Jangan Pernah Kembali

Jangan Pernah Kembali
Mulai Tahu Kebenarannya


__ADS_3

Keesokan paginya,,


Pagi-pagi sekali Aika sengaja menyempatkan waktu untuk datang ke rumah Erin bersama dengan Ashika yang memaksa untuk bisa mengantarkannya. Aika ingin menanyakan tentang siapa sosok pria yang malam itu ada bersama dengan Erin, meski Aika sendiri tidak yakin apakah Erin mau menjawabnya dengan jujur atau tidak. Tapi Ia akan tetap menanyakan hal itu.


"Kok turun di sini, Ai..?" tanya Ashika pada Aika yang meminta untuk turun tidak jauh dari rumah Erin, hal itu Ia lakukan agar Erin tidak mengetahui dan melihat keberadaan mobil Ashika. Karena Aika tidak ingin Erin sampai salah paham nantinya.


"Gak apa-apa Shik, aku gak mau Erin sampai tau kalau aku ke sini sama kamu.." jelas Aika..


"Ohh,, jadi gitu.. Yaa udah kamu temui Erin dulu, aku tunggu kamu di sini.." ucap Ashika yang tidak ingin membiarkan Aika sendirian.


"Iyaa Shik, tapi kalau nanti aku lama kamu langsung pulang aja yaa.. Gak apa-apa kok, nanti aku bisa pergi dengan taksi.." sahut Aika sembari melangkah pergi menuju ke rumah Erin..


Aika yang baru tiba di depan rumah, melihat Erin keluar dan bergegas hendak pergi. Namun melihat Aika yang ketika itu datang, membuatnya merasa terkejut.


"Aika..! Ngapain pagi-pagi kamu ke sini..?" tanya Erin dengan gugup dan Ia pun segera menyembunyikan bungkusan makanan di balik punggungnya, namun hal itu di lihat oleh Aika..


"Ada sesuatu yang mau aku tanyain sama kamu, Erin.." balas Aika dengan perasaan yang campur aduk.


"Memang kamu mau tanya apa..? Nanti malam aja ngobrolnya, aku mau pergi.." sahut Erin yang ingin melangkah pergi, tapi Aika segera menahannya.


"Sebentar aja Er, gak lama kok.." pinta Aika..


"Yaa udah buruan, kamu tanya aja sekarang.." ucap Erin dengan nada yang terdengar kesal, membuat Aika hanya menghela nafasnya mendengar ucapannya itu.

__ADS_1


"Siapa laki-laki yang bersama kamu di kafe malam itu..?" tanya Aika dengan serius, seraya menatap tajam wajah Erin yang tiba-tiba saja berubah.


"Laki-laki mana maksud kamu..? Aku gak ngerti apa yang kamu tanyakan.." bohong Erin yang terlihat gugup dengan pertanyaan Aika yang membuatnya terkejut dan tidak menyangka.


"Kamu gak perlu berbohong, aku melihatnya sendiri. Malam itu kamu duduk dan ngobrol sama laki-laki yang aku gak tau siapa, karena itu aku tanya langsung sama kamu.." ujar Aika yang tidak ingin Erin terus berbohong.


"Ohh,, iyaa laki-laki itu, aku baru ingat. Dia teman lama aku yang udah lama gak ketemu. Makanya malam itu dia ngajak aku ketemu di kafe.." jelas Erin dengan sedikit terbata-bata, dan Ia berharap Aika akan percaya dengan ucapannya itu.


"Oh jadi teman lama, terus kenapa kamu gak bilang ke aku..? Atau memang kamu sengaja menyembunyikan tentang dia..?" tanya Aika yang merasa tidak puas dengan jawaban yang di berikan oleh Erin padanya, Ia berpikir Erin seperti menyembunyikan sesuatu hal yang lain.


"Bisa gak sih jangan banyak tanya, kan tadi aku udah bilang kalau dia teman lama aku. Kalau kamu gak percaya, yaa itu urusan kamu. Lagi pula aku gak bilang sama kamu, karena aku gak mau buat kamu cemburu.." ucap Erin dengan kesal.


"Wajar aku tanya, karena aku--"


"Udahlah cukup, aku gak mau ribut. Aku mau pergi sekarang, bicara sama kamu cuma buat aku emosi aja.." gerutu Erin seraya berlalu pergi begitu saja, meninggalkan Aika yang terlihat kecewa dengan sikap yang di perlihatkan Erin padanya saat ini.


