Jangan Pernah Kembali

Jangan Pernah Kembali
Sesuatu Yang Tidak Ingin Di Lihat


__ADS_3

"Apa kamu baik-baik aja, Ai..?" tanya Alya pada Aika, yang beberapa hari ini lebih banyak menghabiskan waktu di kamarnya setelah pulang bekerja.


"Aku baik-baik aja kok Kak, memang kenapa Kak..?" jawab Aika yang kini balik bertanya.


"Kakak perhatikan belakangan ini kamu jarang keluar rumah, lebih banyak di dalam kamar. Kenapa, kamu bertengkar lagi sama Erin atau ada masalah yang lain..?" tanya Alya lagi yang merasa penasaran dan tidak puas dengan jawaban yang di berikan oleh adiknya itu.


"Gak ada masalah kok Kak, dan aku juga gak bertengkar dengan Erin. Cuma pengen banyak istirahat aja, karena akhir-akhir ini di kantor banyak banget kerjaan.." ujar Aika yang terpaksa harus berbohong, karena Ia tidak ingin Kakaknya itu terus bertanya dan memaksanya untuk bercerita.


"Ohh, jadi gitu yaa, Kakak pikir kamu ada masalah atau bertengkar lagi sama Erin.. Yaa udah kalau gitu, Kakak mau masuk ke kamar dulu. Syira udah mulai ngantuk nih sepertinya, kamu jangan tidur larut malam yaa.." ucap Alya sembari menggendong putri kecilnya untuk masuk ke dalam kamar.


"Iyaa Kak, sebentar lagi aku masuk kamar.." sahut Aika yang kembali melanjutkan menonton televisi.


Namun tidak lama kemudian, terdengar suara nada dering yang berasal dari ponsel milik Aika yang berada di atas meja. Ia pun segera mengambilnya, seraya berharap dalam hati bahwa itu adalah Erin yang menghubunginya.


"Ashika..? Tumben dia telepon.." gumam Aika dalam hati dengan raut wajah yang terlihat agak kecewa.


Aika : "Ada apa Shik..? Tumben jam segini telepon.."


Ashika : "Hee,, aku bosen di kost-an sendirian, kita jalan yuk, Ai..


Aika : "Ohh,, kenapa gak ajak Benny aja, Shik..?"


Ashika : "Tadinya aku mau ngajak dia, tapi Benny bilang kalau dia masih banyak pekerjaan. Jadi yaa udah, aku hubungi dan ajak kamu aja. Mau yaa Ai, yaa yaa.."


Aika : "Mmmmh,, yaa udah deh iyaa, tapi aku siap-siap dulu.."


Ashika : "Okey siipp, aku segera ke sana,hee.."


Tidak lama setelah itu, sambungan telepon pun terputus. Aika pun segera mematikan televisi, lalu masuk ke dalam kamarnya untuk mengganti pakaian.


"Kak Alya,, aku mau keluar dulu yaa sama Ashika.." ucap Aika pada Alya yang saat itu terlihat sedang memasukkan beberapa pakaian ke dalam lemari pakaian.

__ADS_1


"Memang mau kemana malam-malam begini, Ai..?" tanya Alya..


"Ashika mau ngajak jalan-jalan Kak, katanya dia bosen di kost-an terus.." jawab Aika..


"Ohh,, yaa udah kalau gitu kamu sama Ashika hati-hati, jangan pulang larut malam yaa.." pesan Alya yang seperti biasa Ia ucapkan pada Aika..


"Beres Kak, tenang aja.." sahut Aika yang langsung berpamitan pada Alya, lalu berjalan menuju ke pintu depan.



"Kita mau jalan-jalan kemana, Shik..?" tanya Aika pada Ashika yang kini keduanya telah berada di dalam mobil.


"Mmmm,, kalau ke Mall aja gimana..?"


"Gaklah Shik, di Mall rame. Banyak orang di sana.." jawab Aika yang sejak dulu memang tidak menyukai keramaian, kecuali saat bekerja.


"Yaa udah kita ke danau aja gimana, kamu mau kan..?" tanya Ashika lagi.


Ashika yang mendengar jawaban Aika itupun langsung tertawa, " Kamu ini Ai ada-ada aja, di tempat yang rame gak mau. Di alam terbuka takut ke sambet,hehehee.. Yaa terus mau kamu kemana, ke rumahnya Erin..?" ledek Ashika yang masih tertawa terkekeh-kekeh.


