
"Aku pikir kamu gak masuk kerja hari ini, Er.." ucap Sella saat melihat Erin yang baru saja turun dari angkot dan berjalan menuju ke arahnya, mengingat tadi malam keadaan Erin yang mabuk karena minuman keras.
"Mmmh,, aku sih gak mau masuk kerja, tapi Ibu maksa aku. Padahal aku masih pengen tidur dan istirahat, kepalaku rasanya masih pusing.." sahut Erin sembari memegangi kepalanya.
"Kamu sih jadi orang keras kepala banget, aku bilang jangan minum tetap aja minum. Sampai aku harus minta tolong Aika buat nganterin kamu pulang.." gerutu Sella yang kembali merasa kesal dengan ulah Erin yang sangat sulit untuk di larang agar tidak lagi minum-minuman keras.
"Hahh..?! Jadi Aika tau kalau tadi malam aku mabuk, Sell..? Kenapa aku bisa gak ingat yaa, pasti dia bakal marah nanti sama aku,mmmh.." ujar Erin sambil menggaruk kepalanya yang tidak terasa gatal.
"Memang kamu peduli kalau Aika marah..? Dan apa kamu juga lupa dengan apa yang udah kamu omongin tadi malam di depan Aika..?" tanya Sella mencoba mengingatkan Erin dengan apa yang terjadi tadi malam, saat dirinya dalam pengaruh minuman keras.
"Yaa aku gak mau aja Aika marah dan bersikap cuek ke aku, Sell.. Kamu sih pakai ngomong ke Aika segala,mmmh.. Oh yaa, memang tadi malam aku ada ngomong apa, Sell..? Aku benar-benar lupa.." ujar Erin yang hanya bisa menyalahkan dirinya sendiri, karena tidak bisa mengingat apapun tentang apa yang terjadi tadi malam ketika Ia sedang mabuk.
"Kamu menyebut nama Niko di depan Aika.." sahut Sella sembari menarik nafasnya.
"Hahh,, apa..?! Kamu serius Sell, kok bisa aku sebut nama Niko. Memang aku ngomong apa soal Niko..? Gimana ceritanya..?" tanya Erin yang merasa terkejut dengan apa yang baru saja Sella katakan padanya, dengan raut wajahnya yang terlihat cemas Erin pun meminta Sella untuk segera menceritakan semua yang terjadi tadi malam.
Dengan penuh semangat dan rasa kesal yang masih Ia rasakan pada Erin, Sella pun menceritakan semuanya dari mulai Erin yang mulai merasa mabuk setelah meminum minuman keras. Hingga saat Erin harus di antar pulang ke rumah oleh Aika saat itu.
"Yaa ampun, kok bisa-bisanya aku ngomong seperti itu sama Aika. Terus Aika ada tanya atau ngomong sesuatu gak sama kamu, Sell..? Dia pasti marah yaa.." tanya Erin yang ingin tahu bagaimana reaksi Aika pada saat Ia menyebutkan nama Niko..
"Aika gak ada ngomong atau tanya apa-apa soal itu, kalaupun dia tanya yaa udah aku suruh aja dia tanya langsung ke kamu. Biar aku juga gak salah jawab, lagi pula aku memang gak tau apa-apa soal hubungan dan perasaan kalian berdua seperti apa.." ujar Sella yang sama sekali tidak ingin ikut campur dalam hubungan teman dekatnya itu, meski Ia harus berbohong tentang Aika yang sebenarnya bertanya tentang Niko padanya.
__ADS_1
Erin yang mendengar jawaban dari Sella itupun langsung merasa lega, karena Ia tidak ingin hubungannya dengan Aika jadi bermasalah hanya karena kesalahannya sendiri. "Baguslah kalau gitu Sell, pokoknya kalau Aika tanya apa-apa sama kamu. Apa lagi soal Niko, kamu jawab aja gak tau apa-apa.." pinta Erin pada Sella yang langsung mengiyakannya.
⭐
Malam harinya,,
Aika yang sudah berpamitan pada Ibu Ermi untuk mengajak Erin keluar, segera menyalakan motornya dan membawa Erin pergi ke tempat yang biasa mereka datangi. Tidak butuh waktu lama, keduanya pun kini telah sampai di sebuah cafe yang berada tidak jauh dari tempat Erin tinggal. Saat itu, Erin segera memesan makanan kesukaannya, begitu juga dengan Aika..
