Jangan Pernah Kembali

Jangan Pernah Kembali
Tidak Sesuai Rencana


__ADS_3

"Kamu mau kemana, Ai..?" tanya Alya saat melihat adiknya itu terlihat dengan berpakaian rapi dan wangi.


"Pasti mau ketemu Erin,mmmh.." ucap Alya lagi sebelum Aika sempat untuk menjawab pertanyaan darinya.


"Nah itu Kakak udah tau,hee.. Yaa udah Kak, aku mau pergi dulu yaa.." Aika pun segera berpamitan pada Alya sembari mencium punggung tangannya, tidak lupa Ia juga berpamitan pada ponakannya Syira yang berada di gendongan Alya saat itu.


"Dedek Syira mau nitip apa, Sayang..? Nanti Tante beliin.." tanya Aika dengan menirukan suara seperti anak kecil.


"Dedek Syira mau susu aja Tante,hehee.." jawab Alya mewakili putrinya sembari tersenyum.


"Iyaa nanti di beliin yaa, Kakak mau nitip apa..? Nanti biar sekalian aku belanja pas pulangnya.." tanya Aika menatap ke arah Alya yang terlihat sedang berpikir.


"Mmm,, sepertinya gak ada Ai, semuanya masih ada kok. Cuma susu Syira aja yang mau habis.." jawab Alya..


"Ohh,, yaa udah kalau gitu aku pergi dulu yaa, Kak.. Daa daa Syira.." ucap Aika yang langsung mencubit pipi Syira dengan perasaan gemas.


"Hati-hati Tante, daa daa.." sahut Alya sembari mengangkat tangan Syira dan melambaikannya pada Aika yang sudah berada di luar. Aika yang melihat itupun tersenyum dan membalas lambaian tangan dari ponakannya itu.


Setelah belasan menit perjalanan, kini Aika telah tiba di depan rumah Erin. Kedatangannya langsung di sambut hangat oleh Ermi, Ibu dari Erin yang saat itu baru saja menyelesaikan makan malamnya.


"Ayo masuk Aika, apa kamu sudah makan..? Ibu baru saja selesai makan malam.." tanya Ibu Ermi yang langsung mempersilahkan Aika untuk duduk.


"Iyaa Bu, aku udah makan kok tadi. Oh yaa Bu, Erin kemana..? Apa ada di dalam kamarnya..?" tanya Aika yang tidak melihat sosok Erin ada di dalam ruangan itu.

__ADS_1


"Erin sudah sejak tadi pamit pergi, Ibu pikir akan pergi bersama kamu. Karena saat Erin mau pergi, Ibu sedang ada di dalam kamar mandi.." ujar Ibu Ermi sembari menarik nafasnya, Ia kini sadar bahwa putrinya itu pasti pergi bersama teman-temannya.


"Ohh gitu, iyaa Bu gak apa-apa kok, kalau gitu aku pamit dulu karena masih ada urusan.." ucap Aika yang bangkit dari tempat duduknya, lalu mencium punggung tangan Ibu Ermi dan berjalan keluar dari rumah itu.


"Kenapa Erin gak ngomong sama aku kalau dia mau pergi,mmmh.." gumam Aika dalam hati, memang sebelumnya Ia sendiri tidak memberitahu Erin jika ingin datang ke rumah dan mengajaknya makan malam. Karena Aika sengaja ingin memberi kejutan, tapi orang yang ingin di temui justru sudah pergi duluan.



"Tumben kamu ke sini, Ai..?" tanya Ashika saat melihat sahabatnya itu telah berdiri di depan pintu kost-an.


"Gak apa-apa Shik, memang gak boleh yaa aku ke sini..?" sahut Aika yang justru balik bertanya pada Ashika yang hanya tersenyum melihat wajah Aika berubah cemberut.


"Yaa boleh, cuma kan maksud aku gak biasanya kamu ke sini kecuali ada keperluan penting atau karena urusan pekerjaan.." ujar Ashika yang mengikuti langkah Aika yang lebih dulu duduk di sofa sambil meletakkan sebuah bungkusan yang berisi makanan.


"Yaa udah kalau gitu, aku balik ke rumah aja.." sahut Aika dengan wajahnya yang di tekuk.


