Jangan Pernah Kembali

Jangan Pernah Kembali
Tidak Baik-baik Saja


__ADS_3

"Sial..! Bisa-bisanya Aika pergi gitu aja sama perempuan penggoda itu, dan gak peduli sama aku. Awas aja nanti.." umpat Erin sembari berlalu pergi meninggalkan rumah Aika untuk mencari pinjaman uang ke teman-temannya.


Sementara itu di tempat yang lain, Ashika menghentikan mobilnya tiba-tiba. "Kamu baik-baik aja, Ai..?" tanya Ashika menatap Aika dengan sedih, seolah Ia ikut merasakan apa yang teman baiknya itu rasakan.


"Aku gak baik-baik aja Shik, apa kamu gak ada pertanyaan lain selain itu..? Mana mungkin aku baik-baik aja setelah semua yang udah terjadi.." ujar Aika yang merasa sedih, tapi juga kesal mendengar pertanyaan Ashika yang menurutnya aneh.


"Iyaa iyaa maaf, aku tau kamu sedih. Terus kita mau kemana ini..?" tanya Ashika yang merasa bingung harus membawa Aika pergi kemana, karena sebelumnya mereka tidak merencanakan tentang kemana tujuan mereka akan pergi.


"Kemana aja Shik, yang penting jangan ke tempat yang ramai orang. Maaf yaa, aku jadi ngerepotin kamu.." ucap Aika yang memang meminta Ashika untuk datang ke rumah, agar Erin bisa segera pergi dan Ia tidak luluh lagi dengan sikap Erin padanya.


"Gak apa-apa kok Ai, aku malah seneng kita bisa keluar jalan-jalan. Aku juga sebenernya suntuk dan kesepian di kost-an terus, makanya waktu kamu minta aku untuk datang ke rumah aku nya langsung datang.."


"Aku tau, di saat seperti ini kamu pasti butuh teman kan..?!" lanjut Ashika..


"Iyaa Shik, itu memang benar. Terimakasih yaa.." balas Aika seraya menjatuhkan air matanya yang sejak tadi tertahan.


Bulir-bulir bening pun terjatuh di sudut matanya, bersama dengan setiap kesedihan dan kekecewaan yang Ia rasakan. Ashika yang melihat itupun hanya terdiam, dan berusaha menghiburnya.


"Kamu yang sabar yaa Ai, aku percaya semua yang terjadi itu adalah yang terbaik buat kamu. Kamu yang kuat yaa, Ai.." hibur Ashika yang justru membuat tangisan Aika semakin kencang.


Ashika pun langsung memeluknya dengan erat, Ia sangat mengerti dan memahami apa yang Aika rasakan saat ini. Karena hal itu juga sama, dengan apa yang Ia alami dan rasakan saat mengetahui tunangannya Beny bersama dan bersikap mesra dengan perempuan lain.


Dengan perlahan, Aika pun melepaskan pelukan Ashika padanya. "Aku mau nginap di kost-an kamu, bolehkan Shik..?" tanya Aika, karena kalau Ia pulang ke rumah pasti nantinya akan mendapat banyak pertanyaan dari Kakaknya.


"Pasti boleh dong Ai, mau tinggal bareng aku juga boleh kok,hee.. Biar aku ada temannya, teman cerita, teman nonton dan teman tidur juga,hehehee.." jawab Ashika sembari tertawa kecil.

__ADS_1


"Apaan sih shik, ada-ada aja. Sebelumnya terimakasih yaa Shik, udah ngebolehin aku nginap di kost-an kamu malam ini.." ucap Aika sambil menghapus jejak air matanya yang masih membekas di pipi.


"Iyaa Ai, sama-sama. Kalau gitu kita cari makanan dan minuman aja yaa, habis itu kita pulang ke kost-an terus nonton.." ajak Ashika yang langsung menyalakan mobilnya, dan menuju ke tempat penjual makanan dan minuman favorit mereka.


🌹


🌹


Di tempat yang lain, Erin sedang berada di rumah temannya. Sudah beberapa teman Ia datangi, namun hasilnya tetap sama. Begitu juga dengan yang sekarang Ia temui, juga tidak bisa membantu meminjamkan uang padanya.


Setelah usahanya gagal, Erin pun memutuskan untuk segera kembali ke rumah. Ia mulai mencari barang-barang berharga yang bisa Ia jual dan di jadikan uang, "Akhirnya, aku dapat juga. Ini pasti bisa menghasilkan uang yang lumayan banyak.."


