Jangan Pernah Kembali

Jangan Pernah Kembali
Tidak Setuju


__ADS_3

"Kamu sudah pulang, Erin..?" tanya Ibu Ermi saat melihat Erin yang hendak masuk ke dalam kamarnya, lalu berjalan menghampirinya.


"Iyaa Bu, aku capek dan ngantuk. Mau tidur dulu.." balas Erin sembari membuka pintu kamarnya, namun Ibu Ermi segera menahannya.


"Tunggu, Erin.. Ibu mau bicara, sebentar saja.." ucap Ibu Ermi..


"Mau bicara apa sih Bu, kalau Ibu mau bicara soal Niko lebih baik gak usah. Karena gak ada yang harus di bicarakan lagi, aku dan Niko sekarang udah kembali bersama seperti dulu.." ujar Erin..


"Ibu tidak setuju kamu menjalin hubungan dengan Niko lagi, sudah jelas-jelas dia meninggalkan kamu tanpa alasan yang jelas. Sampai membuat keadaan kamu dulu seperti itu, sekarang tiba-tiba dia datang dan kamu dengan mudah menerima dia begitu saja..?! Ibu tidak mau kamu punya hubungan apapun dengan Niko.." ujar Ibu Ermi mengungkapkan apa yang di rasakannya.


"Cukup, Bu..! Apapun yang Ibu omongin, aku akan tetap kembali bersama Niko. Lagi pula Ibu setuju atau gak aku gak peduli, karena aku gak butuh persetujuan dari Ibu.." sahut Erin..


"Tapi Er, Niko itu--"


"Udah Bu, cukup..! Ibu jangan pernah ngomong apa-apa lagi soal Niko, Niko itu baik gak seperti apa yang Ibu pikirkan. Dia ninggalin aku dulu itu karena terpaksa, dia di jodohkan sama perempuan lain tapi dia menolaknya. Tapi yaa udahlah, gak penting juga Ibu tau semua itu. Karena pasti Ibu gak percaya.." jelas Erin dengan nada kesal.


"Terus kamu percaya begitu saja..? Kamu harus memastikan semua kebenarannya dulu, Erin.." pinta Ibu Ermi, karena Ia tidak ingin putrinya itu sampai di kecewakan lagi oleh Niko..


"Udahlah Bu, aku mau tidur.." sahut Erin yang langsung menutup pintu kamarnya, membuat Ibu Ermi pun harus mengalah dan membiarkannya untuk beristirahat.


Keesokan paginya,


Erin yang pagi-pagi sudah bangun, kini tampak tengah sibuk di dapur menyiapkan sarapan untuk Ibu dan juga dirinya. Terlihat sangat jelas, betapa bahagianya Ia saat ini. Itu semua tergambar dari raut wajahnya yang begitu ceria, tidak seperti biasanya. Sambil bernyanyi kecil, Ia terus mengaduk-aduk nasi goreng yang ada di dalam wajan dengan menggunakan sendok penggoreng.


"Ayo Bu, kita sarapan dulu. Aku udah buatin nasi goreng spesial untuk kita semua.." ucap Erin sembari meletakkan sepiring nasi goreng di hadapan Ibunya yang sudah duduk di kursi meja makan.


"Tidak biasanya kamu bangun pagi-pagi dan membuat sarapan buat Ibu juga, Erin.. Tapi Ibu sangat senang, karena Ibu tidak menyangka bisa merasakan nasi goreng buatan kamu lagi setelah sekian lama.." balas Ibu Ermi sembari tersenyum senang melihat perubahan dari diri Erin, meski dalam hati Ia tahu apa yang menjadi penyebab perubahan yang terjadi pada putrinya itu.


"Udah Bu, buruan di makan nasi gorengnya mumpung masih anget.." ucap Erin sambil menikmati nasi goreng buatannya hingga selesai.


"Yaa udah Bu, aku mau berangkat kerja dulu.." Erin mengulurkan tangannya untuk bersalaman pada Ibunya.

__ADS_1


"Iyaa Erin, kamu hati-hati di jalan yaa.. Oh iyaa, ini bekal makanan kamu ketinggalan.." seru Ibu Ermi yang langsung menyerahkan sebuah kotak makanan pada Erin..


"Yaa ampun, hampir aja lupa. Untung Ibu ingetin, Niko pasti suka aku bawain nasi goreng untuk dia sarapan.." Erin pun segera memasukkannya ke dalam tas yang biasa Ia bawa saat bekerja.


"Jadi, nasi goreng itu untuk Niko..? Ibu pikir untuk Sella atau Aika, kamu harus jauhi Niko, Erin.. Ibu tidak suka kalau kamu menjalin hubungan dengan dia lagi, kamu harus pikirkan tentang bagaimana perasaan Aika nantinya.." ujar Ibu Ermi yang kini tidak lagi menyukai laki-laki itu yang sudah pernah meninggalkan Erin tanpa alasan yang jelas.


"Harusnya Ibu dukung aku sama Niko, bukannya sama Aika yang jelas-jelas gak akan punya masa depan yang baik kalau aku sama dia. Ibu juga gak perlu mikirin gimana perasaan Aika nanti, karena aku yakin dia pasti bisa ngerti dan terima semuanya.."


Balas Erin yang langsung pamit pergi, karena Ia tidak ingin berlama-lama membahas tentang Niko atau Aika dengan Ibunya yang pasti hanya akan membuat dirinya semakin kesal saja.