"Kamu gak mau nawarin aku, Ai..? Makan makan sendiri aja,mmmh.." ucap Ashika yang melihat Aika asyik menikmati makanan yang Ia bawa, tanpa menawarkan padanya.


"Yaa udah, kalau kamu mau makan aja. Masa harus pakai di tawarin sih, seperti orang lain aja.." sahut Aika sembari mengunyah makanan yang ada di dalam mulutnya.


Tanpa menunggu lama, Ashika pun ikut menikmati makanan yang ada di atas meja. "Terus kenapa Ai, kamu tiba-tiba datang ke sini..? Kan gak biasanya tuh.." tanya Ashika yang masih merasa penasaran, dengan apa yang membawa Aika hingga datang ke kost-annya.


"Tadinya aku mau ngajak Erin buat makan malam bareng, aku sengaja gak ngasih tau dia biar seperti kejutan kecil gitu yaa.. Ehh,, gak taunya dia pergi ke rumah temannya, mau pulang aku-nya males. Jadi, yaa udah aku ke sini aja,hee.." ujar Aika seraya tersenyum kecil.

__ADS_1


"Ohh,, jadi kamu datang ke kost-an aku cuma karena gak ada pilihan lain, dasar yaa..!" seru Ashika yang langsung mencubit pipi Aika..


"Gak apa-apa kan Shik, biar kamu juga ada temannya buat ngobrol. Dari pada kamu sendirian di kost-an, bengong gak jelas mikirin Beny,hehehee.." ledek Aika yang langsung membuat Ashika seketika itu terdiam, setelah mendengar perkataan Aika padanya.


"Kamu kenapa, Shik..? Apa aku salah ngomong..?" tanya Aika yang langsung menyadari perubahan Ashika saat ini.


"Hahh,, gak kok Ai.. Yaa udah aku ke belakang dulu sebentar ambil air minum, kamu pasti haus.." ucap Ashika sambil bangkit dari tempat duduknya, lalu berjalan ke arah dapur.


Aika yang melihat itu hanya terdiam dengan sebuah pertanyaan di dalam benaknya, "Ashika kenapa yaa..? Seperti ada sesuatu yang terjadi sama dia, tapi apa..?" tanya Aika dalam hati.


Tidak lama kemudian, Ashika keluar dengan membawa dua gelas air putih di dalam nampan. "Maaf yaa Ai, adanya cuma air putih aja. Aku masih belum sempat belanja soalnya.." ucap Ashika sambil memberikan gelas berisi air putih pada Aika..


"Gak apa-apa kok Shik, kalau gitu habis ini kita pergi belanja yaa.. Karena Kak Alya juga nitip beliin susu buat Syira.." sahut Aika pada Ashika yang hanya tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


Setelah semua makanan yang di bawa oleh Aika habis, keduanya pun bersiap-siap untuk pergi ke sebuah swalayan yang berada tidak jauh dari kost-an tempat Ashika tinggal. Meski dalam suasana hati yang tidak begitu menyenangkan, mereka berusaha untuk menikmati saat-saat itu dengan berbelanja barang-barang yang keduanya inginkan.


"Oh yaa Shik, cincin kamu kemana..? Kok gak kelihatan lagi..?" tanya Aika seraya melirik ke arah jari tangan Ashika yang terlihat kosong tanpa ada cincin yang melingkar.


"Ohh,, iyaa itu aku simpan aja cincinnya, karena takut hilang lagi. Karena kan waktu itu pas mandi sempat jatuh, tapi untungnya aku tau,hee.." bohong Ashika yang sesungguhnya Ia tidak ingin siapapun merasa curiga atau mempertanyakan tentang cincin yang Ia pakai itu.


"Ohh,, jadi gitu yaa Shik, tapi gak apa-apa sih di simpan. Dari pada nanti lepas dan hilang, yaa udah ayo kita ke sana.." ajak Aika yang langsung menarik tangan Ashika untuk mengikutinya menuju ke tempat lainnya.


"Syukurlah Aika percaya dengan jawaban aku dan gak tanya-tanya lagi soal cincin itu.." gumam Ashika dengan nafas lega. Karena Ia tidak ingin pertunangannya dengan Beny di ketahui oleh siapapun, termasuk Aika teman baiknya...

__ADS_1


Bersambung...


🙏😊 A59⭐


__ADS_2