
Sella yang baru saja sampai di rumahnya setelah pulang dari bekerja, tiba-tiba di kejutkan oleh kedatangan Aika yang kini sudah berada di hadapannya. "Aika, kamu kok bisa ada di sini..?"
Tanya Sella dengan ekspresi wajah yang terkejut, namun setelahnya Ia berusaha untuk tetap tenang dan bersikap seperti biasa. Lalu mempersilahkan Aika untuk duduk di kursi yang ada di teras rumahnya.
"Iyaa Sell, maaf yaa aku gak bilang dulu kalau mau datang ke rumah kamu. Karena kalau sebelumnya aku ngomong, pasti kamu akan berusaha menghindar dari aku.." jelas Aika tanpa basa-basi.
"Iyaa gak gitu juga sih Ai,mmmh.. Terus kedatangan kamu ke sini, apa ada kaitannya sama Erin..?" Sella yang juga tidak ingin menahan diri, langsung saja menanyakan apa maksud tujuan Aika datang menemuinya.
"Kamu benar Sell, ini memang ada kaitannya dengan Erin.." jawab Aika dengan jujur.
"Maaf yaa Ai, tapi kalau memang itu alasan kamu datang menemui aku. Lebih baik sekarang kamu pulang aja, karena aku gak mau ikut campur dalam urusan hubungan kalian.." ujar Sella seraya bangkit dari tempat duduknya.
"Tunggu Sell, aku juga gak mau melibatkan kamu dalam masalah hubungan aku sama Erin. Aku ke sini cuma mau bertanya tentang sesuatu, kamu cukup jawab benar atau gak. Cuma itu aja, setelah itu aku akan pergi.." jelas Aika berusaha meyakinkan Sella yang hanya menarik nafasnya setelah mendengar penjelasan dari Aika..
"Yaa udah Ai, kamu mau tanya apa..? Aku akan jawab seperti yang kamu minta barusan.."
Keduanya kini kembali duduk dan saling menatap satu sama lain, terlihat jelas dari raut wajah Sella yang menunggu pertanyaan apa yang akan di ajukan oleh Aika padanya.
"Apa benar, kalau saat ini Erin kembali menjalin hubungan dengan Niko mantan pacarnya yang dulu udah ninggalin dia tanpa penjelasan..?"
Degg..
__ADS_1
Sungguh pertanyaan yang membuat Sella terkejut sekaligus bingung harus menjawabnya, karena Ia tidak menyangka Aika akan menanyakan hal itu. "Aika tau dari mana soal itu, aku harus jawab apa ini..?" gumam Sella dalam hati, sembari berpikir keras tentang jawaban apa yang harus Ia berikan pada Aika saat ini.
Aika yang melihat keterkejutan Sella atas pertanyaannya, kini hanya tersenyum dan memberikan waktu pada Sella untuk berpikir.
"Aku harap, kamu mau menjawabnya dengan jujur. Karena aku tau, kamu gak sama seperti Erin yang suka berbohong dan menyembunyikan sesuatu dari aku.." ucap Aika sembari tersenyum.
Mendengar itu, lagi-lagi Sella hanya menghela nafasnya dengan berat. "Iyaa Aika, aku akan menjawabnya dengan jujur. Apa yang kamu tanyakan itu memang benar, dan untuk selebihnya kamu bisa tanyakan langsung sama Erin.." jawab Sella dengan perasaan yang campur aduk, antara bersalah dan marah.
"Maafin aku yaa Ai, harusnya dari awal aku cerita sama kamu. Tapi--"
"Gak apa-apa Sell, kamu gak perlu minta maaf. Aku tau, Erin pasti melarang kamu untuk cerita apapun ke aku. Sebagai teman baiknya, kamu pasti akan melakukan itu. Tapi jawaban dari kamu itu udah lebih dari cukup, terimakasih yaa Sell.." ucap Aika sambil tersenyum, meski sebenarnya saat ini hatinya terasa sangat sakit.
"Iyaa Aika, sama-sama. Tapi gimana kamu bisa tau soal mereka..?" tanya Sella yang merasa penasaran, kenapa Aika bisa mengetahui tentang hubungan Erin dan Niko sekarang.
Ucap Aika yang langsung bergegas untuk pergi, sedangkan Sella masih menatapnya hingga Aika tidak terlihat lagi.
"Kasian Aika, pasti sekarang dia ngerasa sedih banget.." ucap Sella dalam hati seraya masuk ke dalam rumahnya.
🌹
🌹
__ADS_1
Sesampainya di rumah, Aika segera masuk ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Di saat itu juga, Ia menumpahkan segala kesedihan yang sejak tadi berusaha Ia tahan. Air matanya pun terjatuh bercampur dengan air yang Ia gunakan untuk mandi, sesekali Ia mengusap air yang membasahi wajahnya. Suara tangisan pun terdengar samar-samar, lalu perlahan menghilang. Aika pun menyudahi aktivitas mandinya dan bergegas menuju ke kamar.
"Tumben kamu lama banget mandinya, Ai..?" tanya Alya yang saat itu sedang menyuapi Syira, putri kecilnya.
"Gak apa-apa Kak, pengen lama-lama aja,hee.." sahut Aika tanpa menoleh ke arah Kakaknya, karena Ia tidak ingin Alya sampai melihat matanya yang sembab.
Beberapa jam berlalu sejak Aika masuk ke dalam kamar, Ia sengaja mengurung dirinya. Pikiran dan perasaannya kini terasa sedih dan kacau, air matanya masih ingin keluar meski tadi sore saat sedang mandi sudah Ia tumpahkan sepuasnya. Namun nyatanya tetap masih saja ingin keluar.
Tokk,, tokk,, tokkk..
"Aika..! Apa kamu ketiduran..? Ayo bangun, kamu kan belum makan malam.." seru Alya yang tiba-tiba saja mengetuk pintu kamarnya.
Aika yang mendengar itupun segera menghapus air matanya, "Aku masih kenyang Kak, tadi sore udah makan bareng Erin.." sahut Aika tanpa mau membuka pintu kamarnya, karena dalam suasana hati yang seperti ini Ia tidak ingin Kakaknya sampai bertanya apapun. Apa lagi melihat dirinya yang baru saja menangis.
"Ohh,, yaa udah kalau gitu, kamu lanjut istirahat. Jangan tidur larut malam.." ucap Alya yang kemudian menghilang dari balik pintu kamar Aika..
Mengetahui Kakaknya yang sudah masuk ke dalam kamar, Aika kembali merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur. Di sampingnya terlihat sebuah foto dirinya bersama Erin, Ia masih bisa mengingat dengan jelas. Foto itu di ambil saat keduanya baru saja menjalin hubungan, terlihat dari foto keduanya yang tampak bahagia.
Namun kini, melihat foto itu hanya membuat hatinya semakin sedih. Aika pun memilih menyimpan foto itu di dalam laci, "Mungkin udah saatnya, hubungan ini harus berakhir.." gumam Aika dalam hati sembari terus berusaha untuk menyemangati dirinya sendiri...
Bersambung...
__ADS_1
🙏😊 A59🌹