
"Kamu kenapa malah ke sini sih, Rin..? Kalau Aika nyariin kamu gimana..?" tanya Sella pada teman baiknya itu, yang lebih memilih datang menemuinya di banding menemui Aika..
"Gak apa-apa Sell, biarin aja. Dia juga gak tau kok kalau aku ke rumah kamu, habis aku bosen aja kalau terus ketemu sama dia.." jawab Erin dengan santainya, tanpa merasa bersalah dengan apa yang baru saja Ia ucapkan.
.
"Kok kamu ngomong gitu sih Rin, bukannya kamu sayang banget yaa sama Aika..?" tanya Sella lagi yang selama ini melihat hubungan antara Erin dan Aika terlihat sangat baik dan dekat.
"Mmmh,, itukan cuma yang terlihat aja Sell, sebenarnya aku terpaksa menjalani hubungan sama dia.." ucap Erin sambil menghela nafasnya dengan berat, seolah ada beban yang selama ini Ia tanggung karena hubungan yang Ia jalani bersama Aika..
Mendengar apa yang baru saja di ucapkan oleh Erin, membuat Sella pun merasa penasaran dengan apa ya sebenarnya menjadi alasan Erin tetap menjalani hubungan terlarang itu. "Maksud kamu gimana yaa, Rin..? Kok terpaksa sih, aku masih gak ngerti.." sahut Sella sembari mencoba memikirkan maksud dari perkataan Erin padanya.
"Udahlah Sell, aku gak mau bahas dia terus. Buat suasana hati aku jadi gak enak aja, kapan- kapan aku cerita sama kamu. Sekarang kita keluar yuk, nongkrong di taman atau karaokean juga gak apa-apa.." ajak Erin yang langsung bangkit dari tempat duduknya, lalu mengambil sebuah tas yang tadi Ia bawa.
"Tapi kan udah malam Rin, kenapa gak besok aja,mmmh.." balas Sella dengan raut wajah kesalnya, karena seperti biasa Ia harus mengikuti keinginan teman baiknya itu yang selalu mengajaknya untuk keluar rumah di saat sedang merasa jenuh atau ada masalah.
"Sejak kapan kamu takut sama malam Sell,hehee.. Udah ayo, nanti aku traktir kamu deh.." bujuk Erin seraya menarik tangan Sella untuk segera berdiri dan bersiap-siap pergi bersamanya.
"Yaa udah iyaa iyaa,, tapi inget yaa Rin.. Aku gak mau kamu minum-minum seperti waktu itu, awas aja..!" Ancam Sella pada Erin, karena bukan tanpa sebab Sella mengatakan seperti itu. Karena sejak di tinggal oleh Niko, Erin memang kerap kali mengkonsumsi minuman keras terlebih lagi saat suasana hatinya sedang tidak baik seperti saat ini.
__ADS_1
⭐
"Kamu mau kemana lagi, Ai..? Baru juga pulang, udah mau pergi lagi aja.." tanya Alya yang melihat Aika hendak keluar rumah dengan tergesa-gesa.
"Gak kemana-mana Kak, cuma mau jemput Erin di rumah temannya. Gak lama kok, selesai nganterin Erin ke rumah aku pasti langsung pulang Kak.." ujar Aika yang tidak ingin membuat Kakaknya itu merasa khawatir, karena waktu juga sudah menunjukkan pukul sebelas malam.
"Yaa udah Ai, kamu hati-hati di jalan yaa.. Cepat pulang..!" seru Alya sembari menarik nafasnya.
Tidak butuh waktu lama, Aika kini telah tiba di sebuah tempat karaoke. Di sana sudah terlihat Sella sedang menopang tubuh Erin yang tidak bisa berdiri dengan tegak, di sebabkan efek samping dari minuman keras yang tadi Ia minum. "Kenapa dengan Erin, Sell..?" tanya Aika yang langsung membantu Sella untuk membawa Erin menuju ke sebuah taksi yang sebelumnya sudah Sella pesan.
"Seperti yang kamu lihat Ai, dia mabuk lagi. Padahal dari awal aku udah ngelarang, tapi tetap aja dia keras kepala.." jawab Sella..
Aika dan Sella yang mendengar itupun langsung bertatapan, di ikuti dengan perubahan raut wajah keduanya saat itu. "Kamu sama Erin naik taksi aja yaa, motor kamu biar aku yang bawa ke rumah Erin.." ujar Sella pada Aika yang langsung menyerahkan kunci motornya.
Setibanya di rumah Erin, Aika dengan di bantu Ibu Ermi segera membawa Erin masuk ke dalam kamar dan merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur. Karena pengaruh minuman keras yang Ia minum, membuatnya kini jadi tidak sadarkan diri.
"Terimakasih yaa Aika, karena kamu sudah mau mengantarkan Erin pulang ke rumah. Ibu benar-benar minta maaf, karena lagi-lagi Erin menyusahkan kamu. Ibu kira dia sudah benar-benar berubah, dan menjauhi minum-minuman keras itu.." ucap Ibu Ermi dengan raut wajahnya yang terlihat sedih.
"Ibu yang sabar yaa, dan gak perlu minta maaf. Kita do'akan aja, semoga Erin bisa berubah yaa, Bu.." sahut Aika berusaha menghibur Ibu Ermi..
__ADS_1
"Iyaa Aika, sekali lagi Ibu ucapkan terimakasih.." balas Ibu Ermi dengan tersenyum penuh arti.
Karena hari sudah malam, Aika pun segera berpamitan untuk pulang. Di luar rumah Erin, terlihat Sella bersama se'orang temannya berjalan menghampiri Aika..
"Ini kunci motor kamu, Ai.. Aku mau pulang dulu yaa.." ucap Sella sambil memberikan kunci motor milik Aika..
"Tunggu, Sell..!" panggil Aika pada Sella yang langsung berbalik menghadap ke arahnya.
"Iyaa Ai, ada apa..?" tanya Sella seraya menatap wajah Aika..
"Apa Erin ada ngomong sesuatu sama kamu soal Niko..?" tanya Aika mencoba mencari tahu sesuatu yang sebenarnya tidak ingin Ia ketahui, karena Ia sadar itu hanya akan membuat hatinya merasakan cemburu dan sedih sendiri.
"Erin gak ada ngomong apa-apa soal Niko, dan kalaupun kamu ingin tau tentang dia. Lebih baik kamu tanyakan langsung aja ke Erin, jangan ke aku. Karena aku gak mau terlibat dengan masalah hubungan kalian.." jawab Sella sambil berjalan ke arah temannya yang saat itu memilih untuk duduk saja di atas motor menunggu Sella selesai berbicara dengan Aika..
Mendengar jawaban dari Sella, Aika pun merasa tidak puas. "Besok akan aku tanyakan langsung sama Erin, mungkin dia memang gak bisa untuk lupain Niko.." gumam Aika dalam hati, lalu memilih untuk segera menyalakan motornya dan kembali pulang ke rumah dengan perasaan yang tidak karuan...
Bersambung...
🙏😊 A59⭐
__ADS_1