Jangan Pernah Kembali

Jangan Pernah Kembali
Mencari Tahu


__ADS_3

"Kamu kenapa, Ai..?" tanya Ashika dengan rasa penasaran, karena sejak tadi Ia memperhatikan Aika yang terlihat berbeda tidak seperti biasanya.


"Memang aku kenapa, Shik..? Aku gak kenapa-kenapa kok.." jawab Aika yang justru merasa bingung dengan pertanyaan dari Ashika..


"Tapi hari ini kamu kelihatan beda banget lho Ai, gak seperti biasanya. Sekarang kamu lebih ceria dan bersemangat, pasti semua itu karena ada hubungannya sama Erin yaa.." tebak Ashika..


"Hee,, iyaa begitulah Shik, tadi malam aku dan Erin keluar jalan-jalan dan makan bersama.." ucap Aika sembari tersenyum.


"Terus apa lagi, Ai..? Kalian begitu-begitu..?" tanya Ashika yang semakin merasa penasaran.


"Begitu-begitu apaan, Shik..? Kamu ini mesum aja pikirannya,mmmh.." sahut Aika..


"Iyaa terus apa lagi, Ai..? Makanya lanjutin ceritanya, jangan setengah-setengah gitu kalau cerita.." gerutu Ashika yang merasa sudah tidak sabar dengan kelanjutan cerita dari Aika..


"Yaa gak ada terus-terus Shik, intinya aku merasa Erin udah mulai berubah dan bersikap baik sama aku.." lanjut Aika..


"Jadi cuma gitu aja,mmmh.. Kirain ada yang seru gitu, Ai.. Yaa udah ayo buruan ke kantin, aku laper banget nih.." ajak Ashika sembari bangkit dari tempat duduknya, lalu menarik tangan Aika untuk mengikutinya.


"Makan di luar aja yaa Shik, aku bosan sama makanan di kantin. Sekalian cari udara segar,hehee.."


Mendengar itu, Ashika pun menyetujuinya dan mengajak Aika untuk pergi ke tempat makan langganan mereka. "Tapi kamu yang traktir yaa, Ai.." ucap Ashika sambil tersenyum lebar.


"Iyaa Shik, beres. Nanti kamu pesan aja apa yang kamu mau makan.." sahut Aika..


Setibanya di tempat makan yang biasa mereka datangi, dari kejauhan Aika melihat sese'orang yang Ia kenal. Aika pun segera turun dari mobil dan berlari kecil untuk menghampiri orang tersebut, tanpa menghiraukan Ashika yang sedang memanggil namanya.

__ADS_1


"Hei, tunggu..! Kenapa kamu buru-buru pergi, Sell..?" tanya Aika pada perempuan yang ternyata adalah Sella..


"Ehh,, Aika.. Maaf yaa, tadi aku gak tau kalau ternyata itu kamu yang manggil aku.." bohong Sella yang sebenarnya memang sengaja menghindari Aika, karena Ia tidak ingin di tanya-tanya atau sampai keceplosan tentang Erin dan Niko..


"Iyaa Sell, gak apa-apa kok. Oh iyaa, gimana belanja bareng sama Erin..? Pasti seru yaa dan borong belanjaan banyak,hee.. Lain kali ajak aku juga yaa.." ujar Aika sembari tersenyum.


Sedangkan Sella yang mendengar ucapan Aika itu justru terlihat sangat bingung, karena Ia tidak mengerti dengan apa yang di bicarakan oleh Aika padanya. " Maksud kamu belanja apa yaa, Ai..? Aku sama sekali gak ngerti.." sahut Sella dengan raut wajah yang masih merasa bingung, namun sesaat kemudian ekspresi wajahnya tiba-tiba berubah dan mengiyakan ucapan Aika..


"Ohh,, iyaa iyaa Ai, maaf aku baru ingat kalau--"


"Cukup Sell, kamu gak perlu bohong seperti itu. Aku tau, kamu pasti tau sesuatu tentang apa yang di sembunyikan sama Erin dari aku. Benar kan..?" tanya Aika yang tidak mau menahan rasa penasarannya lagi.


"Aku harus jawab apa ini,mmmh.. Aku gak mungkin cerita ke Aika soal Niko.." gumam Sella dalam hati.


Melihat kesempatan itupun, Sella segera memilih untuk secepatnya pergi meninggalkan Aika. Karena Ia tidak ingin sampai menceritakan semua tentang Erin dan Niko yang saat ini telah menjalin hubungan kembali.


"Sella, tunggu..!" teriak Aika yang hendak mengejarnya, namun langkahnya tertahan saat sebuah tangan segera menarik tangannya.


"Hehh,, kamu mau kemana Ai, kita kan ke sini mau makan. Kok malah mau pergi sih,mmmh.." gerutu Ashika dengan wajah cemberut, lalu menarik tangan Aika untuk segera mengikutinya.


"Tapi Shik, aku mau--"


"Gak ada tapi-tapi, lagian perempuan itu siapa sih..? Selingkuhan kamu atau pacar baru kamu..?" tanya Ashika dengan asal dan kesal.


"Sembarangan aja yaa kalau ngomong, itu tuh temannya Erin.." jawab Aika ketus.

__ADS_1


"Ohh,, temannya Erin, terus kamu ngobrol apa tadi sama dia..?" jiwa penasaran Ashika pun mulai kambuh, membuat Aika yang sadar akan hal itu segera mengalihkan pembicaraannya.


"Yaa udah buruan kamu pesan makanan, aku udah laper banget nih.." ucap Aika sembari menyodorkan buku menu pada Ashika yang membuat dirinya melupakan tentang pertanyaannya tadi. Hingga Aika pun bisa bernafas lega, karena usahanya tersebut berhasil.


🌹


🌹


Malam harinya,


Aika yang ingin mencari tahu tentang apa yang sebenarnya Erin sembunyikan darinya, saat ini memutuskan untuk menemui Erin di rumahnya. Namun setibanya di sana, ternyata Erin tidak berada di rumah. Hal itupun membuat Aika merasa sedikit kecewa, lalu Ia memilih untuk segera pulang ke rumah. Namun saat di perjalanan, Aika melihat sosok perempuan yang sepertinya Ia kenal.


"Bukannya itu Erin, tapi dengan siapa..?" tanya Aika dalam hati, sembari menghentikan sepeda motor yang Ia kendarai.


Aika yang merasa penasaran, akhirnya mencoba mendekati perempuan yang terlihat seperti Erin itu yang terlihat sedang duduk dan asyik berbincang-bincang bersama dengan se'orang pria yang Aika sama sekali tidak mengenalnya. Dengan berjalan perlahan dan mengendap-endap, kini Aika bisa melihat dengan jarak yang lebih dekat.


Degg..


Kini detak jantung Aika terasa semakin kencang, saat Ia telah mengetahui pasti bahwa perempuan itu memang benar Erin. "Siapa laki-laki yang bersama Erin itu..? Kenapa mereka berdua tampak seperti sepasang kekasih..?" tanya Aika seraya menarik nafasnya dengan berat.


Setelah memastikan bahwa itu adalah Erin, Aika pun memutuskan untuk segera pergi dari tempat itu. Dengan perasaan yang berkecamuk dan penuh tanda tanya, Aika langsung melajukan sepeda motornya...


Bersambung...


🙏😊 A59🌹

__ADS_1


__ADS_2