
Ashika dan Beny yang kini berada di dalam sebuah mobil, tampak hanya diam saja. Keduanya memang sudah berencana untuk kembali pulang, untuk mengatur semua yang telah mereka rencanakan sebelumnya.
"Mau sampai kapan kamu diam terus seperti itu..? Apa kamu masih marah sama aku..?" tanya Beny sambil menoleh ke arah Ashika yang duduk di sampingnya.
"Siapapun pasti akan marah kalau tau apa yang udah kamu lakukan di belakang aku.." jawab Ashika dengan ketus, Ia tidak menyangka bahwa kekasihnya itu masih pada tabiatnya yang dulu. Yaitu menjalin hubungan dengan lebih dari satu perempuan, meskipun alasannya hanya untuk bersenang-senang dan tidak menggunakan hati atau perasaan.
"Kan aku udah berulang kali minta maaf sama kamu, aku cuma khilaf waktu itu. Lagi pula wanita itu yang terus aja godain aku.." sahut Beny yang sengaja mencari alasan untuk membela dirinya, karena Ia tidak ingin Ashika sampai memutuskan hubungan dengannya hanya di sebabkan kesalahan yang Ia lakukan itu.
"Sebelumnya juga kamu udah pernah minta maaf dan berjanji untuk berubah, kamu akan setia dan gak akan khianati aku lagi. Tapi buktinya apa..? Ini udah yang ketiga kalinya kamu selingkuhi aku, Ben..!" seru Ashika sembari menyeka air matanya yang tidak dapat Ia bendung lagi.
Beny yang mendengar itupun segera menghentikan mobilnya, lalu menggenggam tangan Ashika.. "Aku tau Ashika, aku memang salah dan aku benar-benar minta maaf. Karena itu aku pengen kita bertunangan, agar kamu percaya kalau aku serius dan gak main-main sama kamu.." ucap Beny yang berusaha untuk meyakinkan Ashika dengan kesungguhannya, berharap Ashika bisa kembali percaya lagi padanya.
"Entahlah Ben, aku ragu kalau kamu bakal berubah. Kamu udah sering ngecewain aku.." balas Ashika mengungkapkan apa yang Ia rasakan saat ini.
"Tolong untuk kali ini, kamu percaya sama aku, Ashika.. Aku gak mau kehilangan kamu, kita harus lanjutkan rencana kita yaa.." ucap Beny sembari membelai lembut wajah Ashika dengan kedua tangannya.
"Baiklah Ben, aku ikuti rencana kamu dan aku minta sama kamu untuk benar-benar berubah.." sahut Ashika yang kembali merasa luluh dengan ucapan Beny itu.
"Terimakasih yaa Sayang, aku akan tepati janji aku untuk berubah demi kamu dan hubungan kita.." balas Beny sembari tersenyum, lalu perlahan mengecup kening Ashika..
__ADS_1
⭐
Setelah beberapa jam perjalanan, Ashika dan Beny pun akhirnya telah sampai di kediaman keluarga Hendra Wijaya. Keduanya di sambut hangat oleh orang tua Ashika dan juga Kakaknya.
"Akhirnya kalian sudah tiba juga di rumah, ayo masuk.." ucap Hendra pada Ashika dan Beny yang langsung menyalaminya.
"Aku kangen banget sama Papaa.." Ashika langsung memeluk Papaa-nya.
"Papaa juga kangen sama kamu, Ashika.." sahut Hendra sembari membalas pelukan pada putrinya itu.
Setelah itu, Ia pun memeluk Ibu dan juga Kakaknya yang sedang berdiri menatapnya. "Maa, Ashika juga kangen sama Mamaa dan Kak Salsa.."
Tidak ingin ikut ketinggalan, Salsa pun memeluk adik kesayangannya itu dengan erat. "Akhirnya, sekarang kamu pulang juga, Shik.. Jadi, sekarang Kakak punya teman ngobrol sekaligus teman berantem,hehee.." ujar Salsa sambil tertawa kecil.
Kedua adik beradik itu sejak dulu memang sangat dekat, bahkan mereka sering berbagi dalam hal apapun. Baik itu berbagi cerita, barang atau sesuatu yang di sukai. Meski pertengkaran kecil juga kerap kali terjadi, karena Ashika yang memiliki sifat lebih keras kepala dan tidak mau di atur oleh Salsa sang Kakak.
Kini semua orang tampak telah berkumpul di ruang tamu, dengan wajah yang terlihat lelah Ashika menyandarkan tubuhnya di sofa.
"Apa kalian berdua sudah yakin dengan keinginan kalian untuk segera bertunangan..?" tanya Hendra yang memecah suasana hening di dalam ruangan itu.
__ADS_1
Ashika dan Beny yang mendengar pertanyaan itupun langsung saling menatap. "Aku yakin, Paa.." jawab Ashika sembari menarik nafasnya, di dalam hati Ia berharap bahwa keputusan yang Ia ambil itu adalah benar. Hal itu karena Ia sangat mencintai Beny dan tidak ingin hubungannya dengan kekasihnya itu hancur, karena kesalahan yang sering kali Beny lakukan.
"Aku juga yakin Om, dan aku juga minta maaf sama Om dan Tante karena rencana kami ini sangat mendadak.." ucap Beny..
"Hal itu juga yang menjadi pertanyaan Tante dan Om, sebenarnya apa yang terjadi di antara kalian..? Sampai kalian berdua memutuskan untuk segera bertunangan.." tanya Aneska yang merasa aneh dengan keputusan yang tiba-tiba di ambil oleh Ashika dan Beny itu.
Ashika menghela nafasnya dengan dalam, lalu mencoba menjelaskan apa yang menjadi alasan dari keputusan mereka berdua yang mendadak ingin bertunangan. Namun Ashika tidak mungkin menceritakan alasan yang sebenarnya pada kedua orang tuanya.
"Jadi begitu alasannya, karena kalian berdua ingin hubungan kalian lebih terjaga dari godaan orang lain. Atau ada yang lain..?" tanya Hendra sembari menatap ke arah Beny..
"Karena aku mau membuktikan sama Ashika, kalau aku benar-benar serius, Om.." jawab Beny dengan yakin.
"Baiklah kalau begitu, Om setuju. Kalian mau acara pertunangan yang seperti apa..? Nanti biar Papaa dan Mamaa yang akan mengaturnya.." tanya Hendra menatap Ashika dan Beny secara bergantian, sementara Beny mengalihkan pandangannya pada Ashika..
"Aku terserah sama Ashika aja Om, Tante.." jawab Beny sembari tersenyum, Ia merasa senang dan lega karena keinginannya untuk bertunangan dengan kekasihnya itu telah di setujui oleh kedua orang tua Ashika..
"Aku mau acaranya sederhana aja yaa Paa, Maa.. Tamu undangan cukup keluarga besar dan kerabat terdekat aja.." ujar Ashika yang entah kenapa merasakan sesuatu yang aneh dalam hatinya, seperti telah membuat sebuah keputusan yang membuat Ia pada akhirnya merasa ragu dan bimbang...
Bersambung...
__ADS_1
🙏😊 A59⭐