
Aika yang merasa sulit untuk tidur karena memikirkan tentang ucapan Erin tentang Niko, akhirnya memilih untuk keluar kamar dan duduk di ruang keluarga sambil menonton televisi. Ia berharap rasa kantuk akan segera datang, agar Ia bisa tertidur nantinya.
"Aika,, kamu kenapa belum tidur..? Malah nonton TV, udah jam berapa ini,mmmh.." tanya Alya tiba-tiba yang baru saja keluar dari kamarnya.
"Aku masih belum bisa tidur Kak, makanya nonton TV biar lama-lama jadi ngantuk.." jawab Aika yang tadinya sempat merasa terkejut dengan suara Alya..
"Kamu kenapa Ai, apa ada masalah sama Erin..? Kalian berantem..?" tanya Alya dengan rasa penasaran, karena tidak seperti biasa adiknya itu sulit tidur kecuali saat ada masalah atau beban pikiran yang di rasakannya.
"Aku gak kenapa-kenapa kok Kak, gak ada masalah. Dan aku juga gak berantem sama Erin, cuma memang susah tidur aja. Mungkin karena kepikiran sama masalah yang terjadi di tempat kerjaan.." ujar Aika yang terpaksa harus berbohong, karena Ia juga tidak mungkin untuk menceritakan apa sebenarnya yang menjadi penyebab Ia jadi sulit untuk tidur.
"Ohh, jadi karena ada masalah di tempat kerjaan, yaa udah kamu yang sabar aja. Kakak yakin kok, kalau kamu bisa menyelesaikannya dengan baik.." sahut Alya yang berusaha untuk menghibur dan menyemangati Aika..
"Iyaa Kak, terimakasih yaa.. Terus Kakak sendiri kenapa gak tidur..?" tanya Aika pada Kakaknya.
"Oh iyaa, Kakak kan tadi mau ke dapur untuk ambil air minum, tuh kan jadi lupa.." jawab Alya seraya menepuk jidatnya, lalu berjalan menuju ke arah dapur untuk mengambil air minum.
"Kamu buruan tidur yaa Ai, jangan lama-lama nonton tv-nya. Kakak mau masuk kamar dan tidur duluan.." ucap Alya pada Aika yang langsung mengiyakan ucapannya.
Setelah cukup lama menonton acara televisi, rasa kantuk pun mulai menghampiri Aika. Ia pun segera mematikan televisi dan berjalan menuju ke kamarnya. "Hoaammm,, akhirnya ngantuk juga.." ucap Aika dengan mata yang terlihat sayu, setibanya di dalam kamar Ia langsung merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur.
⭐
Keesokan harinya,,
"Aika dimana Kak, lagi sarapan yaa..?" tanya Ashika yang seperti biasa datang ke rumah untuk mengajak Aika berangkat kerja bersama, baik itu dengan menggunakan mobil miliknya atau ikut bersama Aika dengan di bonceng motornya.
__ADS_1
"Mungkin masih ada di kamarnya, lagi siap-siap, Shik.. Soalnya dia bangun kesiangan pagi ini.." jawab Alya..
"Tumben Aika bangun kesiangan Kak, gak seperti biasanya.." sahut Ashika sembari duduk di sofa dan mengajak Syira bermain.
"Itu yang mau Kakak tanyakan sama kamu, Shik.. Apa ada masalah dengan pekerjaan Aika di kantor..? Tadi malam Aika sulit tidur, waktu Kakak tanya kenapa jawabnya karena ada masalah di tempat kerjaan. Apa itu benar..?" tanya Alya sembari melirik ke arah lain, untuk memastikan bahwa Aika tidak mendengar pembicaraan mereka.
"Oh itu yaa Kak, iyaa memang benar ada masalah di kantor. Tapi semua masih aman dan bisa di kendalikan, gak sampai menimbulkan masalah besar,hee.."
Ujar Ashika yang entah kenapa memilih untuk berbohong pada Alya, sedangkan Ia sendiri tidak tahu apa masalah yang saat ini sedang di hadapi oleh Aika. Namun yang Ia tahu, Ia harus menutupinya seperti yang di lakukan Aika pada Alya..
"Syukurlah kalau benar seperti itu Shik, tadinya Kakak pikir karena dia lagi berantem sama Erin.." balas Alya..
"Lagi ngomongin apa nih..? Serius banget sepertinya.." tanya Aika tiba-tiba, membuat Alya langsung menatap ke arahnya.
"Gak ngomongin apa-apa, kamu udah sarapan belum..?" tanya Alya pada Aika yang ikut duduk di sampingnya seraya memegang ponsel miliknya.