"Tapi Erin, kasian Aika,mmmh.." sahut Ibu Ermi yang tidak habis pikir, kenapa Erin terus saja menyakiti dan membuat Aika kecewa.



"Gimana sayang, enak gak nasi goreng buatan aku..?" tanya Erin pada Niko yang sedang menyantap nasi goreng yang ada di dalam kotak makan yang Ia bawa.


"Mmm,, enak banget, apa lagi kalau lagi laper gini,hehee.." jawab Niko sembari tertawa kecil.


Sejak kedatangannya kembali ke kota tempat Ia pernah tinggal dulu, Niko memilih untuk menyewa sebuah rumah kost-an yang letaknya tidak terlalu jauh dengan Erin tinggal. Hal itu agar memudahkan Ia untuk menemui Erin, baik di luar ataupun di dalam kost-an.


"Ehh,, iyaa sayang, aku mau minta tolong sesuatu sama kamu.."


"Mau minta tolong apa sayang..? Kamu ngomong aja.." sahut Erin menunggu jawaban dari Niko..


"Bolehkan aku pinjam uang kamu..? Karena uang pegangan aku habis, nanti kalau aku udah dapat pekerjaan pasti akan aku ganti.."


"Ohh,, jadi soal itu, pasti aku pinjemin. Tapi sekarang aku lagi gak bawa cukup uang, nanti sore aja yaa aku ke sini lagi dan bawa uangnya buat kamu. Gak apa-apa kan, sayang..?" ucap Erin yang merasa tidak enak, karena tidak bisa meminjamkan uang pada Niko di saat itu juga. Karena sebenarnya, Ia sendiri juga sedang tidak memiliki pegangan uang.


"Iyaa gak apa-apa sayang, aku tunggu nanti sore. Yaa udah kamu hati-hati di jalan.."


Setelah berpamitan pada Niko, Erin pun segera pergi menuju ke toko tempat Ia bekerja. Sesampainya di sana, Ia melihat Sella yang sudah mulai melakukan pekerjaannya.

__ADS_1


"Kamu kesiangan lagi, Er..? Jam segini baru datang,mmmh.. Untung aja si bapak gak ada datang ke sini, coba kalau sampai datang pasti kamu langsung di marahin.." ujar Sella..


"Justru kamu yang harusnya di marahin.." balas Erin dengan nada kesal.


"Loh, kok jadi aku sih, Er..?" tanya Sella dengan raut wajah yang bingung, padahal Ia merasa tidak melakukan kesalahan apa-apa.


"Kamu kenapa gak mau ngomong sama aku, kalau Niko ngubungin kamu waktu itu..? Bahkan dia minta nomor aku ke kamu, tapi gak kamu kasih. Maksud kamu apa, Sell..? Kamu gak suka kalau aku sama Niko lagi..? Atau jangan-jangan, kamu suka yaa sama Niko..? Ayo, jawab..!"


Mendengar serentetan pertanyaan dari teman dekatnya itu, Sella bukannya langsung menjawab tapi justru hanya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.


"Kok kamu malah senyum-senyum gitu sih Sell, ayo buruan jawab..!" seru Erin yang semakin merasa kesal melihat reaksi dari Sella yang belum menjawab pertanyaannya.


"Niko itu bukan tipe aku, jadi gak mungkin aku suka sama dia.." jawab Sella..


"Yaa terus kenapa, kalau memang kamu gak suka sama Niko harusnya kamu kasih aja nomor aku ke dia. Padahal selama ini kamu tau, kalau aku masih nungguin Niko buat ngubungin aku.." ujar Erin yang tidak terima dengan apa yang sudah di lakukan oleh Sella..


"Kamu kan udah sama Aika, terus kenapa masih mau sama Niko lagi..? Laki-laki yang udah ninggalin kamu tanpa penjelasan apapun.." balas Sella yang tidak ingin di salahkan, karena Ia berpikir kalau apa yang sudah Ia lakukan itu adalah sesuatu yang benar.


"Gak Ibu, gak kamu sama aja. Belain Aika terus, bukannya di awal kamu gak suka dan melarang aku untuk menjalin hubungan sama Aika. Tapi kenapa sekarang kamu malah belain dia..? Apa kamu lupa, kalau Aika itu se'orang perempuan..?" ujar Erin yang tidak habis pikir, kenapa Ibu dan juga Sella lebih berpihak pada hubungannya dengan Aika di banding Niko..


"Iyaa Er, aku gak lupa kok. Tapi Niko juga gak lebih baik, terlebih dulu dia pernah ninggalin kamu. Apa kamu gak takut, kalau dia bakal ninggalin kamu lagi..?"


Kecemasan Sella bukan tanpa alasan, karena Ia juga tahu dan sangat mengenal keluarga Niko yang dari dulu tidak pernah menyetujui hubungan Niko dengan Erin..


"Aku gak takut, karena aku tau kalau Niko sangat sayang dan cinta sama aku. Soal hubungan aku sama Niko, kamu jangan pernah ikut campur. Dan satu lagi, jangan ngomong apapun sama Aika soal aku dan Niko.." ucap Erin memperingatkan.


"Aku cuma--"


"Cukup, Sell..! Lebih baik sekarang kita fokus kerja.." ucap Erin yang membuat Sella akhirnya memilih untuk diam, dan tidak lagi membahas apapun.


"Setidaknya, aku udah ingetin kamu, Erin.." gumam Sella dalam hati, sembari kembali melanjutkan pekerjaannya yang tadi sempat tertunda...

__ADS_1


Bersambung...


🙏😊 A59⭐


__ADS_2