"Apa kamu ada sesuatu yang mau di omongin sama aku, Er..?" tanya Aika yang sudah bisa menebak, bahwa Sella pasti sudah menceritakan pada Erin tentang kejadian malam itu saat dia dalam keadaan mabuk.
"Mmmm,, gak ada, memang aku mau ngomong apa..?!" sahut Erin dengan nada yang terdengar ketus, meski dalam hati Ia merasa cemas kalau-kalau Aika sampai marah padanya.
Mendengar jawaban Erin, membuat Aika diam seketika. Suasana pun berubah menjadi hening di antara keduanya, meski nyatanya keadaan saat itu sedang ramai di tambah dengan alunan lagu yang sejak tadi terdengar dari saat mereka datang.
"Iyaa Mbak, terimakasih.." sahut Aika sembari membalas senyumannya. Sedangkan Erin segera meletakkan ponselnya yang sejak tadi Ia mainkan, tanpa menunggu lama mereka menikmati makanannya masing-masing.
"Habis ini kita mau kemana lagi, Ai..? Apa mau jalan-jalan, belanja atau nonton bioskop..?" tanya Erin penuh semangat, hingga Ia lupa dengan apa yang menjadi alasan Aika mengajaknya keluar.
Mendengar itu, Aika hanya bisa menghela nafas panjang. Karena sesuatu yang sejak kemarin mengusik hati dan pikirannya masih belum Ia ketahui dengan jelas, tapi Erin justru bertanya tentang sesuatu yang menurutnya hanya memikirkan dirinya sendiri.
"Iyaa nanti kita jalan-jalan, tapi sebelum itu ada sesuatu hal yang mau aku tanyain ke kamu.." sahut Aika menatap tajam ke arah Erin..
__ADS_1
"Yaa udah kamu tanya aja.." sahut Erin..
"Apa kamu masih mencintai Niko dan berharap dia untuk bisa kembali lagi sama kamu..?" tanya Aika sembari menatap wajah Erin dengan intens, seolah ingin mencari tahu tentang jawaban apa yang mungkin tersirat dari perubahan raut wajah Erin saat itu.
"Kamu ngomong apa sih Ai, mana mungkin aku masih mencintai Niko dan berharap kembali lagi sama dia. Kamu tau kan kalau dia udah lama banget ninggalin aku, dan sampai sekarang juga aku gak tau dia ada dimana.."
Jawab Erin yang mulai merasa kesal, karena harus membahas tentang Niko. Laki-laki yang dulu sangat Ia cintai, namun juga meninggalkan dirinya tanpa sebab dan alasan apapun.
"Jadi maksudnya, kalau kamu tau keberadaan Niko ataupun dia muncul lagi. Kamu mau kembali sama dia, seperti itu..?!" tanya Aika lagi dengan nada yang terdengar kesal sekaligus kecewa. Karena bukan jawaban seperti itu yang Ia harapkan dari Erin, dan Ia hanya bisa menghela nafasnya dengan berat.
"Yaa gak gitu juga maksud aku, kamu jangan salah paham dulu, Ai.. Kan tadi kamu sendiri yang tanya dan aku udah jawab, terus kenapa sekarang kamu jadi marah-marah gitu sama aku..?!" sahut Erin dengan wajah cemberut.
"Iyaa Er, aku minta maaf. Aku gak marah kok.." balas Aika yang lebih memilih untuk mengalah dan menahan rasa kecewa dalam hatinya.
"Aku sayang sama kamu, Ai.. Kamu harus percaya itu, kalau gak sayang mana mungkin aku mau menjalani hubungan kita sampai sejauh ini. Kamu jangan mikir yang bukan-bukan lagi yaa.." ujar Erin berusaha menenangkan Aika..
"Tapi malam itu--"
"Udah yaa Ai, aku gak mau bahas soal Niko lagi. Sekarang aku udah sama kamu, bukan sama Niko.." ucap Erin dengan tegas, karena Ia tidak mau memberikan kesempatan pada Aika untuk membahas tentang apa yang Ia katakan saat malam itu...
Bersambung...
__ADS_1
🙏😊 A59⭐