Jangan Pernah Kembali

Jangan Pernah Kembali
Perasaan Yang Aneh


__ADS_3

Sudah hampir seminggu sejak Erin memberikan pinjaman uang pada Niko, namun dari sejak itu Niko masih belum juga mendapat panggilan kerja. Bahkan Niko sendiri sering tidak berada di kost-annya, hal itupun lantas membuat Erin merasa cemas. Terlebih saat mengingat, dari mana Ia memperoleh uang tersebut. Rasa takut akan kemarahan Ibunya jika mengetahui apa yang Ia lakukan, membuat Erin semakin kepikiran.


"Kamu kenapa, Er..? Dari tadi Ibu perhatikan kamu hanya diam dan melamun saja.." tanya Ibu Ermi yang bisa merasakan, bahwa putrinya itu sedang ada masalah.


"Gak kenapa-kenapa kok, Bu.." jawab Erin singkat.


"Apa kamu masih berhubungan dengan Niko..? Lalu bagaimana hubungan kamu dengan Aika, Er..?"


Bukan tanpa alasan Ibu Ermi menanyakan hal itu, karena selain Ia tahu hubungan Erin dengan Niko yang kembali terjalin. Hal itu juga karena sudah lama ini Aika tidak pernah lagi datang ke rumahnya, itu membuat Ibu Ermi bertanya-tanya dan menduga bahwa hubungan mereka sedang tidak baik-baik saja.


"Udahlah Bu, gak usah banyak tanya. Aku males bahas soal mereka, buat kepalaku semakin pusing aja.." gerutu Erin yang membuat pikirannya kian kacau, memikirkan Niko yang hingga kini masih belum mendapatkan pekerjaan. Di tambah lagi dengan Aika, yang Ia ketahui sekarang sedang dekat dengan teman kerjanya, Ashika. Entah kenapa, hal itu membuat Erin merasa tidak suka dan terus memikirkannya.


"Karena Ibu ingin tau Erin, apa Aika baik-baik saja..? Karena belakangan ini dia tidak pernah lagi datang ke rumah.." ujar Ibu Ermi tanpa menutupi kecemasannya.


"Iyaa Bu, Aika baik-baik aja kok.." sahut Erin seraya bangkit dari tempat duduknya, lalu berjalan masuk ke dalam kamar.


Tidak lama setelah itu, Ia kembali keluar dari kamar dengan berpakaian rapi mengenakan celana jeans berwarna biru dan baju kemeja coklat muda.


"Kamu mau pergi kemana, Er..? Sudah malam begini.." Ibu Ermi segera menghampiri Erin yang hanya berjalan melewatinya tanpa menoleh ke arahnya.


"Aku mau keluar dulu sebentar Bu, ada urusan.." jawab Erin sambil berlalu pergi meninggalkan Ibunya yang masih ingin berbicara dengannya.


"Apa kamu mau menemui Niko..? Lalu bagaimana dengan Aika, Er..?" tanya Ibu Ermi yang merasa masih belum puas dengan jawaban yang tadi di berikan oleh Erin padanya.


"Aku udah gak ada hubungan apa-apa lagi sama Aika, Bu.. Jadi lebih baik mulai sekarang Ibu jangan bertanya apapun tentang dia.."


Setelah mengatakan itu, Erin pun segera pergi dari rumah. Sedangkan Ibunya masih berdiri terpaku menatapnya di depan pintu, mendengar apa yang barusan Erin ucapkan. Seolah Ia merasa tidak percaya, ada rasa sedih dan bersalah yang kini Ia rasakan. Terlebih saat mengingat semua kebaikan Aika padanya dan juga Erin selama ini, tapi sekarang Erin kembali membuat Aika kecewa dengan memilih bersama orang lain.


Sesampainya di kost-an Niko, Erin mencoba mengetuk pintu dan memanggil nama pria itu. Namun setelah beberapa saat tidak ada jawaban dari dalam, Erin pun mendekati jendela kaca lalu menempelkan wajahnya.


"Niko kemana yaa, di dalam gak ada.." gumam Erin dalam hati.

__ADS_1


Dengan rasa kecewa, Erin pun memutuskan untuk pergi ke rumah Aika. Entah kenapa bayangan Aika tiba-tiba muncul di benaknya, rasa tidak sukanya pada Ashika juga semakin besar. Apa lagi mengingat apa yang waktu itu telah Ashika katakan padanya, membuat hatinya terasa sakit.


🌹


🌹


Sementara itu di tempat yang lain, terlihat Aika sedang asyik berbincang-bincang dengan Kakaknya dan juga Ashika yang juga ada di sana. Sambil mengobrol, ketiganya juga bermain dengan Syira yang saat itu kebetulan masih belum tidur. Sesekali Ashika menatap Aika dengan diam-diam, Ia melihat mata Aika agak sembab.


"Sepertinya Aika masih sangat sedih dan menangis karena Erin.." gumam Ashika dalam hati, seraya memalingkan pandangannya saat Aika berbalik menatapnya.


"Kalian lanjut ngobrol aja dulu yaa, Kakak mau bawa Syira masuk ke kamar. Sepertinya dia udah mulai ngantuk.." ucap Alya pada keduanya yang hanya menganggukkan kepala.


