
Alya yang baru saja selesai menidurkan Syira, tiba-tiba mendengar suara ketukan pintu dari luar. "Seperti ada orang datang, apa mungkin itu Ashika..?" tanpa berlama-lama Alya pun segera keluar dari kamar dan berjalan menuju pintu depan.
"Ternyata kamu Erin, kirain siapa. Yaa udah ayo masuk ke rumah, Kakak panggil kan Aika dulu. Dia lagi ada di kamarnya.." ucap Alya tanpa banyak bicara dan sebisa mungkin untuk bersikap ramah, meski sebenarnya dari dulu Ia tidak menyukai Erin. Tapi demi menghargai adiknya, Ia harus tetap berbicara dan bersikap baik.
Tokk,, tokk,, tokkk..
"Aika..! Ada Erin datang, kamu cepat keluar dan temui dia.." teriak Alya dari depan pintu kamar, dan tidak lama kemudian Aika pun segera keluar.
"Beneran Erin yang datang, Kak..?" tanya Aika seolah tidak percaya dengan apa yang baru saja Ia dengar dari Kakaknya yang menyebutkan nama Erin..
"Iyaa benar, kamu lihat aja sendiri di depan.." sahut Alya sembari kembali masuk ke dalam kamar untuk menemani putrinya.
Pada awalnya Aika merasa senang mendengar Erin datang menemuinya, namun saat mengingat apa yang sudah Erin lakukan di belakangnya. Perasaan senang itupun hilang dalam sekejap mata, dan berganti dengan rasa kecewa.
"Aika.." ucap Erin tersenyum seraya menatap Aika yang berjalan menghampirinya.
"Kita bicara di luar aja yaa, biar lebih enak.." Aika berjalan ke arah pintu dan mengajak Erin untuk duduk di kursi teras. Hal itu sengaja Aika lakukan, agar Kakaknya tidak mendengarkan pembicaraan mereka nantinya.
"Kamu ada perlu apa sampai datang ke rumah, Er..?" tanya Aika tanpa basa-basi.
"Kok kamu ngomong seperti itu, Ai..?" sahut Erin yang balik bertanya, karena menurutnya pertanyaan Aika padanya itu terdengar aneh.
"Memang ada yang salah yaa, sama omongan aku barusan..?" Aika menoleh ke arah Erin yang terlihat bingung dengan ucapannya.
__ADS_1
"Gak salah sih, cuma aneh aja. Karena sebelumnya, kamu gak pernah ngomong seperti itu sama aku. Aku minta maaf, kalau kedatangan aku mengganggu waktu kamu. Aku datang ke sini, karena aku kangen sama kamu dan aku pengen tau keadaan kamu. Karena beberapa hari ini, kamu gak ada ngubungin aku.." ucap Erin..
"Kamu datang ke sini karena kangen aku, atau kamu kangen sama uang aku..?!" tanya Aika dengan tersenyum sinis.
"Aika..! Maksud kamu apa ngomong seperti itu..?! Apa kamu pikir aku perempuan matre yang mau manfaatin kamu, seperti itu..?!" seru Erin yang tidak terima dengan perkataan Aika padanya.
"Aku gak punya maksud apa-apa, aku ngomong apa adanya. Kamu juga gak perlu marah atau emosi seperti itu, karena yang seharusnya marah dan emosi itu adalah aku. Aku yang udah kamu bohongi dan khianati.." sahut Aika sembari menghela nafasnya dengan berat, sekuat tenaga Ia berusaha untuk bersikap setenang mungkin dan tidak terbawa emosi.
Degg..
"Ma-maksud kamu apa Ai, aku gak ngerti. Memang aku bohong apa dan mengkhianati kamu gimana..? Aku sayang banget sama kamu, Ai.." bohong Erin yang kini mulai merasa cemas, namun Ia tetap berusaha untuk menutupi semuanya.
