
"Gimana kerjaan kamu hari ini Ai, lancar..?" tanya Alya sembari bermain bersama putrinya, sementara Aika terlihat asyik dengan ponselnya.
"Lancar Kak, seperti biasa. Cuma tadi lebih banyak yang di kerjakan.." jawab Aika yang masih menatap ke layar ponsel miliknya sembari tersenyum.
"Syukurlah kalau gitu, kamu ini di ajak ngobrol malah asyik pacaran.." sindir Alya yang sejak tadi melihat Aika asyik sendiri dengan ponselnya itu.
"Siapa yang pacaran, aku cuma balas pesan dari Erin, Kak.." sahut Aika yang kini meletakkan ponselnya di atas meja, lalu menghampiri Syira yang sedang asyik dengan mainannya.
"Kamu jangan terlalu berlebihan menaruh perasaan sama Erin, Ai.. Dan jangan terlalu baik sama dia dan Ibunya, kita gak pernah tau gimana ke depannya nanti.." ujar Alya yang tidak ingin adiknya itu merasakan kecewa dari orang yang Ia sayangi dan percaya.
"Iyaa Kak, aku ngerti kok maksud Kakak. Tapi kalau soal perasaan terkadang memang sulit untuk di atur.." sahut Aika sembari menarik nafasnya, Ia sendiri merasa bahwa semakin hari Ia semakin menyayangi Erin. Sikap manja dan kepandaian Erin dalam menyenangkan hatinya, membuat Ia benar-benar merasa nyaman dan bahagia. Meski kadang sikap Erin yang keras kepala juga membuatnya bingung dan lebih sering mengalah.
"Kakak tau itu, cuma tolong kamu pikirkan lagi hubungan kamu dengan Erin.." ucap Alya..
"Maksud Kakak gimana..?" tanya Aika yang ingin tahu lebih jelas lagi, apa maksud dari ucapan Alya padanya.
"Apa kamu gak mau seperti dulu lagi, menjalin hubungan sama laki-laki..? Bukan sama perempuan seperti sekarang ini.."
Mendengar pertanyaan dari Alya, membuat Aika seketika itupun terdiam. Yaa, dulu Aika memang pernah menjalin hubungan bersama se'orang pria dan Aika sangat mencintai pria itu. Namun setelah cukup lama bersama, pria itupun mengkhianati Aika. Dari situlah awal mula Aika memilih untuk menjalin hubungan dengan sesama wanita, selain karena rasa trauma yang begitu besar. Juga di karenakan menjalin hubungan dengan wanita, membuat Aika merasa sesuatu yang berbeda dan lebih nyaman.
"Aku gak bisa, Kak.." jawab Aika setelah cukup lama terdiam.
"Kenapa gak bisa, Ai..? Kamu masih belum mencobanya, lagi pula gak semua laki-laki itu sama. Gak semuanya akan berkhianat sama kami.." jelas Alya yang tidak ingin adiknya itu terlalu lama terlibat dalam hubungan yang terlarang.
"Aku udah nyaman seperti ini Kak, lagi pula kenapa Kakak tiba-tiba membahas soal ini..?" tanya Aika, karena selama ini Ia berpikir bahwa Kakaknya tidak mempermasalahkan Ia berhubungan dengan wanita.
__ADS_1
"Karena Kakak gak mau kamu kecewa Ai, Kakak tau kesamaan kisah percintaan kamu dan Erin yang membuat kalian memilih untuk menjalin hubungan. Kakak juga tau, kalau kamu tulus sayang sama Erin dan gak main-main. Tapi apa Erin juga seperti itu sama kamu atau mungkin dia cuma iseng-iseng aja..? Apa pernah kamu pikirkan itu, Ai..?"
Seketika itu suasana menjadi hening, Aika mulai mencerna semua ucapan dari Kakaknya. Semakin Ia memikirkannya, semakin membuatnya bertanya-tanya tentang perasaan Erin padanya selama ini. Apakah memang sungguh-sungguh seperti yang dirinya rasakan, atau hanya sekadar untuk mengisi kekosongan hatinya di saat tidak ada pilihan yang lain.
