Jangan Pernah Kembali

Jangan Pernah Kembali
Kembali Ke kost-an


__ADS_3

Tiga hari telah berlalu, Ashika dan Beny kini berpamitan pada Hendra dan Aneska juga Salsa untuk kembali ke kost-an tempat Ashika tinggal yang jauh dari orang tuanya.


"Kenapa tidak beberapa hari lagi di rumah, Sayang..? Mamaa dan Papaa masih kangen sekali sama kamu.." ucap Mamaa yang merasa berat untuk melepaskan putri kesayangannya itu untuk kembali jauh darinya.


"Iyaa Shik, benar apa yang di bilang sama Mamaa itu. Kita juga belum sempat untuk jalan-jalan bukan.." sahut Salsa yang ikut menimpali.


"Aku gak bisa lama-lama ninggalin pekerjaan aku Maa, Kak.. Gak enak juga sama teman kantor aku yang udah bantuin aku selama aku izin beberapa hari ini.." ujar Ashika yang berusaha memberikan pengertian pada Ibu dan Kakaknya itu, berbeda halnya dengan Hendra yang selama ini selalu mendukung apapun yang di inginkan dan di lakukan oleh Ashika..


"Sudahlah Maa, biarkan saja Ashika kembali ke kota S. Nanti juga dia akan kembali pulang, lain waktu kita juga bisa menjenguknya ke sana.." ucap Papaa yang tidak ingin Ashika merasa bersalah karena tidak bisa tinggal di rumah lebih lama lagi.


"Iyaa Paa iyaa, Papaa dari dulu memang selalu membela Ashika,mmmh.. Yaa sudah kalau begitu, kalian hati-hati di jalan. Tante titip ashika yaa, Ben.. Tolong jaga dia baik-baik.." pinta Mamaa pada Beny..


"Itu udah pasti Tante, aku akan menjaga Ashika dengan sangat baik.." sahut Beny dengan penuh keyakinan.


"Dan satu lagi, kamu jangan ngebut bawa mobilnya yaa, Ben.." ucap Papaa sembari menepuk pundak Beny..


"Baik Om, Tante.. Semua perintah akan Beny laksanakan dengan baik..!" seru Beny sembari tersenyum dan membuat semua orang tertawa kecil.

__ADS_1


Setelah berpamitan, Ashika dan Beny pun memasuki mobil dan berlalu pergi meninggalkan kediaman keluarga Hendra Wijaya.


"Kok perasaan Mamaa tidak enak yaa, Paa.." ucap Aneska pada suaminya yang saat itu masih berada di sampingnya, sedangkan Salsa telah lebih dulu masuk ke dalam rumah.


"Tidak enak kenapa, Maa..?" tanya Hendra dengan mengerutkan keningnya.


"Entahlah Paa, Mamaa juga tidak tau pasti. Semoga saja tidak terjadi apa-apa dengan mereka berdua.." sahut Aneska sembari menarik nafas panjang.


"Mamaa jangan khawatir yaa, mungkin itu karena Mamaa masih merasa kangen dengan Ashika. Jadinya seperti itu, sekarang kita masuk ke dalam. Lebih baik Mamaa istirahat, Papaa mau siap-siap ke kantor dulu.." ujar Hendra seraya merangkul tubuh Aneska dan berjalan masuk ke dalam rumah.


Selama di perjalanan, Ashika tidak banyak berbicara. Ia hanya sibuk dengan perasaan dan pikirannya sendiri, meski Beny berulang kali mengajaknya berbicara. Namun, Ia hanya meresponnya dengan seperlunya hingga Ia pun akhirnya tertidur.


"Ashika,, bangun.. Kita udah sampai di kost-an kamu.." ucap Beny sembari menggoyangkan bahu Ashika dengan perlahan.


Mendengar suara Beny itu, Ashika mulai terbangun dan melihat ke sekelilingnya. "Kita udah sampai yaa, maaf aku ketiduran.." sahut Ashika yang langsung mengucek matanya.


"Gak apa-apa, aku tau kamu pasti lelah. Ayo sekarang turun, koper dan barang-barang yang ada di belakang biar aku aja yang mengambilnya.." ujar Beny yang langsung berjalan ke arah belakang mobil.

__ADS_1


Perlahan Ashika segera turun dari mobil, Ia lalu duduk di sebuah kursi yang berada di teras depan kost-annya. Sambil menunggu Beny selesai membawa semua barang-barang yang ada di dalam mobil.


"Kamu gak mau masuk dulu, Ben..?" tanya Ashika pada Beny yang kini sedang duduk di sebelahnya seraya menatap ponsel yang sejak tadi berdering.


"Gak Shik, aku mau langsung pulang ke rumah Tante aja. Kamu buruan masuk yaa dan banyak istirahat, aku tau kamu pasti kecapekan.." ujar Beny yang langsung berpamitan setelah mengecup kening Ashika yang kini telah menjadi tunangannya itu.


Ashika hanya tersenyum dan melambaikan tangannya ke arah Beny yang sudah berada di dalam mobil, Ia menatap kepergian Beny dengan perasaan yang tidak seperti biasanya. Ada ketakutan dan keraguan yang Ia rasakan pada Beny, meski kini mereka telah bertunangan. Namun, itu justru tidak membuat Ashika merasa lega atau tenang.


"Aku harus percaya sama Beny, dia pasti akan berubah seperti janjinya padaku.." gumam Ashika dalam hati yang berusaha untuk bisa menenangkan dirinya sendiri.


Ia pun segera membuka kunci pintu kost-an, lalu memasukkan koper serta barang-barang yang sengaja di berikan oleh kedua orang tuanya sebagai oleh-oleh untuknya.


Setelah berada di dalam kamar, Ashika merebahkan tubuhnya yang terasa begitu lelah karena acara pertunangan dirinya dan Beny kemarin. Di tambah lagi karena kondisi fisiknya yang akhir-akhir ini memang sedang menurun, sejak kejadian Beny yang ketahuan telah berselingkuh dengan perempuan lain. Membuat perasaan dan pikirannya menjadi terbebani...


Bersambung...


🙏😊 A59⭐

__ADS_1


__ADS_2