Ucap Erin dengan tersenyum lebar, dan tanpa berpikir panjang Ia pun segera mendatangi tempat pegadaian. Setelah urusannya selesai, Erin langsung menuju ke kost-an Niko untuk memberikan sejumlah uang.


"Akhirnya, kamu datang juga sayang. Aku udah nungguin kamu dari tadi lho.." Niko pun langsung memeluk Erin dan mengajaknya untuk duduk di sampingnya.


"Kamu marah yaa sayang..?" tanya Erin yang sengaja ingin tahu bagaimana respon dari Niko saat tidak bisa membantunya untuk mendapatkan uang.


"Aku gak marah sayang, cuma sedikit kecewa aja. Tapi yaa udah gak apa-apa, yang penting kamu udah berusaha.." jawab Niko yang sebenarnya merasa kesal, tapi Ia berusaha untuk tetap bersikap baik pada Erin..


"Iyaa sayang, syukurlah kalau kamu gak marah. Karena sebenarnya aku udah dapat uang yang kamu perlukan untuk melamar pekerjaan di perusahaan itu.." ucap Erin dengan tersenyum sumringah.


"Kamu serius sayang, udah dapat uangnya..?" tanya Niko seolah tidak percaya dengan apa yang baru saja Erin katakan padanya, karena sebelumnya Erin mengatakan telah gagal mencari pinjaman uang.


Namun setelah Erin mengeluarkan sebuah amplop berwarna coklat, dan memberikannya padanya. Niko pun mulai percaya, lalu segera melihat isi di dalam amplop tersebut.

__ADS_1


"Terimakasih yaa sayang, aku gak percaya kalau kamu beneran bisa mendapatkan uang sebanyak ini dalam waktu singkat. Tapi tunggu dulu, bukannya tadi kamu bilang teman-teman kamu gak ada yang bisa pinjemin uang ke kamu. Terus uang ini kamu dapat dari mana..?" tanya Niko yang merasa penasaran.


"Hee,, iyaa sayang maaf yaa, tadi aku cuma pengen tau respon kamu seperti apa. Kalau aku gak bisa bantuin kamu, dan soal uang ini aku peroleh dari menggadaikan barang berharga milik Ibu.." ujar Erin tanpa rasa bersalah dan memikirkan akibat dari apa yang telah Ia perbuat, karena baginya membantu Niko mendapatkan uang adalah hal yang paling penting saat ini.


"Ohh,, jadi gitu yaa sayang, kamu pintar sekali memikirkan caranya mendapatkan uang untukku.." ucap Niko sembari memeluk erat tubuh Erin..


Drrtt,, drrtt,, drrrtt...


Niko pun melepaskan pelukannya pada Erin, saat mendengar ponsel yang Ia letakkan di atas meja bergetar karena ada yang menghubunginya. "Sebentar yaa sayang, aku angkat telepon dulu.." Niko segera mengambil telepon genggamnya, lalu keluar dan berbicara dengan berbisik-bisik. Sesekali Ia melirik ke arah Erin yang juga sedang memperhatikannya.


"Siapa sayang..?" tanya Erin penasaran, karena melihat sikap Niko yang seolah tidak ingin Ia tahu tentang siapa orang yang baru saja menghubunginya.


"Itu tadi Mamaa, dia pengen tau keadaan aku dan aku lagi sama siapa.." jawab Niko..


"Terus kamu jawan apa, sayang..?" tanya Erin lagi yang ingin tahu, apakah Niko mengakui soal hubungannya dengan dirinya pada Ibunya.


"Yaa aku jawab, aku baik-baik aja dan sekarang lagi sama teman.." bohong Niko yang membuat raut wajah Erin seketika itu langsung berubah.


"Kenapa sayang, kamu marah..? Maafin aku yaa, belum bisa mengakui hubungan kita ke orang tua aku. Karena menurut aku, sekarang bukan waktu yang tepat.." ujar Niko berusaha menenangkan Erin..


"Iyaa sayang, aku ngerti kok.." sahut Erin singkat, terlihat jelas ada rasa kecewa yang tergambar di wajahnya.


"Yaa udah kalau gitu, aku mau pulang dulu. Besok aku datang lagi, jangan lupa kabari aku kalau kamu udah di terima kerja di perusahaan itu.."


Erin segera bangkit dari tempat duduknya dan ingin melangkah pergi, namun sebelum itu Niko kembali memeluknya dan meyakinkan dirinya dengan kata-kata manis. Membuat Erin yang tadinya memasang wajah cemberut, kini tersenyum lebar...

__ADS_1


Bersambung...


🙏😊 A59🌹


__ADS_2