Jangan Pernah Kembali

Jangan Pernah Kembali
Berjalan Lancar


__ADS_3

Acara pertunangan antara Ashika dan Beny pun berjalan dengan lancar, tanpa ada satupun halangan yang berarti. Semua orang tampak bersukacita, namun mereka tidak tahu bahwa ada sese'orang yang saat itu merasakan sedih atas kebahagiaan itu.


"Selamat yaa, Ashika.. Semoga kalian secepatnya juga akan menikah.." ucap salah satu kerabat dari pihak Beny pada Ashika..


"Itu sudah pasti, secepatnya kami akan menikah. Bukan begitu Sayang..?!" tanya Beny seraya menatap ke arah Ashika yang hanya tersenyum kaku.


Beny yang sedari tadi memperhatikan Ashika yang banyak diam, menarik tangan Ashika untuk mengikutinya ke ruangan lain. "Kita mau kemana, Ben..?" tanya Ashika yang bingung dengan sikap Beny yang tiba-tiba menarik tangannya.


"Aku yang seharusnya tanya sama kamu, sebenarnya kamu kenapa..? Aku perhatikan sejak tadi kamu banyak diam, apa kamu gak bahagia dengan pertunangan kita..?" tanya Beny sembari menghela nafasnya.


"Aku gak kenapa-kenapa Ben, aku bahagia kok. Mungkin aku cuma capek aja.." bohong Ashika sembari memijat keningnya.


"Ohh,, yaa udah kalau gitu, sekarang kamu istirahat aja dulu. Aku mau kembali ke depan, gak enak ninggalin tamu dan Om sama Tante di sana.." ucap Beny..


"Iyaa Ben, nanti aku nyusul.." sahut Ashika pada Beny yang berlalu pergi meninggalkannya.


Beny yang baru saja keluar dari ruangan dimana tempat Ia dan Ashika tadi berada, tiba-tiba menghentikan langkahnya. Saat sebuah tangan menariknya dari arah belakang, yang membuat Beny pun segera menolehnya.


"Kamu,, apa yang kamu lakukan di sini..?" tanya Beny pada wanita yang ada di depannya saat ini.


"Selamat yaa, sekarang kamu udah resmi jadi tunangan Ashika. Aku harap, kamu gak akan menyakiti hatinya lagi.." ucap wanita itu sembari berlalu pergi begitu saja.

__ADS_1


"Ehh,, tunggu..!" cegah Beny yang hendak mengikuti, namun seketika itu Ia mengurungkan niatnya dan kembali ke tengah-tengah para kerabat dan keluarganya berada.


"Beny,, dari mana saja kamu..? Ashika mana..?" tanya Hendra pada Beny yang sejak tadi sedang mencarinya.


"Aku di sini, Paa.." sahut Ashika yang tiba-tiba sudah berdiri di belakang Beny, Ia sengaja segera menyusul Beny. Karena tidak ingin membuat kedua orang tuanya merasa curiga, dengan membiarkan Beny hanya se'orang diri di sana tanpa dirinya.


"Kamu kemana aja Sayang..? Mamaa dan Papaa dari tadi mencari kalian berdua.." tanya Mamaa pada Ashika..


"Iyaa maaf Maa, tadi aku cuma istirahat sebentar di ruang tengah dan di temani Beny.." jawab Ashika sembari menarik nafasnya.


"Iyaa Tante, karena Ashika merasa agak pusing.." ucap Beny yang ikut menimpali.


"Terus sekarang bagaimana, apa kamu masih pusing juga..? Kamu sudah minum obat belum tadi..?" tanya Papaa yang langsung merasa khawatir pada putri kesayangannya itu, sembari membelai lembut rambut Ashika yang tergerai dengan indah.


"Syukurlah kalau begitu, sekarang kalian berdua ikut Papaa yaa.. Untuk menemui beberapa tamu undangan yang sejak tadi ingin bertemu dengan kamu dan Beny.." ujar Papaa yang langsung mengajak Ashika dan Beny untuk mengikutinya dari belakang, begitu juga dengan Aneska yang ikut bersama mereka.



Sementara itu di tempat yang lain, Aika terlihat sedang berbincang-bincang bersama Kakaknya. "Apa ada kabar dari Ashika, Ai..?" tanya Alya sembari bermain bersama putrinya.


"Masih belum ada Kak, mungkin Ashika lagi sibuk menghabiskan waktu bersama keluarganya.." jawab Aika yang sejak tadi asyik dengan ponselnya.

__ADS_1


"Tapi Kakak kok ngerasa aneh yaa, Ai.." ucap Alya seraya memikirkan sesuatu tentang Ashika..


"Aneh gimana maksud Kakak..?" tanya Aika yang merasa bingung dengan apa yang di ucapkan oleh Alya padanya.


"Yaa aneh aja, gak biasanya Ashika pulang ke rumah orang tuanya mendadak seperti itu. Biasanya juga sebelum itu dia cerita dulu kan sama kita, tapi kali ini tiba-tiba gitu aja.." ujar Alya..


"Iyaa Kak, itu juga yang aku pikirkan dari kemarin. Sebelum Ashika pergi, aku sempat tanya apa ada sesuatu yang terjadi. Tapi Ashika bilang gak ada terjadi apa-apa, dia pulang ke rumah orang tuanya cuma karena kangen aja sama keluarganya.." jelas Aika..


"Jadi gitu yaa Ai, semoga Ashika baik-baik aja di sana.." ucap Alya..


"Kak,, aku mau keluar dulu sebentar sama Erin yaa, sekalian ada sesuatu yang mau aku beli.."


Aika pun segera bangkit dari tempat duduknya, lalu berjalan masuk ke dalam kamar untuk mengambil djaket dan meraih kunci motor di tempat yang biasa Ia meletakkannya.


"Jangan lama-lama Ai, ini udah malam loh.." sahut Alya sembari menarik nafasnya.


"Iyaa Kak, cuma sebentar kok.." balas Aika seraya tersenyum dan berlalu pergi meninggalkan Alya..


"Pasti Erin menginginkan sesuatu, anak itu selalu aja memanfaatkan Aika.." gumam Alya dalam hati, karena selama ini Ia tahu bahwa Erin selalu meminta Aika untuk memenuhi semua keinginannya. Dengan caranya yang bersikap baik dan merengek manja, membuat Aika tidak tega untuk menolaknya...


Bersambung...

__ADS_1


🙏😊 A59⭐


__ADS_2