibu yang nyuruh Aika untuk jangan pulang larut malam.." jawab Erin dengan nada kesal, padahal Ia sudah berniat untuk membeli suatu barang.


"Mmmh,, kan Ibu sudah sering bilang sama kamu, Erin.. Jangan suka merepotkan Aika, walaupun Ibu tau kalau Aika sangat menyayangi kamu tapi bukan berarti kamu bisa bersikap semaunya sendiri.." ujar Bu Ermi sembari menggelengkan kepalanya.


"Ibu selalu seperti itu, gak pernah bisa ngerti apa yang aku mau. Semuanya Ibu larang.." sahut Erin yang langsung berjalan masuk ke dalam kamar.


"Mau sampai kapan kamu akan bersikap seperti itu terus, Erin.." gumam Bu Ermi seraya memijat keningnya...

__ADS_1


Bersambung...


🙏😊 A59⭐


__ADS_2