"Kenapa kamu diam, Ai..? Apa sekarang kamu baru sadar soal itu dan mulai ragu..? Lebih baik kamu pastikan gimana perasaan Erin sama kamu, sebelum kalian membuang-buang waktu dengan hubungan yang seperti itu. Kecuali kalau kamu juga cuma ingin bersenang-senang aja, Kakak gak keberatan.." ujar Alya yang bangkit dari tempat duduknya seraya menggendong Syira untuk masuk ke dalam kamar.
"Kakak mau kemana..?" tanya Aika..
"Mau ke kamar dulu Ai, Syira udah mulai ngantuk sepertinya. Lebih baik mulai sekarang kamu pikirkan apa yang udah Kakak omongin tadi sama kamu.." sahut Alya sembari berjalan ke arah kamar, meninggalkan Aika yang masih diam terpaku dengan pikirannya saat ini.
⭐
Keesokan paginya,,
"Kamu kenapa Ai, kok dari tadi diam aja..? Apa ada masalah..?" tanya Ashika yang menoleh ke arah Aika, namun Ia juga tetap fokus dan berhati-hati dalam mengendarai mobilnya.
"Memang bingung kenapa..? Ayo cerita sama aku, mana tau aku bisa bantuin kamu.." sahut Ashika sambil tersenyum.
Aika pun mulai menceritakan, tentang pembicaraan tadi malam antara dirinya dan Alya. Yang membuat Ia terus berpikir, tentang apa yang harus Ia lakukan saat ini.
"Ohh,, jadi itu masalahnya, aku juga bingung sih, Ai.. Kok bisa kamu menjalin hubungan sama Erin, yang jelas-jelas sama seperti kamu,hehee.." ujar Ashika seraya tertawa kecil.
"Gak usah ngeledek, Shik.. Aku beneran bingung ini, di satu sisi aku udah terlanjur sayang banget sama Erin. Tapi di sisi lain, apa yang di katakan sama Kak Alya itu memang ada benarnya juga.." ucap Aika..
"Yaa udah gak usah bingung, ikuti aja kata hati kamu. Kan kamu yang merasakan dan menjalaninya, tapi kamu juga harus tau dan terima dengan semua konsekuensinya nanti.." ujar Ashika..
__ADS_1
"Iyaa Shik, aku ngerti. Terimakasih yaa, sekarang aku tau apa yang harus aku lakukan.." sahut Aika sembari tersenyum.
"Memang apa yang mau kamu lakukan, Ai..?" tanya Ashika yang langsung merasa penasaran dengan apa yang ingin di lakukan oleh Aika..
"Kalau itu rahasia donk,hehee.." jawab Ashika tertawa kecil.
"Ohh,, jadi sekarang mau main rahasia-rahasiaan yaa.. Baiklah, aku juga bisa.." balas Ashika..
"Kok gitu sih, Shik..? Kamu gak boleh ikut-ikutan gitu, pokoknya kalau ada apa-apa kamu harus cerita sama aku.." ucap Aika yang selama ini menjadi tempat Ashika berbagi cerita tentang kisah percintaannya.
"Yaa boleh donk, kamu aja main rahasia-rahasiaan gitu sama aku.." sahut Ashika dengan raut wajah yang cemberut.
"Maaf yaa Aika, sebenarnya selama ini banyak yang aku tutupi dari kamu.." gumam Ashika dalam hati sembari menarik nafasnya dengan berat.
"Yaa udah iyaa, aku kasi tau kamu apa yang mau aku lakukan.." balas Aika yang kini mendekatkan wajahnya ke telinga Ashika dan membisikkan sesuatu.
"Ohh,, jadi itu yang mau kamu lakukan, bagus itu Ai.. Lebih baik gitu, biar jelas dan kamu juga gak merasa ragu lagi sama Erin.." ucap Ashika yang mendukung dengan apa yang akan Aika lakukan nantinya.
"Menurut kamu jawaban Erin nanti gimana yaa, Shik..?" tanya Aika seraya memikirkan tentang sesuatu.
"Yaa mana aku tau Ai, aku kan bukan Erin ataupun dukun. Udahlah, gak usah terlalu kamu pikirkan. Jodoh gak bakal kemana kok,hehee.."
"Kalau kemana-mana, yaa di ikat aja pakai tali cinta.." sahut Aika yang membuat keduanya pun langsung tertawa...
Bersambung...
__ADS_1
🙏😊 A59⭐