Jangan Pernah Kembali

Jangan Pernah Kembali
Bercerita


__ADS_3

"Tadi malam kamu pulang jam berapa Ai, kok Kakak gak tau yaa..?" tanya Alya yang saat itu mulai melakukan rutinitas sehari-harinya.


"Mmm,, entahlah Kak, aku lupa karena gak lihat jam. Mungkin aku pulang pas Kakak lagi tidur nyenyak.." jawab Aika seadanya, sambil mengikat tali sepatunya.


"Kamu gak sarapan dulu, Ai..? Ashika juga belum datang.." tanya Alya yang melihat Aika sudah bersiap-siap untuk pergi bekerja.


"Aku sarapan di luar aja Kak, soalnya ada urusan juga yang harus aku selesaikan.." jawab Aika sembari mengambil tas kecil yang biasa Ia bawa, lalu melangkah menuju ke arah pintu dengan terburu-buru.


"Kak,, aku pamit yaa.." ucap Aika sambil mencium punggung tangan Kakaknya itu.


"Nah itu, Ashika baru aja datang.." sahut Alya saat melihat Ashika yang baru saja turun dari dalam mobilnya.


"Ayok Shik, kita berangkat sekarang..!" ajak Aika yang langsung menarik tangan Ashika untuk segera masuk kembali ke dalam mobil.


Dengan raut wajah yang terlihat bingung dan bertanya-tanya, Ashika pun hanya bisa menuruti keinginan Aika. "Kita pergi dulu yaa Kak Alya..!" teriak Ashika dengan tersenyum ramah, sembari melambaikan tangannya.


"Kamu kenapa sih Ai, buru-buru suruh aku masuk ke mobil..? Memang kita mau kemana..?" tanya Ashika dengan rasa penasaran.


"Udah Shik, nanti aja ceritanya. Sekarang ayo buruan jalan, Kak Alya udah ngelihatin aja tuh.." pinta Aika pada Ashika yang masih memandanginya.


"Mmmh,, udah jelas ini, pasti ada hubungannya sama si Erin kan.." ucap Ashika yang langsung menyalakan dan menyetir mobilnya seperti yang di minta oleh Aika..


Mendengar ucapan Ashika itu, Aika hanya menghela nafasnya dengan berat. Rasanya Ia tidak ingin untuk membahas tentang Erin saat ini, karena suasana hatinya yang masih tidak membaik dengan apa yang tadi malam telah terjadi.


"Hei,, kok malah bengong sih,mmmh.. Pasti mikirin si Erin lagi nih.." seru Ashika yang membuat Aika tersadar dari lamunannya.

__ADS_1


"Apaan sih Shik, udah sih kamu fokus nyetir aja. Dari pada nanti nabrak.." sahut Aika.


"Dari tadi juga aku fokus kok Ai, kamu tuh yang bengong terus. Oh iyaa, kamu tadi udah sarapan belum, Ai..?" tanya Ashika, karena Ia tahu bahwa Aika selalu sarapan terlebih dahulu di saat Ia tiba di rumah saat menjemputnya.


"Belum Shik, aku gak selera mau sarapan. Nanti siang aja sekalian makan siang.." jawab Aika yang saat ini terlihat jelas sedang tidak bersemangat.


"Ehh,, kamu gak boleh seperti itu Ai, harus tetap sarapan biar kuat dan semangat dalam bekerja. Yaa udah kita mampir dulu ke tempat sarapan langganan kita, aku juga belum sarapan. Laper nih.." ujar Ashika yang kini menghentikan mobilnya tidak jauh dari tempat dimana penjual bubur ayam berada.


Tanpa menunggu lama, Ashika pun segera memesan dua mangkuk bubur ayam untuk dirinya dan juga Aika. Sembari menunggu pesanan selesai, Ashika meminta Aika untuk menceritakan tentang apa alasan tadi Ia ingin pergi dengan terburu-buru.


"Kapan-kapan aja yaa Shik ceritanya, aku masih gak mau bahas soal itu.." ucap Aika pada Ashika yang langsung terlihat cemberut.


Aika yang melihat perubahan sikap dan raut wajah Ashika, hanya bisa menarik nafasnya dengan dalam. "Iyaa iyaa aku cerita sekarang,mmmh.." ucap Aika sembari mulai bercerita tentang apa yang terjadi tadi malam, antara dirinya dan Erin..



