
Erin yang baru saja menyelesaikan makan malamnya, kini memilih untuk duduk di ruang tengah sambil menonton televisi. Sedangkan Ibunya baru saja selesai membereskan semua yang ada di meja makan, meski memiliki rumah dengan ukuran yang terbilang kecil. Namun Ibu Ermi senantiasa memastikan agar rumah sederhana miliknya itu terlihat bersih dan rapi, meski Erin sendiri tidak begitu peduli dengan bagaimana keadaan rumah tempat Ia tinggal itu.
Tokk,, tokk,, tokkk..
Tiba-tiba suara ketukan pintu terdengar dari luar. "Sepertinya ada yang datang, coba kamu lihat dulu sebentar, Erin.." pinta Ibu Ermi pada Erin yang terlihat seolah tidak mendengar ucapannya.
"Kenapa gak Ibu aja sih yang lihat, acaranya lagi seru nih.." sahut Erin..
"Kaki Ibu terasa agak sakit Erin, ayo cepat lihat siapa yang datang.." perintah Ibu Ermi untuk kedua kalinya.
Mendengar itu, Erin pun segera bangkit dari tempat duduknya. Ia lalu berjalan menuju ke arah pintu depan dengan raut wajah yang kesal, perlahan Ia menggeser sedikit tirai jendela dan menatap ke arah sosok pria yang berdiri di luar.
"Itukan, Niko..!" ucap Erin yang langsung membuka pintu dan menghampiri pria yang selama ini di rindukannya itu.
"Niko..!!" teriak Erin sembari memeluk erat tubuh Niko, pria itupun membalas pelukan Erin dengan erat.
Setelah cukup lama, keduanya pun melepaskan pelukan masing-masing. "Kamu kemana aja, Nik..?! Kenapa kamu ninggalin aku gitu aja..? Selama ini kamu gak pernah ngasi kabar ke aku, maksud kamu apa ngelakuin itu semua ke aku..?" tanya Erin dengan penuh rasa penasaran dan mata yang berkaca-kaca. Ada air mata yang ingin Ia jatuhkan, tapi sekuat hati berusaha untuk Ia tahan.
"Ak-aku.."
Belum sempat Niko menjawab semua pertanyaan dari Erin, Ibu Ermi yang ingin tahu siapa orang yang datang dan berbicara dengan Erin pun segera keluar. Matanya langsung tertuju pada sosok pria yang sangat di kenalnya itu.
"Niko..?? Apa yang kamu lakukan di sini..? Belum cukup kamu membuat Erin kecewa karena kamu sudah meninggalkannya..?" tanya Ibu Ermi dengan raut wajah yang terlihat sangat kecewa, mengingat bagaimana dulu kondisi Erin saat Niko tiba-tiba menghilang begitu saja tanpa memberi alasan atau kabar apapun pada putrinya.
Mendengar itu, Niko hanya menarik nafasnya dengan berat. Ia mulai berpikir dan menyesali, tidak seharusnya Ia menemui Erin di rumah. Karena sudah tentu harus berhadapan dengan Ibu Ermi yang kini menjadi sangat tidak menyukainya.
"Kenapa kamu diam..? Lebih baik sekarang juga kamu pergi, dan jangan pernah mendekati Erin lagi..!" perintah Ibu Ermi pada Niko, sembari menarik tangan Erin untuk segera mengikutinya masuk ke dalam rumah.
__ADS_1
"Lepasin, Bu..! Aku masih ingin bicara sama Niko, kalau Ibu gak mau bicara sama Niko yaa udah. Ibu aja yang masuk ke dalam rumah, aku mau pergi dulu sama Niko. Ayo Nik, kita ngobrol di tempat lain aja.." ajak Erin pada Niko yang hanya diam, lalu mengikuti langkahnya.
"Erin, tunggu..!" teriak Ibu Ermi yang ingin mencegah Erin, agar tidak pergi bersama Niko. Namun dengan kondisi kakinya yang saat ini kembali terasa sakit, membuatnya terpaksa harus mengurungkan niatnya.
"Semoga Erin baik-baik saja, dan Niko tidak lagi membuatnya kecewa.." gumam Ibu Ermi dalam hati, seraya menatap kepergian Erin dan Niko yang berlalu pergi dengan mengendarai sepeda motor.
⭐
Tidak butuh waktu lama, Erin dan Niko pun telah tiba di sebuah cafe, yang dulu sempat menjadi tempat favorit mereka berdua saat masih menjalin hubungan.
"Kamu masih ingatkan, dulu kita sering banget ke sini.." ucap Niko yang memulai pembicaraan mereka, sembari tersenyum dan menatap wajah Erin yang hanya tertunduk.
"Kamu kenapa diam aja, Er..? Apa kamu gak senang kita ketemu lagi..? Aku kangen banget sama kamu.." perlahan Niko meraih tangan Erin dan menggenggamnya.
"Kangen kamu bilang..? Kenapa baru sekarang kamu ngomong seperti itu, selama ini kemana aja..? Kemana kamu pergi dan menghilang, Niko..?!" tanya Erin yang tidak bisa lagi membendung air matanya, Ia memang sangat merindukan pria itu. Namun rasa sedih dan kecewa karena di tinggalkan oleh Niko tanpa sebab dan alasan, membuatnya selama ini terus bertanya-tanya.