"Yaa udah deh, terserah kamu aja, Shik.." sahut Aika sembari menarik nafasnya.


Pada akhirnya, Ashika pun memilih untuk jalan-jalan ke Mall sembari belanja untuk keperluannya. Sedangkan Aika hanya mengikuti kemana Ashika melangkah, karena Ia tidak bersemangat untuk ikut berbelanja seperti yang di lakukan oleh teman baiknya itu.


"Shik, Ashika.." panggil Aika sambil menyentuh pundak Ashika yang masih sibuk memilih barang-barang yang ingin Ia beli.


"Ada apa sih, Ai..? Kamu mau bantuin aku buat milih-milih barang.."


"Coba deh kamu lihat ke arah sana, bukannya itu Benny yaa..? Tapi dia sama siapa itu..?" tanya Aika pada Ashika seraya menunjuk ke arah lain di tempat itu yang tidak jauh dari mereka berdiri.


Mendengar hal itu, Ashika pun segera menoleh ke arah yang di tunjukkan oleh Aika. Dan benar saja, sese'orang yang mereka lihat itu adalah Benny. Seketika itu raut wajah Ashika pun berubah, Ia lalu menarik tangan Aika untuk segera pergi dari tempat itu.

__ADS_1


"Kita mau kemana Shik, memang kamu udah selesai belanjanya..?" tanya Aika pada Ashika yang mengajaknya ke tempat kasir.


"Iyaa udah Ai, habis ini kita langsung pulang yaa.. Kepalaku tiba-tiba terasa sakit, Ai.." jawab Ashika pada Aika yang langsung mengiyakannya.


⭐⭐


"Apa kita mau mampir ke apotek dulu untuk beli obat sakit kepala..?" tanya Aika sembari tetap fokus mengemudikan mobilnya.


"Gak usah Ai, langsung pulang aja yaa.. Aku mau istirahat.." pinta Ashika yang sejak tadi berusaha keras untuk menahan air matanya agar tidak terjatuh.


Ada rasa sakit dan sedih yang Ia rasakan saat ini, melihat tunangannya bersama perempuan lain. Meski ini bukan kali pertama Ia melihatnya, tapi rasa sakitnya menjadi luar biasa. Hal ini di karenakan Benny kini telah menjadi tunangannya dan telah berjanji untuk berubah, tidak lagi mengkhianati dirinya.


"Kamu baik-baik ajakan, Shik..?" tanya Aika yang sejak tadi memperhatikan Ashika yang lebih banyak diam, seolah sedang merasakan dan menahan sesuatu.


"Iyaa Ai, aku baik-baik aja kok.." jawab Ashika.


"Pasti kamu sedih yaa, karena lihat Benny sama perempuan lain tadi..? Udah yaa Shik, jangan di pikirkan. Mungkin aja perempuan yang bersama Beny tadi adalah teman kerjanya.." ujar Aika yang berusaha untuk menenangkan Ashika..


"Iyaa Ai, semoga aja seperti itu.." balas Ashika yang langsung memalingkan wajahnya ke arah jendela mobil, Ia tidak ingin Aika melihat kesedihannya saat ini. Namun Aika yang menyadari hal itu kini memilih untuk diam dan membiarkan Ashika untuk menenangkan diri.


"Kita udah sampai Shik, ini kunci mobilnya.." ucap Aika sembari menyerahkan kunci mobil pada Ashika yang tidak langsung mengambilnya.


"Aku boleh gak nginep di rumah kamu, Ai..? Aku gak mau tidur sendirian di kost-an.." tanya Ashika..


"Pasti boleh dong, yaa udah ayuk turun. Aku juga sebenarnya cemas kalau kamu pulang sendirian dalam keadaan sedih seperti itu.." ucap Aika..


"Siapa juga yang sedih, aku gak sedih kok.." sahut Ashika yang berusaha untuk terlihat seperti biasanya.


"Iyaa gak sedih, tapi pengen nangis kan kan kaaaannn,hehehee.." goda Aika pada Ashika yang kini ikut tertawa...


Bersambung...

__ADS_1


🙏😊 A59


__ADS_2