"Yaa udah kalau gitu gak apa-apa, yang penting nanti di sana kamu sarapan.." balas Alya mengingatkan adik satu-satunya itu.
Tidak lama kemudian, Aika dan Ashika segera berpamitan untuk pergi bekerja. Kali ini Ashika memilih untuk pergi menggunakan motor bersama Aika, "Kamu gak apa-apa kita naik motor, Shik..? Kamu kan biasa naik mobil, kalau kena debu, asap atau kamu masuk angin gimana..?" tanya Aika saat dalam perjalanan menuju ke tempat mereka bekerja.
"Gak apa-apa Ai, aku justru pengen ngerasain gimana selama ini kamu pergi dan pulang kerja naik motor. Ternyata seru juga yaa,hee.." jawab Ashika yang sesekali mengangkat kedua tangannya ke samping dan merasakan setiap angin yang menerpa wajahnya.
"Oh yaa Ai, aku boleh tanya sesuatu gak..?" tanya Ashika yang tiba-tiba teringat dengan ucapan Alya padanya tadi saat berada di rumah.
"Iyaa tanya aja, Shik.. Gak perlu pakai izin segala.." sahut Aika yang memperlambat laju motor yang Ia bawa.
__ADS_1
"Mmm,,apa kamu lagi berantem sama Erin..?" tanya Ashika..
"Gak Shik, aku sama Erin gak berantem kok. Kamu tanya seperti itu, pasti karena ada omongan dari Kak Alya kan,mmmh.." jawab Aika yang sudah bisa menduga, bahwa Kakaknya itu pasti bertanya dan mencari tahu sesuatu pada Ashika..
"Terus kenapa tadi malam kamu susah tidur..? Ada masalah apa sebenarnya, Ai..?" tanya Ashika dengan rasa penasaran dalam hatinya, meski Ia juga bisa menduga jika Aika pasti tidak mau untuk menceritakannya pada saat ini.
Aika yang mendengar pertanyaan dari Ashika itupun hanya menghela nafasnya dengan berat, Ia sendiri masih tidak ingin membahas tentang masalah itu. Terlebih Ia belum menanyakan pada Erin perihal apa yang sudah Erin ucapkan tadi malam, saat kondisinya yang dalam pengaruh minuman keras itu.
"Ai,, Aika..! Aku tanya, kok kamu diem aja sih,mmmh.. Pasti kamu mikirin Erin yaa..?!" seru Ashika sembari menepuk pundak Aika yang membuatnya tersadar kembali dengan apa yang di tanyakan oleh Ashika padanya.
"Untuk saat ini aku belum bisa cerita apa-apa sama kamu, Shik.. Karena aku juga belum tau pasti, apa masalah yang sedang terjadi yang aku mungkin belum tau sepenuhnya.." jawab Aika..
"Yaa udah gak apa-apa Ai, tapi nanti kamu harus cerita sama aku.." sahut Ashika, dan kini keduanya pun telah tiba di tempat mereka bekerja. Setelah melewati pemeriksaan oleh se'orang satpam yang menjaga pintu gerbang pagi itu, Ashika segera memarkirkan motornya di tempat parkiran yang telah tersedia.
"Maaf Mbak Ashika, tunggu sebentar.." ucap penjaga pintu masuk yang segera mengambil sesuatu dari dalam ruangannya. "Ini Mbak, ada titipan buat Mbak, tapi saya gak kenal siapa tadi yang memberikannya. Dia cuma bilang untuk memberikan bingkisan ini ke Mbak.." ucapnya seraya menyerahkan sebuah bingkisan pada Ashika..
"Ohh,, yaa udah Pak, gak apa-apa. Terimakasih yaa, Pak.." sahut Ashika yang langsung berpikir, siapa kira-kira yang mengirimkan bingkisan itu untuknya.
"Pasti Beny yang mengirimkannya..." gumam Ashika dalam hati, sembari tersenyum penuh bahagia.
"Mmmm,, pasti itu dari Beny kan, ternyata dia romantis juga yaa,hee.." ucap Aika sembari menatap wajah Ashika yang tersipu malu.
"Yaa udah Ai, ayuk buruan kita masuk ke dalam. Kamu juga kan harus sarapan dulu.." sahut Ashika yang sebenarnya merasa penasaran dengan apa isi dari bingkisan itu dan ingin segera membukanya, seraya mempercepat langkahnya menuju ke dalam ruangan tempat Ia dan Aika bekerja...
Bersambung...
__ADS_1
🙏😊 A59⭐