Jangan Salahkan Anakku!

Jangan Salahkan Anakku!
Aku Hamil


__ADS_3

"Aku hamil" ucap Senja menunjukkan hasil tespek 2 garis merah pada Reno pacarnya.


"Apaaa? kamu hamil? kok bisa sih?" tanya Reno bingung tidak percaya.


"Aku gak tahu, aku telat haid sudah 1 bulan" jawab Senja dengan wajah menunduk dan menangis.


"Tapi kita kan selama ini pakai pengaman" Reno memegang kepalanya, terasa berat seakan tidak percaya kehamilan Senja.


"Perutku akan bertambah besar. Bagaimana dengan kehamilanku ini? kita harus menikah Reno." lirih Senja yang terus menangis.


"Aku gak bisa, kita masih kuliah!! kamu kan tahu bagaimana orangtuaku" teriak Reno mondar-mandir berjalan dan menjambak rambutnya. Reno frustasi dengan kabar kehamilan Senja yang di luar dari keinginannya itu. Bagaimana bisa selama ini mereka pakai pengaman?


"AH SHIITT...!!" Reno menendang kursi kelas sampai bergeser jauh.


"Tapi kamu harus bertanggung jawab Reno, lagipula kita berpacaran sudah 3 tahun. Mungkin ini bisa menyatukan kita terus bersama" Senja tak kalah berteriak menekan Reno untuk bertanggung jawab.


BRAAAAKKKK


Reno menggebrak meja penuh penekanan.


"Enak saja kamu!! Aku gak mau nikah muda, perjalananku masih panjang!! gugurkan kandungan itu!!"

__ADS_1


Senja mendengar suara keras gebrakan meja menangis, hatinya sakit bak dihantam ombak di laut mendengar ucapan Reno meminta digugurkan. "Tapi anak ini tidak bersalah Reno" ucap Senja mengelus perutnya.


"Aku gak peduli, aku gak mau tahu kamu harus gugurkan kandungan itu sebelum orangtuaku tahu duluan" gertak Reno mencengkeram keras tangan kanan Senja.


"Kita hadapi orangtua kamu bersama Ren, bagaimanapun juga anak ini cucunya juga" ucap Senja menyakinkan dan membalas memegangi halus tangan Reno.


"Kamu tahu apa tentang keluargaku hah?!! Perjalanananku masih panjang dan masih banyak yang ingin aku gapai!!" Reno memegang dagu Senja dengan kasar dan berkata penuh penekanan.


"Gugurkan kandungan itu secepatnya!!!" gertak Reno meninggalkan Senja begitu saja. Reno menutup pintu kelas sangat kencang, Senja menatap kosong kepergian Reno begitu saja. Wajah cantiknya itu sudah ditutupi dengan derasan air mata yang menggenangi pelupuk matanya.


Setelah percakapan dan pertengkaran mereka di ruang kelas, Reno pergi meninggalkan Senja begitu saja.


Senja tidak percaya Reno berbicara seperti itu, Senja tidak menyangka laki-laki yang dicintai 3 tahun selama ini egois dan tidak mau bertanggung jawab dengan anak yang dia kandung.


Senja bingung tidak tahu harus bagaimana, jika Reno tidak mau bertanggung jawab. Bagaimana menjelaskan kepada orangtuanya? apa dia sanggup dengan semua ini?.


Ke 2 mata yang sembab bengkak sudah akibat menangis, tubuhnya tidak bertenaga lagi untuk berjalan. Sekarang Senja berada di taman kampus untuk menenangkan pikiran.


Senja tahu keluarganya Reno memang tidak menyukai dirinya terlebih karena beda derajat sosial. Tetapi Senja juga tidak mempercayai jika Reno pun ternyata tidak benar-benar mengharapkan keberadaan dirinya. Selama ini Senja berpikir, dengan mempertahankan hubungan bersama Reno keluarganya dapat menerima Senja, terlebih Senja juga sudah sangat mempercayai jika Reno tulus mencintainya.


Tetapi Senja masih percaya, jika Reno tadi hanya syok dan Reno pasti akan bertanggung jawab. Senja terus menghubungi Reno dan mengirimkan pesan whastapp pada Reno.

__ADS_1


"Aku tahu Reno, kamu tidak serius berbicara seperti itu. Aku percaya kamu akan bertanggung jawab" lirih seduh Senja dengan sorotan mata yang kosong.


"Kenapa kamu tidak menjawab telepon atau membalas pesanku Ren?" Senja mencoba terus menghubungi Reno.


Sudah 3 Jam Senja berada terduduk di taman kampus yang terus-menerus menangis dan melamun, langit sudah mulai gelap. Senja melihat Jam di tangan sudah pukul 17.30.


"Aku harus pulang, sudah 3 jam aku di sini" ucap Senja menghapus air mata yang sudah membasahi wajah cantiknya itu.


Kemudian Senja berdiri berjalan pergi meninggalkan taman kampus. Senja pulang kerumah dan akan mencoba lagi menemui Reno keesokan hari.


"Aku harus berjuang lebih keras lagi"


**********


Hallo teman-teman.....


Semoga kalian suka ya dengan story aku.....


Berikan komentar dan masukan kalian ya di kolom komentar jika ada bahasa yang kurang srek dan greget ataupun penulisannya salah mohon dibantu mengoreksi. Aku butuh masukan kalian untuk motivasi aku lebih berkembang dan kreatif lagi.


Yang mau kenal dan berteman atau tanya-tanya tentang story ini boleh follow IG akun aku @yulinuraeeni. Ditunggu japrian dan masukan kalian hehe ❤️❤️❤️

__ADS_1


Semoga sehat selalu yah semuanya ❤️💪


#DiRumahAja


__ADS_2