Jangan Pernah Kembali

Jangan Pernah Kembali
Perubahan


__ADS_3

Melihat Aika yang berpenampilan rapi, membuat rasa penasaran Alya pun seketika meronta. "Tumben kamu udah kelihatan rapi banget, mau kemana, Ai..?" tanya Alya..


"Hee,, biasa Kak, mau ngajak Erin jalan-jalan sekaligus belanja.." jawab Aika sembari tersenyum.


"Pasti dia kan yang minta kamu untuk belanja..? Dia itu kalau ada maunya aja, baru bersikap baik sama kamu dan mau ngajak ketemu. Coba kalau gak ada maunya, pasti dia cuek-cuek aja.." gerutu Alya yang selama ini sering memperhatikan sikap Erin pada Aika..


"Kakak gak boleh ngomong gitu, nyenengin orang itu kan sesuatu yang baik, Kak.. Apa lagi kalau itu orang yang kita sayangi.." ujar Aika yang tidak ingin Kakaknya terus-menerus berpikiran yang buruk tentang Erin..


"Iyaa sesuatu itu baik kalau orang itu bisa menghargai, tapi dia jangankan untuk menghargai bersikap baik sama kamu aja kalau ada maunya.." sahut Alya yang terus menyalahkan sikap Erin terhadap Aika selama ini, yang menurutnya tidak pernah tulus pada Aika. Tapi terkesan hanya memanfaatkan kebaikan dan perasaan Aika saja.


"Udah yaa Kak, jangan berprasangka buruk terus sama Erin. Aku percaya kok, kalau suatu saat nanti dia pasti bisa berubah jadi lebih baik dan begitu juga dengan penilaian Kakak terhadapnya.."


Setelah mengatakan itu, Aika pun berpamitan pergi untuk menemui Erin di rumahnya. Tidak lupa, Ia membelikan sesuatu untuk Ibu Ermi yang selama ini sudah Ia anggap seperti Ibunya sendiri.


"Aku ajak Erin keluar dulu yaa, Bu.." pamit Aika sembari tersenyum dan menyalami tangan Ibu Ermi..


"Iyaa Aika, kalian berdua hati-hati yaa dan jangan pulang larut malam.." pesan Ibu Ermi seraya menatap kepergian keduanya.


Tidak butuh waktu lama, Aika dan Erin tiba di sebuah taman kota tempat yang biasa mereka datangi. "Aku seneng banget kita bisa keluar jalan-jalan.." ucap Aika sambil menoleh ke arah Erin yang saat itu terlihat sibuk dengan ponselnya.


"Iyaa Ai, aku juga seneng kok. Tapi aku lebih seneng lagi kalau bisa belanja, sayangnya uang yang aku punya udah mau habis.." balas Erin dengan memasang raut wajah sedih.

__ADS_1


Aika yang sudah mengerti dengan maksud ucapan Erin, hanya bisa tersenyum. "Yaa udah kalau gitu, nanti aku ajak kamu belanja. Setelah makan malam, kita langsung ke Mall yaa.." sahut Aika yang selalu berusaha untuk bisa membahagiakan Erin selama ini.


"Mmmm,,tapi aku mau belanjanya bareng sama Sella aja, karena aku udah janji sama Sella kalau mau belanja nanti akan ngajakin dia. Gak apa-apa kan, sayang..?"


Mendengar ucapan Erin itu, membuat Aika langsung terdiam. Antara terkejut dan senang serta bingung, karena tidak biasanya Erin memanggilnya dengan panggilan sayang.


"Kok malah diam..? Gak boleh yaa..?" tanya Erin lagi saat tidak ada jawaban dari Aika..


"Hahh..? Boleh kok, gak apa-apa. Kamu belanja aja bareng sama Sella.."


"Terimakasih yaa, sayang.. Kamu memang baik banget.." ucap Erin yang langsung menggandeng tangan Aika, sembari menyandarkan kepalanya pada bahu Aika..


Mendapat perlakuan dan sikap manis dari Erin, membuat Aika pun tersenyum bahagia. Ia berpikir, bahwa Erin sudah mulai berubah dan hubungannya akan menjadi semakin lebih baik untuk kedepannya.


"Akhirnya, kamu datang juga sayang. Aku udah nungguin kamu dari tadi.." ucap Niko saat melihat Erin yang baru saja datang di kost-an yang belum lama ini Ia tempati.


"Iyaa sayang, maafin aku yaa baru bisa datang. Ada sesuatu yang harus aku selesaikan dulu, kamu udah makan belum..? Ini aku bawakan makanan buat kamu.."


Erin menyerahkan sebuah bungkusan berisi makanan, yang tadi sengaja Ia beli saat bersama dengan Aika..


"Kebetulan banget sayang, aku belum makan dan udah lapar sekali.." sahut Niko seraya membuka bungkusan makanan itu dengan penuh semangat.

__ADS_1


Setelah menghabiskan makanan yang Erin bawa untuknya, mereka berdua pun berbincang-bincang dan melepaskan rindu yang selama ini mereka rasakan dan tahan.


"Kamu gak akan ninggalin aku lagi kan, Niko..?" tanya Erin tiba-tiba, karena sebenarnya Ia sendiri masih merasa seperti mimpi bahwa saat ini Niko sudah kembali lagi bersamanya. Ia juga merasa takut, kalau sewaktu-waktu Niko akan kembali meninggalkannya seperti sebelumnya.


"Gak sayang, aku gak akan ninggalin kamu lagi. Karena cuma kamu satu-satunya wanita yang aku mau dan cintai, kamu harus percaya sama aku.." jawab Niko yang berusaha untuk meyakinkan Erin, karena Ia tahu saat ini pasti Erin masih meragukan dirinya.


"Terimakasih yaa sayang, aku percaya kok sama kamu. Pokoknya kamu gak boleh lagi ninggalin aku, karena kalau itu terjadi aku gak akan pernah mau maafin kamu..!" seru Erin dengan nada mengancam.


"Iyaa sayang, aku janji gak akan ninggalin kamu.." balas Niko yang kini mempererat pelukannya pada tubuh Erin..


Tidak terasa, waktu sudah menunjukkan pukul setengah sebelas malam. Erin yang tidak ingin membuat Ibunya cemas, akhirnya memilih untuk segera pulang. Walaupun sebenarnya, Ia masih ingin menghabiskan banyak waktu bersama Niko..


"Aku pulang dulu yaa sayang, besok kita ketemu lagi. Dan ini buat kamu.." ucap Erin sembari menyerahkan sejumlah uang yang Ia dapatkan dari pemberian Aika untuk dirinya.


"Terimakasih yaa sayang, aku semakin sayang banget sama kamu.." sahut Niko dengan perasaan senang setelah menerima sejumlah uang dari Erin..


"Yaa udah sekarang kamu pulang yaa sayang, hati-hati di jalan. Nanti kalau udah sampai di rumah, langsung kabari aku.."


"Iyaa sayang, sampai besok yaa..!" seru Erin sambil melambaikan tangannya, lalu berjalan menghampiri sebuah taksi yang sebelumnya telah Ia pesan...


Bersambung...

__ADS_1


🙏😊 A59⭐


__ADS_2