"Cukup, Er..! Kamu gak perlu berbohong atau bersandiwara lagi di depan aku, selama ini aku memang bodoh karena terlalu sayang sama kamu. Tapi aku gak bodoh untuk mengerti semua kebenarannya, aku tau kamu udah kembali lagi sama Niko.." ujar Aika yang membuat Erin sangat terkejut dengan apa yang Ia dengar.
"Ka-kamu tau darimana soal itu, Ai..? Pasti kamu tau dari Sella kan, pasti dia udah ngomong yang bukan-bukan tentang aku sama kamu..?!" tebak Erin dengan perasaan cemas dan kesal, karena Ia menduga bahwa Sella telah menceritakan semuanya pada Aika..
"Terus kamu tau dari siapa, kalau bukan dari Sella..?" tanya Erin dengan rasa penasaran.
"Aku tau, karena aku melihat dengan mataku sendiri. Orang yang ngobrol sama kamu di kafe malam itu adalah Niko, dan orang yang kamu temui di kost-annya itu juga Niko. Iyaa benar, dia memang Niko, orang selama ini masih kamu cintai dan kamu tunggu.." ujar Aika sembari menahan air matanya agar tidak terjatuh.
"A-aku--"
"Cukup, Er..! Kamu gak perlu ngomong apapun lagi, semua udah jelas. Hubungan kita udah selesai, dan lebih baik sekarang kamu pulang.."
__ADS_1
Saat suasana menjadi hening dan tegang, tiba-tiba dari kejauhan terlihat sebuah mobil datang dan berhenti di depan halaman rumah Aika. Terlihat se'orang perempuan dengan berpenampilan cantik dan menarik turun dari mobil dan langsung menghampiri keduanya.
"Apa aku datang di waktu yang salah, Ai..?" tanya perempuan itu yang tidak lain adalah Ashika..
"Gak salah Shik, justru di waktu yang tepat. Kebetulan tadi aku juga mau ngajak kamu keluar, ehh malah kamu udah datang duluan.." ucap Aika yang sengaja membuat Erin panas dan segera pergi dari rumahnya.
"Kamu bukannya teman kerja Aika, ngapain kamu datang ke sini..? Aku dan Aika masih ada urusan penting, jadi lebih baik kamu pergi aja dari sini.." usir Erin yang entah kenapa merasakan sesuatu yang tidak enak di dalam hatinya, saat melihat Ashika yang bersikap dekat dengan Aika..
"Maaf yaa Er, tapi urusan kita udah selesai dan hubungan kita juga. Jadi, sekarang kamu bisa pergi.." ucap Aika pada Erin yang merasa tidak percaya dengan apa yang di katakan oleh Aika barusan.
"Tunggu sebentar yaa Shik, aku mau ganti baju dulu.."
Setelah mengucapkan itu pada Ashika, Aika pun segera masuk ke dalam kamarnya untuk berganti pakaian.
"Aku peringatkan sama kamu, jauhi Aika..! Aika itu pacar aku, aku gak akan biarin kamu untuk deketin dia..!" seru Erin yang tanpa rasa segan menunjukkan ketidaksukaannya pada Ashika..
"Tapi nyatanya, aku sama Aika udah dekat dan akan semakin dekat. Akan aku pastikan, Aika merasa bahagia bersama aku. Bukan bersama dengan perempuan seperti kamu, yang sukanya berpura-pura dan bersandiwara,hehehee.." ucap Ashika dengan tertawa puas, karena sudah berhasil membuat Erin merasa cemburu dan kesal.
"Ayo Shik, kita pergi.." ajak Aika tanpa memperdulikan keberadaan Erin yang masih ada di hadapannya.
"Aika, tunggu..! Aku belum selesai bicara..!" seru Erin yang tidak terima di tinggal pergi oleh Aika begitu saja.
"Tapi aku udah selesai, Er.. Aku harap kamu masih punya ongkos untuk pulang, atau kamu bisa minta Niko untuk jemput kamu.." ucap Aika sambil tersenyum, dan berlalu pergi bersama Ashika..
__ADS_1
Bersambung...
🙏😊 A59🌹