Jangan Pernah Kembali

Jangan Pernah Kembali
Menginap


__ADS_3

"Udah selesai Shik, sekarang kamu bisa tidur. Maaf yaa agak berantakan,hee.. Terus gak ada AC juga, jadi pakai kipas aja.." ucap Aika yang baru selesai merapikan tempat tidurnya.


"Gak apa-apa kok Ai, di bolehin nginep di sini aja aku udah bersyukur banget.." sahut Ashika sembari tersenyum, lalu perlahan mulai merebahkan tubuhnya di samping Aika berada.


"Yaa udah kamu istirahat tidur, udah malam juga.." Aika segera mengambil bantal dan juga selimut.


"Loh, kamu mau kemana Ai, kok bawa bantal dan selimut segala..?" tanya Ashika dengan raut wajah yang terlihat bingung melihat Aika yang hendak pergi dari kamar itu.


"Aku mau tidur di luar aja Shik, di sofa depan TV. Biar kamu bisa tidur dengan nyaman dan tenang,hehee.." jelas Aika sembari tersenyum, lalu melangkah menuju pintu kamarnya.


"Tunggu, Ai..!" seru Ashika seraya bangkit dari tempat tidur, lalu menarik tangan Aika..


"Aku pengen di temenin tidur sama kamu, maksudnya aku gak mau tidur sendirian di sini. Kamu gak keberatan kan..?" pinta Ashika..


"Hahh,, iyaa Shik, gak apa-apa kok.." ucap Aika sembari meletakkan kembali bantal dan selimutnya.


Setelah mengucapkan selamat tidur, kini keduanya pun berusaha untuk memejamkan mata agar segera tertidur. Dengan posisi Ashika yang menghadap ke arah dinding kamar, dan Aika ke arah yang lainnya serta bantal guling yang menjadi penyekat di antara mereka berdua.


Tiga puluh menit telah berlalu, namun Aika belum juga bisa tertidur. Ada rasa canggung dan tidak biasa yang Ia rasakan saat ini, mungkin itu karena di sebabkan dengan adanya Ashika yang kini terbaring di sampingnya. Ia pun perlahan membalikkan badannya, lalu perlahan menoleh ke arah Ashika yang masih dalam keadaan seperti di awal tadi.


"Kamu nangis, Shik..?" tanya Aika sembari memegang bahu Ashika, karena sejak tadi Ia memang mendengar ada suara lirih seperti orang yang sedang menahan tangisnya.


"Shik,, Ashika.. Kamu gak apa-apa..?" tanya Aika lagi yang belum mendapatkan jawaban dari teman baiknya itu.


"Aku gak apa-apa kok, Ai.. Kamu tidur aja yaa.." jawab Ashika tanpa mau menoleh ke arah Aika yang sejak tadi masih menatap punggungnya.


"Aku tau Shik, kamu pasti lagi sedih karena apa yang kita lihat di Mall tadi. Kalau kamu mau nangis, yaa udah nangis aja. Gak perlu kamu tahan-tahan seperti itu.." ujar Aika..


"Aika...!" seru Ashika yang membalikkan badannya dan segera memeluk erat tubuh Aika sembari menangis dengan terisak-isak. Ia tidak bisa lagi menahan air matanya yang sedari tadi Ia jatuhkan hanya perlahan, kini mulai jatuh dengan lepas dan bebas.


"Menangislah Shik, jangan kamu tahan lagi. Aku bisa ngerti apa yang kamu rasakan saat ini, lepaskan semua beban yang kamu rasa.." ucap Aika sembari membalas pelukan Ashika pada tubuhnya.


Untuk waktu yang cukup lama, suasana di kamar itu hening. Tidak ada suara dari keduanya, hanya terdengar suara isak tangis dari Ashika yang perlahan mulai menghilang.

__ADS_1


"Maafin aku yaa, Ai.."


"Kenapa harus minta maaf..?" tanya Aika seraya menatap ke arah Ashika yang saat ini berusaha mengusap air matanya dengan tisu.


"Iyaa karena tadi aku udah peluk kamu dengan waktu yang cukup lama, tapi beneran aku gak bermaksud-"


"Gak apa-apa shik, aku ngerti kok.." potong Aika sembari tersenyum pada Ashika yang masih sesenggukan.


"Iyaa Ai, terimakasih yaa.. Syukurlah kalau kamu gak berpikir yang bukan-bukan.." sahut Ashika yang kini merasa sedikit lega, karena Ia sudah melepaskan semua beban di hatinya walaupun hanya dengan cara menangis. Tapi itu sudah bisa membuatnya merasa lebih baik, dan suasana hatinya jauh lebih tenang dari sebelumnya.


"Yaa udah Shik, sekarang kita tidur yaa.. Udah malam juga, kalau kamu masih mau nangis di sambung besok aja yaa,hee.." ucap Aika seraya meledeknya.