"Gimana keadaan hati kamu sekarang Ai, apa udah jauh lebih baik..?" tanya Ashika saat melihat Alya sudah masuk ke dalam kamar.


Mendengar pertanyaan Ashika, Aika langsung menghela nafasnya dengan berat dan tersenyum. "Aku berharapnya seperti itu Shik, tapi mungkin aku masih butuh banyak waktu untuk bisa menerima semua dan terbiasa dengan keadaan sekarang ini.." Aika kembali berusaha menguatkan dirinya sendiri, meski kini kesedihan kembali menghampiri hatinya.


"Iyaa Ai, aku bisa ngerti kok. Kamu cuma butuh waktu untuk melewati semua prosesnya.." balas Ashika sembari tersenyum dan menyemangati teman baiknya itu.


Terdengar suara ketukan pintu dari luar, membuat Aika dan Ashika langsung menoleh ke arah pintu depan. "Siapa yang datang yaa, Ai..?"


"Entahlah Shik, aku lihat dulu ke depan yaa.." ucap Aika yang langsung bangkit dari tempat duduknya.


"Aku ikut..!" seru Ashika yang mengikuti langkah Aika dari belakang.


Aika memegang gagang pintu, lalu dengan perlahan membukanya. "Erin..?! Mau ngapain kamu ke sini..?" tanya Aika yang saat itu juga merasa terkejut dengan kedatangan Erin..


"Kamu gak mau nyuruh aku untuk masuk dulu..?" Erin yang ingin berjalan masuk ke dalam rumah, segera di hentikan oleh Aika..


"Ngobrolnya di luar aja.." ucap Aika sambil menarik tangan Erin untuk mengikutinya.


Sedangkan Ashika yang sejak tadi bersembunyi di balik gorden, kini memilih untuk masuk ke dalam kamar Aika. Entah kenapa, Ia merasa tidak senang melihat Aika bersama Erin. Padahal sebelumnya biasa saja, di tambah hubungan mereka juga sudah berakhir. Tapi perasaan yang saat ini Ia rasakan sulit untuk di artikan, perasaan yang membuatnya jadi tidak nyaman.

__ADS_1


"Maafin aku yaa Ai, aku tau kalau aku udah salah banget sama kamu. Karena udah buat kamu kecewa, tapi aku gak mau hubungan kita berakhir. Aku masih sayang dan masih ingin bersama kamu, Ai.." ucap Erin sembari memegang tangan Aika..


"Aku gak bisa, lebih baik sekarang kamu pulang.." sahut Aika yang langsung menepis tangan Erin..


"Kenapa gak bisa Ai, apa karena perempuan penggoda itu..?!" tuduh Erin..


"Siapa yang kamu maksud dengan perempuan penggoda..?" tanya Aika yang masih belum paham maksud ucapan Erin padanya.


"Siapa lagi kalau bukan teman kerja kamu itu, aku tau kalau dia sengaja mau mendekati kamu dan merebut kamu dari aku.." jawab Erin dengan rasa kesal.


"Siapapun yang mau dekat dengan aku, itu bukan urusan kamu. Urusan kita udah selesai, jadi sekarang juga kamu pulang.." Aika bangkit dari tempat duduknya dan berjalan untuk masuk ke dalam rumah, namun langkahnya terhenti saat Ashika juga akan keluar.


"Kamu mau kemana, Shik..?" tanya Aika yang melihat Ashika dengan membawa tas kecilnya.


"Aku mau pulang ke kost-an dulu yaa, Ai.." jawab Ashika sembari tersenyum.


"Ohh,, jadi perempuan penggoda ini ada di sini, ngapain kamu di sini..? Lebih baik kamu cepat pergi..!" seru Erin yang langsung menarik tangan Ashika lalu mendorongnya.


"Cukup, Erin..! Yang seharusnya pergi itu kamu, bukan dia..!" tegas Aika yang tidak bisa lagi bersabar dan menahan amarahnya.


"Jangan-jangan kalian berdua memang ada hubungan, karena itu kamu selalu aja membelanya.." tuduh Erin lagi.


"Memang kenapa kalau ada hubungan, toh itu bukan urusan kamu. Lagi pula dia perempuan baik-baik, bukan perempuan penggoda seperti yang kamu bilang.." ucap Aika sambil menatap ke arah Ashika sembari tersenyum penuh arti.


"Ayo kita masuk, kamu nginap di rumah aja yaa.." ajak Aika pada Ashika sambil merangkulnya dan berjalan masuk ke dalam rumah meninggalkan Erin yang semakin emosi.


"Aika..! Aku belum selesai ngomong..!" teriak Erin yang juga ingin ikut masuk, namun segera di halangi oleh Alya yang saat itu tiba-tiba keluar untuk menemuinya.


"Hei bocah..! Lebih baik sekarang kamu pulang, atau mau aku panggilkan warga untuk mengusir kamu yang teriak-teriak seperti orang gila. Haahhhh..!" bentak Alya yang membuat Erin merasa ciut dan bergegas pergi dari rumahnya...


Bersambung...

__ADS_1


🙏😊 A59🌹


__ADS_2