
Saat semua pekerjaan telah Aika selesaikan, Ia pun segera membereskan meja kerja dan mengambil tasnya yang ada di sebuah laci. Ashika yang melihat teman baiknya itu hendak pergi, segera menahannya.
"Ehh,, tungguin aku, Ai..!" seru Ashika sembari menarik tangan Aika yang hendak keluar dari ruang kantor.
"Buru-buru banget sih Ai, memang mau kemana..? Biasanya juga kamu yang paling terakhir pulang.." ledek Ashika pada Aika..
"Ada urusan penting yang harus aku selesaikan Shik, aku pulang duluan yaa.." sahut Aika dengan raut wajah yang terlihat serius dari biasanya. Lalu Ia pun segera pergi, meninggalkan Ashika yang tampak bingung karena memikirkan tentang urusan apa yang ingin di selesaikan oleh Aika. Hingga membuatnya harus terburu-buru untuk pergi.
"Gak salah lagi, pasti ini ada hubungannya sama Erin.." gumam Ashika dalam hati, sembari melanjutkan pekerjaannya yang masih belum selesai. Namun karena pikirannya yang sudah mulai tidak fokus, Ia pun lebih memilih untuk pulang dan menunda pekerjaannya.
Setelah tiba di tempat parkir dan ingin membuka pintu mobil, sebuah tangan menahan dan menariknya perlahan. Ashika pun membalikkan badan dan menoleh ke sisi kanan.
"Kamu..? Ngapain kamu di sini..?!" tanya Ashika dengan ketus, seraya menarik nafasnya dengan berat.
"Aku pengen bicara sama kamu, sebentar aja.." ucap se'orang pria yang tidak lain adalah Beny, tunangannya Ashika..
"Tapi aku gak ada yang mau di bicarakan, lagi pula aku capek dan mau cepat pulang.." sahut Ashika yang kini mulai merasa kesal.
"Yaa udah, aku anterin kamu pulang yaa.." pinta Beny pada Ashika, karena dengan begitu setidaknya Ia punya sedikit waktu untuk berbicara dengan wanita yang selama ini selalu menolaknya untuk di ajak menikah itu.
"Gak perlu, aku bisa pulang sendiri.." balas Ashika sambil masuk ke dalam mobilnya.
"Sampai kapan kamu mau seperti ini terus, Shik..? Memang aku salah apa, sampai kamu terus menghindar dari aku..?!" tanya Beny yang kini tidak bisa menahan rasa penasarannya atas sikap Ashika yang belakangan ini semakin dingin dan tidak peduli lagi dengannya.
"Salah apa kamu bilang..?! Sekarang juga kamu pulang dan lihat diri kamu di cermin, itu juga kalau kamu masih punya cermin..!" seru Ashika yang lebih memilih untuk segera pergi dari tempat itu, karena tidak ingin membuat keributan. Terlebih di lingkungan tempat Ia bekerja, yang pasti akan menarik perhatian banyak orang dan membuat nama baiknya tercemar.
__ADS_1
"Ashika, tunggu..!!" teriak Beny saat melihat Ashika berlalu pergi begitu saja, tanpa mempedulikannya.
"Maaf Pak, lebih baik Bapak tinggalkan tempat ini dengan segera. Lagi pula Mbak Ashika nya juga sudah pergi.." ucap se'orang penjaga keamanan yang sejak tadi memperhatikan Ashika dan Beny..
"Ini juga saya mau pergi,mmmh.." sahut Beny dengan ketus dan berlalu pergi, karena Ia berniat ingin menyusul Ashika ke kost-annya. Namun setibanya di sana, Ia tidak menemukan tanda-tanda bahwa Ashika berada di dalam kost-annya karena tidak terlihat adanya mobil Ashika terparkir di tempat biasanya.
🌹
🌹
Selesai makan malam bersama, Aika membantu Kakaknya membereskan meja makan dan membawa semua piring kotor ke dapur.
"Apa Ashika bermasalah lagi dengan pacarnya, Ai..?" tanya Alya pada Aika yang saat itu sedang mencuci piring.
"Kirain kamu tau sesuatu, Ai.. Yaa udah nanti kamu ajak Ashika ngobrol dan hibur dia, tapi ingat. Jangan sampai kamu merasa nyaman dan terbawa perasaan.." ujar Alya mengingatkan adiknya sembari tersenyum geli.
"Kakak ngomong apaan sih, sembarangan aja kalau ngomong.." gerutu Aika pada Alya yang langsung pergi, setelah Ia tahu kalau adiknya itu merasa kesal karena ucapannya.
"Maaf yaa Ai, tadi aku gak bantuin kamu beresin meja makan dan cuci piring di dapur.." ucap Ashika saat melihat Aika datang menghampirinya.
"Gak apa-apa kok Shik, lagi pula masa tamu di suruh cuci piring,hee.." balas Aika sembari menatap raut wajah Ashika yang terlihat masih sama seperti saat Ia datang tadi sore.
"Iyaa Ai, terimakasih yaa.. Oh iyaa, malam ini aku bolehkan nginap di sini, Ai..?" tanya Ashika penuh harap agar Aika mengizinkannya, meski sebenarnya Ia tidak enak hati karena sudah seringkali merepotkan Aika..
"Iyaa pasti boleh donk Shik, mau tinggal di sini juga gak apa-apa,hee.." jawab Aika..
__ADS_1
"Terus Kak Alya gimana, apa ngizinin aku nginap di sini malam ini..?"
"Pasti ngizinin kok, yaa itung-itung ada yang bisa jagain Syira,hehehee.. Gak kok Shik, aku cuma bercanda.." balas Aika seraya tertawa kecil.
"Gak apa-apa kok Ai, aku juga seneng banget bisa ajak Syira main. Selain lucu, Syira juga gemesin banget,hee.." ujar Ashika yang ikut tertawa.
Melihat itupun, Aika sedikit merasa lega. Karena setidaknya Ashika bisa melupakan sejenak masalah yang Ia hadapi, begitu juga dengan dirinya sendiri.
"Kamu mikirin apa Ai, kok bengong sih..?!" tanya Ashika yang langsung membuat Aika tersadar dari apa yang sedang Ia pikirkan saat itu.
"Ehh,, gak mikir apa-apa kok shik,hee.."
"Kamu bohong, pasti kamu lagi mikirin si Erin yaa.. Udah ngaku aja.." tebak Ashika sambil mendekatkan wajahnya pada Aika..
"Terus kamu sendiri kenapa, Shik..? Apa ada masalah..?" tanya Aika yang sengaja mengalihkan pembicaraan, karena Ia tidak ingin membahas tentang Erin yang hanya membuat kepalanya merasa pusing.
"Memang aku kenapa..? Aku kan gak kenapa-kenapa, baik-baik aja kok.." bohong Ashika yang berusaha menutupi kesedihan dan permasalahannya dari Aika..
"Kamu pasti bohong yaa,mmm.. Ayo cerita aja, buruan cerita.." desak Aika yang membuat Ashika pada akhirnya menceritakan semua masalahnya dan apa yang Ia rasakan saat ini.
Malam itu, keduanya pun menghabiskan waktu untuk saling bercerita dan terbuka atas masalah masing-masing. Sebelum pada akhirnya, rasa kantuk mulai menyerang mereka dan membuat keduanya tertidur dengan lelap...
Bersambung...
🙏😊 A59🌹
__ADS_1