"Kamu apaan sih Ai, buat aku jadi malu aja tau gak.." balas Ashika yang langsung menghela nafasnya dengan berat, lalu mengambil selimut untuk menutupi wajahnya. Kini keduanya pun segera memejamkan mata dan berusaha untuk tidur.




Keesokan paginya,,


"Aika,, bangun..! Nanti kamu terlambat pergi kerjanya.." seru Alya sembari mengetuk pintu kamar Aika..


"Iyaa Kak..!" sahut Aika yang langsung mengucek matanya, membuat Ashika yang mendengarnya pun jadi ikut terbangun.


"Haahh..! Aika..!" teriak Ashika saat sadar bahwa Ia sedang memeluk Aika, begitu juga sebaliknya. Keduanya pun merasa terkejut dalam waktu yang bersamaan, hingga segera langsung menjauh dan menjadi salah tingkah.


"Aku mau ke kamar mandi dulu Ai, handuk mana yaa..?" tanya Ashika dengan gugup.


"Ohh,, ini handuknya, kamu pakai aja.." sahut Aika seraya menyerahkan sebuah handuk yang baru saja Ia ambil dari dalam lemari pakaian.


Ashika pun segera keluar dari kamar dan berjalan menuju ke arah kamar mandi, namun karena langkahnya yang tergesa-gesa menyebabkan Ia menabrak sese'orang.


Brukk...

__ADS_1


"Aduhh..!" rintih Ashika sembari mengusap keningnya yang terasa sakit, karena terbentur sesuatu.


"Ashika..?! Kamu gak apa-apakan..? Maaf yaa, Kakak gak sengaja nabrak kamu.." ucap Alya yang masih memegang gagang sapu sambil memeriksa kening Ashika..


"Aku gak apa-apa kok Kak, aku yang salah karena jalan terburu-buru sampai gak lihat kalau di depan ada Kak Alya. Yaa udah Kak, aku mau ke kamar mandi dulu yaa.." Ashika pun bergegas ke kamar mandi, meninggalkan Alya yang masih ingin berbicara padanya.


"Sejak kapan anak itu ada di sini..?" tanya Alya dalam hati seraya memikirkan sesuatu.


"Kakak ngapain berdiri di situ sambil pegang sapu..?" tanya Aika tiba-tiba yang membuat Alya tersadar dari apa yang baru saja Ia pikirkan.


"Hahh,, akhirnya yang di pikirkan muncul juga. Sejak kapan Ashika ada di sini, Ai..? Kok Kakak gak tau, terus tadi Kakak lihat dia bawa handuk. Itu berarti ashika tadi malam nginep di rumah dan tidur sama kamu yaa..?!" tanya Alya dengan penuh semangat dan rasa penasaran.


"Kakak udah tidur, gimana bisa tau.." jawab Aika sembari kembali masuk ke dalam kamar, tanpa menghiraukan pertanyaan Alya yang belum Ia jawab semua.


"Ehh,, Aika tunggu..! Jawab dulu pertanyaan Kakak yang tadi.." ucap Alya yang hendak ikut masuk ke dalam kamar Aika, namun langkahnya terhenti saat mendengar suara putri kecilnya yang sedang menangis. Dengan tergesa-gesa Alya pun segera berjalan menuju ke kamarnya, meninggalkan Aika yang langsung merasa lega karena terbebas dari pertanyaan-pertanyaan Kakaknya itu.


"Ayuk buruan Shik kita berangkat, mumpung Kak Alya lagi di kamarnya.." ajak Aika yang sudah selesai merapikan pakaiannya, seraya menarik tangan Ashika untuk segera berjalan mengikutinya.


"Tapi Ai, kita kan harus pamit dulu sama Kak Alya.." sahut Ashika dengan raut wajah yang terlihat bingung.


"Udah ayuk, pamitnya nanti aja kalau udah di luar.." balas Aika..


"Iyaa Ai, tapi gak harus narik tangan aku juga kan..?"


"Ehh,, iyaa maaf Shik, aku gak bermaksud apa-apa kok.."


Seketika itu, suasana pun mendadak menjadi canggung di antara keduanya. Namun dengan cepat Aika berusaha untuk bersikap seperti biasanya, Ia pun segera berpamitan pada Alya yang saat itu langsung keluar dari kamarnya dengan menggendong Syira.


"Kenapa buru-buru sih berangkatnya..? Ini kan masih pagi banget.." ucap Alya..


"Soalnya Ashika mau pulang ke kost-annya dulu Kak, jadi harus pagi-pagi. Iyaa kan Shik..?!"


Seru Aika sembari menatap ke arah Ashika yang langsung menganggukkan kepalanya, setelah berpamitan keduanya pun segera berlalu pergi meninggalkan Alya yang masih sibuk dengan pikirannya sendiri...

__ADS_1


Bersambung...


🙏😊 A59⭐


__ADS_2