"Gak apa-apa Ai, santai aja. Kalian berantem lagi yaa,mmmh.. Apa perlu kita ikuti kemana Erin pergi..?" tanya Ashika yang penasaran dengan tujuan Erin yang pergi sepagi itu, karena yang Ia tahu dari Aika bahwa Erin masuk kerja jam delapan. Sedangkan sekarang baru jam tujuh lewat.


"Terserah kamu aja Shik,mmmh.." sahut Aika dengan pasrah dan mengikuti keinginan Ashika..


Tidak lama kemudian, keduanya telah tiba tidak jauh dari sebuah rumah kost-an yang terletak di pinggir jalan. Ashika pun segera memarkirkan mobilnya, dan mengamati kemana Erin pergi. Sedangkan Aika tidak begitu memperdulikannya, Ia sibuk dengan pikirannya sendiri.


"Lihat Ai, apa itu laki-laki yang kamu lihat bersama dengan Erin waktu malam itu..?" tanya Ashika sembari menunjuk ke arah dimana Erin berada.

__ADS_1


Mendengar itu, Aika pun langsung menatap ke arah Erin dan juga pria yang saat ini sedang bersamanya. Namun tidak lama setelah itu mereka pun masuk ke dalam kost-an, Aika yang melihat itu hanya bisa menahan rasa cemburu dan amarahnya.


"Iyaa Shik, memang benar laki-laki itu yang aku lihat malam itu.." jawab Aika seraya mengepalkan tangannya, Ia berusaha menahan semua perasaan yang saat ini terasa begitu menyesakkan dada.


"Ayo Ai kita samperin mereka, udah jelas banget kalau mereka itu ada hubungan. Dasar perempuan gak tau diri..!" umpat Ashika yang merasa tidak terima teman baiknya di khianati seperti itu.


"Gak perlu Shik, kita pergi aja dari sini. Lagi pula kita kan harus bekerja, jangan buang-buang waktu untuk mengganggu mereka.." balas Aika yang membuat Ashika melongo mendengar apa yang baru saja Aika katakan padanya.


"Kamu serius Ai, mau membiarkan mereka gitu aja..? Kamu gak marah atau cemburu gitu udah lihat Erin sama orang lain..?" tanya Ashika yang seakan tidak percaya melihat reaksi Aika yang bisa tetap tenang dan sesantai itu, setelah mengetahui orang yang Ia sayangi mengkhianatinya.


"Marah atau cemburu itu udah pasti, tapi gak harus saat ini juga aku menunjukkannya. Lagi pula gak mungkin juga kita samperin mereka, sementara kamu tau sendiri kan hubungan aku dan Erin itu gak pada umumnya. Itu sama aja aku mempermalukan diri aku sendiri dan juga Erin di depan laki-laki itu.." ujar Aika sembari tersenyum penuh arti.


"Iyaa Ai, aku ngerti. Memang benar apa yang kamu omongin itu, tapi kamu baik-baik ajakan..?" tanya Ashika yang mencemaskan teman baiknya itu.


"Pertanyaan kamu aneh sekaligus lucu, Shik.." ucap Aika sembari tertawa kecil.


"Kok bisa aneh dan lucu sih..? Aku tanya seperti itu kan karena aku mengkhawatirkan kamu, malah di bilang aneh dan lucu.." sahut Ashika dengan wajah yang cemberut.


"Yaa aneh dan lucu aja, setelah melihat orang yang aku sayangi bersama orang lain mana mungkin aku baik-baik aja, Ashika.." balas Aika seraya menggelengkan kepalanya.


"Iyaa juga yaa, Ai.. Aku juga pasti langsung gak baik-baik aja kalau ada di posisi kamu sekarang,hee.." Ashika yang baru menyadari hal itu merasa malu sendiri, karena Ia sering kali mengalami hal itu.


"Yaa udah ayo pulang ke kost-an, nanti kita telat lagi ke tempat kerjaan.." ucap Aika mengingatkan Ashika yang seharusnya segera pulang ke kost-annya untuk mengganti pakaiannya, lalu berangkat kerja bersama...

__ADS_1


Bersambung...


🙏😊 A59🌹


__ADS_2