"Udah deh Sell, kamu gak usah tanya-tanya soal Aika. Aku jadi males dan kesel tau..!" sahut Erin sembari melempar kain lap yang tadi sempat Ia gunakan untuk membersihkan kaca etalase.


"Memang kenapa Er, kamu berantem lagi sama dia..?" tanya Sella yang justru merasa penasaran melihat reaksi dari Erin seperti itu.


"Iyaa Sell, aku berantem lagi sama Aika. Kamu bayangin aja, dia terus aja tanya soal aku yang mabuk waktu itu. Di tambah lagi soal Niko juga dia tanyakan, gimana aku gak kesel coba.." ujar Erin dengan nada yang terdengar kesal.


"Yaa wajarlah Er, kalian itukan punya hubungan. Memang udah seharusnya Aika tanya soal itu, kamu aja yang aneh.." sahut Sella sambil menghela nafasnya.


"Tapi aku gak mau di tanya-tanya soal Niko atau di curigai seperti itu, Sell.. Itu jadi buat aku merasa risih dan gak nyaman sama dia.." balas Erin..

__ADS_1


"Kamu itu sebenarnya sayang gak sih sama Aika..? Kenapa sikap kamu ke dia sekarang seperti udah berubah, Er..?" tanya Sella yang kini menatap tajam ke arah Erin..


"Entahlah Sell, aku juga gak tau apa yang sekarang aku rasakan ke Aika. Rasanya itu seperti yang hambar dan gak semangat seperti dulu.." jawab Erin seraya memikirkan sesuatu.


"Maksudnya gimana Er, aku gak ngerti dengan apa yang kamu omongin. Kamu bilang hambar dan gak semangat seperti dulu, tapi kamu tetap menjalani hubungan itu. Aneh.." ucap Sella yang masih memikirkan ucapan dari Erin atas pertanyaannya.


"Aku masih belum bisa ngelupain Niko, yaa walaupun selama ini aku berusaha keras untuk melupakan dia dengan menjalin hubungan sama Aika. Tapi ternyata, aku tetap gak bisa ngelupain dia, Sell.." jelas Erin tanpa rasa bersalah sedikitpun.


"Jadi maksud kamu, selama ini kamu gak beneran sayang sama Aika..? Kamu cuma jadiin dia tempat pelarian aja, seperti itu..?" tanya Sella dengan penuh penekanan.


"Yaa gak seperti itu juga Sell, aku cuma-" Erin terdiam sejenak, tidak melanjutkan perkataannya itu dan memilih untuk berpikir tentang sesuatu yang mungkin selama ini tidak Ia pikirkan dan sadari.


"Cuma apa, Er..? Kenapa kamu diam..? Kalau memang kamu udah gak sayang sama Aika, atau cuma menjadikan dia tempat pelarian kamu selama ini. Lebih baik kamu putusin dia.." ucap Sella yang sontak membuat Erin terkejut mendengar apa yang baru saja Sella katakan.


"Kok kamu ngomong seperti itu, Sell..? Apa kamu lupa, selama ini kamu juga menikmati apa yang di berikan Aika buat aku. Kamu jangan lupa itu..!" seru Erin mengingatkan.


"Ohh,, jadi selama ini kamu mau menjalin hubungan sama Aika, cuma karena dia selalu menuruti semua keinginan kamu..? Memenuhi apapun yang kamu minta, begitu..?! Tega kamu yaa Er, memanfaatkan dan mempermainkan perasaan orang yang jelas-jelas juga perempuan sama seperti kamu. Padahal kamu tau jelas, kalau Aika itu benar-benar tulus sayang sama kamu.."


"Cukup yaa, Sell..! Kamu gak perlu ngomong apa-apa lagi, harusnya kamu itu belain aku dan mendukung aku. Bukannya malah nyalahin aku seperti itu. Lama-lama kamu sama aja seperti Aika, buat aku kesal.." ucap Erin seraya pergi meninggalkan Sella begitu saja.


"Tunggu, Er..! Kamu mau kemana, sekarang kan masih jam kerja.." seru Sella pada Erin yang tidak menghiraukan perkataannya.


"Anak itu, selalu aja begitu.." gumam Sella dalam hati, seraya menghela nafasnya dengan berat...


Bersambung...

__ADS_1


🙏😊 A59⭐


__ADS_2