"Terpaksa..? Maksud kamu apa, Nik..? Aku mau kamu jelaskan semuanya sekarang juga, jujurlah sama aku.." pinta Erin yang sudah tidak bisa lagi menahan rasa penasarannya, tentang apa yang menjadi alasan Niko hingga meninggalkan dirinya waktu itu.
Niko pun perlahan mulai menceritakan, tentang bagaimana orang tuanya yang dulu tidak pernah menyetujui hubungannya dengan Erin. Hal itu di karenakan oleh latar belakang Erin yang hanya berasal dari keluarga biasa dan sederhana, sedangkan Niko adalah anak satu-satunya dari keluarga terpandang dengan orang tuanya yang se'orang pengusaha sukses.
Namun karena Niko yang sangat mencintai Erin, menjadi sulit bagi kedua orang tuanya untuk memisahkan mereka berdua. Hingga suatu saat, kedua orang tua Niko memperkenalkannya dengan se'orang wanita yang memiliki paras wajah yang sangat cantik.
"Terus kamu setuju di jodohkan dengan perempuan itu..?!" tanya Erin seraya menatap tajam ke arah Niko..
"Yaa gaklah, aku gak mau di jodohkan sama perempuan itu. Karena aku cuma sayang dan cinta sama kamu, Erin.." jawab Niko tersenyum.
Mendengar jawaban Niko, Erin pun langsung bernafas lega dan membalas senyuman Niko padanya. "Kalau kamu gak menerima perjodohan itu, terus selama ini kamu kemana aja, Nik..? Kenapa gak pernah kasih kabar ke aku..?" tanya Erin menyelidik, karena kemunculan Niko yang tiba-tiba membuatnya merasa ada sesuatu yang aneh. Terlebih selama ini Niko sama sekali tidak pernah berusaha untuk menghubunginya.
__ADS_1
"Ohh,, itu karena aku sibuk mencari pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan hidup aku sehari-hari, setelah aku menolak perjodohan itu orang tua aku menarik semua fasilitas yang di berikan ke aku selama ini. Bahkan aku sampai di usir dari rumah, tanpa di beri uang sepeserpun. Termasuk handphone yang aku pakai juga di ambil, karena itu aku gak bisa ngubungin kamu.." ujar Niko dengan raut wajah sedihnya.
"Jadi selama ini kamu hidup susah dan menderita, Niko..? Seandainya aku tau, pasti aku akan membantu kamu. Maafin aku yaa Nik, karena selama ini aku udah berpikiran yang bukan-bukan tentang kamu.." balas Erin yang ikut merasakan sedih dengan apa yang sudah di lalui oleh pria yang masih sangat di cintainya itu.
"Jadi, apa kamu mau maafin aku dan menerima aku lagi, Erin..?"
"Iy-iyaa pasti, aku pasti akan maafin dan menerima kamu lagi. Karena selama ini aku masih sayang dan cinta banget sama kamu, Niko.." ucap Erin dengan senyum yang begitu sumringah.
"Terimakasih yaa, sayang.." balas Niko sembari tersenyum penuh kemenangan.
"Oh iyaa, apa kamu masih berteman dekat dengan Sella..? Beberapa hari terakhir ini aku menghubunginya, aku mendapatkan nomor Sella dari salah satu temanku. Aku cuma ingin minta nomor telepon kamu, tapi Sella gak mau memberikannya. Dia bilang, kalau kamu udah bahagia menjalin hubungan sama sese'orang. Apa itu benar, Er..?" tanya Niko yang ingin tahu kebenaran dari perkataan Sella padanya waktu itu.
Degg..
Erin yang mendengar pertanyaan dari Niko itupun seketika di buat cemas dan gugup. "Hahh..? Jadi kamu ada ngubungin Sella..? Tapi kok dia gak pernah cerita ke aku.." sahut Erin yang sengaja balik bertanya untuk mengalihkan kepanikannya.
"Aku juga gak tau, terus yang di katakan sama Sella itu benar..? Kamu udah punya pacar, se'orang perempuan..?"
"Gak Nik, aku gak punya pacar kok. Apa lagi pacar se'orang perempuan, mungkin Sella sengaja mengarang cerita seperti itu biar kamu gak ngubungin dia lagi dan cari tau tentang aku. Karena dia juga marah banget sama kamu yang udah ninggalin aku waktu itu.." jelas Erin yang berharap Niko bisa percaya dengan penjelasan darinya.
"Jadi gitu yaa,mmmh.. Syukurlah kalau kamu gak punya pacar, aku juga gak percaya. Mana mungkin kamu pacaran sama se'orang perempuan,hee.. Jadi sekarang, kamu adalah pacar aku.." tanya Niko sambil tersenyum menatap wajah Erin, meski dalam hatinya merasakan keraguan dengan apa yang baru saja Erin ceritakan tentang perkataan Sella itu.
"Kenapa Sella gak mau ngasih tau aku, kalau Niko ngubungin dia..?! Anak itu, benar-benar suka buat kesal.." gumam Erin dalam hati, karena Ia tidak menyangka bahwa Sella akan berbohong padanya soal Niko..
Bersambung...
🙏😊 A59⭐
__ADS_1