Jangan Pernah Kembali

Jangan Pernah Kembali
Mengingatkan


__ADS_3

Dari sejak pertemuannya dengan Sella, Aika sengaja menjaga jarak dari Erin. Selain karena Ia telah mengetahui hubungan antara Erin dan Niko yang kembali terjalin, hal itu juga karena Ia merasa sangat kecewa dan sudah memutuskan untuk mengalah demi kebahagiaan Erin bersama dengan orang yang Ia cintai.


"Kamu kenapa dari tadi diam aja, Er..?" tanya Sella saat keadaan toko sedang sepi pembeli, jadi mereka berdua bisa menggunakannya untuk mengobrol.


"Gak kenapa-kenapa Sell, cuma tiba-tiba aku kepikiran aja sama Aika.." jawab Erin..


"Kepikiran gimana maksudnya, kamu kangen gitu sama dia..?" tanya Sella lagi, karena Ia sendiri juga ingin tahu. Setelah jawaban yang Ia berikan pada Aika waktu itu, apa yang akan di lakukan Aika untuk hubungannya dengan Erin..


"Bukan kangen, karena perasaan aku ke Aika sekarang mungkin udah gak ada. Udah ke Niko sepenuhnya, cuma aku ngerasa aneh aja. Udah beberapa hari ini Aika gak ada ngubungin aku, gak seperti biasanya.." ujar Erin sembari memikirkan apa yang sebenarnya terjadi pada Aika, kekasih yang tidak di anggapnya itu.


"Ohh,, jadi karena itu kamu kepikiran sama dia, bukannya kamu harus seneng yaa.. Karena kalau Aika gak ngubungin kamu, berarti gak ada yang gangguin hubungan kamu sama Niko.." ucap Sella yang dalam hati berharap, agar Erin bisa menyadari kesalahannya terhadap Aika yang selama ini sering kali Ia buat kecewa.


"Iyaa juga sih, tapi tetap aja aku ngerasa ada yang beda. Padahal biasanya dia rajin ngubungin aku, kasi perhatian dan selalu pengen tau aku lagi apa dan keadaan aku gimana.." jelas Erin..


"Yaa udah kalau gitu, lebih baik kamu temui Aika nanti. Biar kamu tau, apa alasan Aika gak ngubungin kamu akhir-akhir ini.." ucap Sella yang pasti sudah tahu apa penyebabnya.


"Iyaa nanti aku akan temui dia, kalau perlu aku akan datang ke rumahnya. Yaa walaupun sebenarnya aku males banget ketemu sama Kakaknya yang galak itu, tapi keuangan aku juga udah menipis.." Erin yang keceplosan pun segera menutup mulutnya dan menoleh ke arah Sella yang sedang menatap tajam dirinya.


"Yaa ampun, Erin..! Jadi kamu masih manfaatin Aika untuk kepentingan kamu..?! Pantesan aja waktu itu Aika tanya ke aku soal kamu yang belanja barang bareng sama aku padahal gak ada.." seru Sella dengan sangat marah.

__ADS_1


"Mau sampai kapan kamu mau manfaatin dan nyakitin Aika terus, Erin..?" tanya Sella yang membuat Erin kesal dan juga bingung.


"Udahlah Sell, kamu gak usah ikut campur. Itu semua biar jadi urusan aku, lagi pula aku gak ngerasa manfaatin Aika kok. Selama ini dia sendiri yang mau menuruti semua keinginan aku.." jelas Erin yang tidak ingin terus-menerus di salahkan oleh Sella..


"Percuma yaa ngomong sama kamu, cuma buat aku kesal dan emosi aja. Padahal teman dekat kamu itu aku, bukan Aika. Tapi kenapa kamu selalu aja belain dia, bukan aku..!" seru Erin yang tidak bisa menahan amarahnya.


"Justru karena aku menganggap kamu teman dekat aku, makanya aku ingetin kamu kalau apa yang kamu lakukan itu salah. Kalau memang kamu gak ada perasaan lagi sama Aika, yaa udah lepasin dia. Jangan terus manfaatin dan nyakitin dia seperti itu, toh sekarang kamu udah sama Niko lagi.."


Ujar Sella yang berharap Erin bisa mengerti niat baiknya, namun sepertinya Erin sulit menerima dan mencerna tentang semua yang Ia ucapkan padanya. Hal itu terbukti saat Erin memilih untuk segera pergi, karena tidak ingin berdebat dan mendengar apapun perkataan dari teman baiknya itu.


"Aku harap, semoga suatu saat nanti kamu gak akan menyesali semuanya, Erin.." ucap Sella dalam hati, sembari membayangkan apa yang selanjutnya akan terjadi pada Erin nanti.


🌹


🌹


"Maaf yaa sayang, uang yang aku punya masih belum cukup. Lagi pula kenapa kamu gak cari pekerjaan yang lain aja, yang gak mengharuskan pelamarnya untuk membayar sejumlah uang.." sahut Erin yang merasa bingung, kemana lagi Ia harus mencari pinjaman uang. Ia merasa tidak enak kalau harus meminta atau meminjam pada Aika, karena teringat dengan ucapan Sella tempo hari yang memang ada benarnya juga.


"Ayolah sayang, kamu harus bantuin aku. Kapan lagi ada kesempatan bagus yang menawarkan posisi kerja yang lumayan seperti itu, walaupun harus membayar sejumlah uang tapi gajinya sangat besar nantinya.." bujuk Niko dengan wajah yang memelas.

__ADS_1


"Yaa udah iyaa, nanti aku akan coba pinjam ke teman aku yang lain. Tapi kamu janji yaa, kalau nanti udah di terima kerja kamu harus mengembalikannya.." ucap Erin..


"Iyaa sayang, aku janji. Kamu tenang aja, pasti akan aku kembalikan nanti semua uangnya.."


Niko pun berusaha untuk meyakinkan Erin agar bersedia membantunya, meski sebenarnya uang itu akan Ia gunakan untuk kepentingan yang lain. Namun karena kata-kata manis Niko, membuat Erin pada akhirnya kembali luluh dan percaya padanya.


"Sayang.." panggil Erin dengan mesra dan manja.


"Iyaa sayang, kenapa..?" tanya Niko tersenyum lebar seraya menatap wajah Erin dengan intens.


"Nanti kalau kamu udah di terima kerja, dan gaji kamu lumayan besar. Kamu akan menikahi aku kan..? Karena aku gak mau sampai berpisah lagi sama kamu, yaa walaupun aku tau orang tua kamu gak akan pernah setuju sama hubungan kita. Tapi seenggaknya kalau kita menikah terus punya anak, lama-lama mereka pasti akan menerima aku sebagai menantu mereka.."


Ujar Erin dengan penuh harap, karena dari dulu Ia sangat mencintai Niko dan ingin hidup bersama dengan pria itu.


"Itu udah pasti sayang, karena itu kamu harus selalu membantu dan mendukung aku yaa.. Biar kita bisa secepatnya menikah dan hidup bahagia bersama.." ucap Niko sambil mencium kening Erin dengan mesra dan tersenyum bahagia...


Bersambung...


🙏😊 A59🌹

__ADS_1


__ADS_2