Jangan Salahkan Anakku!

Jangan Salahkan Anakku!
Ini Punya Siapa ?


__ADS_3

"Hei... kenapa kamu senyum-senyum gitu?" tanya Amel yang baru datang melihat Senja melamun dan senyum-senyum sendiri.


"Aku bahagia banget Mel" kata Senja dengan senyuman sumringahnya itu.


"Kamu gak gila kan? kemarin aku ninggalin kamu murung, sekarang jadi begini." celoteh Amel yang melipatkan ke 2 tangannya dengan heran.


"Aku sudah USG Mel" ujar Senja memberitahu.


"Serius? kapan? kok gak ngajak aku sih?" cerewet Amel yang memanyunkan bibirnya itu.


"Maaf, tadi pagi saat Dokter ngecek keadaan aku sekalian saja aku minta USG." jelas Senja.


"Hasil USG nya aku mau lihat dong" ucap Amel antusis meminta hasil USG.


Senja mengambil tas yang berada di atas meja, dia merogoh tas dan mengambil kertas putih memberikannya kepada Amel.


"Ih lucu banget. Jadi gak sabar deh sama si mungil ini" Amel mengambil kertas putih itu dan mengamati melihat gambar sosok bayi lucu yang sedang tertidur.


Amel melihat hasil USG turut bahagia tetapi disisi lain Amel juga sedih, melihat Senja akan melahirkan tanpa seorang pendamping dan anaknya terlahir tanpa sosok sang Ayah nantinya. Tetapi Amel percaya Senja bukan wanita lemah, Senja wanita kuat dan hebat.


"Keadaan kamu gimana?" tanya Amel.


"Lebih baik, tapi kepala aku masih sedikit pusing." jawab Senja memegangi kepalanya.


"Kamu sudah makan dan minum obat Senja?"


"Sudah yang diberikan rumah sakit. Aku kan mau cepat pulih agar cepat ulang." ucap Senja bersemangat.


"Nah gitu doonngg..." Amel senang melihat semangat Senja.


"Kira-kira kamu bisa pulang kapan Nja?"


"Entahlah, kata Dokter kalau keadaan cepat membaik bisa cepat pulang. Aku mau nya sekarang sudah bisa pulang." ujar Senja berharap agar cepat pulang.

__ADS_1


"Nanti kita tanya Dokter lagi saja" sahut Amel.


**********


Nabila keluar dari kamar mandi dengan tubuh dan rambut terlilit handuk , setelah selesai membersihkan tubuhnya. Dia hari ini harus tampil cantik karena akan menjemput pujaan hatinya Ardian yang pulang dari Surabaya. Setelah 1 tahun ditinggal LDR (Long Distance Relationship) ke Surabaya karena paksaan pekerjaan yang diharuskan terbang ke sana. Nabila meminta izin kepada kantor untuk cuti 1 hari. Nabila sangat bahagia akhirnya bisa bertemu kangen dengan pujaan hatinya itu.


"Aku hari ini harus tampil cantik jemput Mas Ardian di bandara." Nabila sibuk mengacak-ngacak lemari pakaian dan tangannya sibuk memilih pakaian dengan melemparkan pakaian itu di ranjang tidur.


Nabila harus tampil cantik dan special, padahal hanya menjemput saja tapi dirinya heboh sekali seperti ingin ke pesta. Tetapi bagi Nabila sangat penting, sudah lama sekali dirinya menunggu untuk bertemu sang kekasih dan akhirnya penantian itu datang juga. Apalagi sang kekasih memberitahu akan melamarnya, sudah pasti bahagianya luar biasa seakan anak ABG yang baru jatuh cinta.


"Huh kenapa pakaiannya tidak ada yang bagus" gerutu Nabila yang melempar pakaiannya ke ranjang tidur.


Dari banyaknya baju yang berada di lemari, Nabila melihat semua tampak jelek dan tidak sesuai dengan seleranya. Nabila terus menggerutu karena tidak menemukan pakaian yang cocok.


Kesal karena tidak menemukan pakaian yang dia inginkan, Nabila melangkahkan kakinya ke cermin. Menatap cermin dengan memegangi wajahnya dan mengamati apakah ada jerawat atau tidak.


"Untung saja wajah aku tidak ada jerawatnya" ucap Nabila sumringah.


"Aku mengeringkan rambut dulu deh, setelah itu baru catok rambut" Nabila mencari hairdryer dan catok rambut di laci meja riasnya.


Nabila mencolokkan hairdryer pada aliran listrik. Nabila mengambil handuk yang dililitkan di kepalanya itu, sedangkan tubuhnya masih dibungkus lilitan handuk. Nabila duduk di depan cermin dan hairdryer yang dia pegang diputar ke kanan dan kiri sambil memegang rambutnya dan mengibas-ibaskan rambutnya itu agar cepat kering.


10 menit mengeringkan rambut dan dia rasa rambutnya sudah mengering, Nabila memutuskan untuk meminjam pakaian pada Senja. Setelah mengeringkan rambutnya, kemudian Nabila mencolokkan catokan untuk merias rambutnya agar terlihat cantik. Tetapi catokan nya ternyata tidak berfungsi alias rusak.


Nabila kesal, di hari spesial tetapi dirinya dibuat jengkel hal konyol seperti itu. Pakaian tidak ada yang cocok ditambah catokan nya juga rusak. Nabila terus menggerutu, dia memutuskan untuk meminjam catokan rambut dan pakaian kepada Senja


"Aku pinjam sama Senja saja pakaian dan catokan" ucapnya kesal dan melangkahkan kaki berjalan ke kamar Senja.


Tok... tok... tok...


Tok... tok.. tok...


Tok.. tok... tok..

__ADS_1


"Senja lama banget sih buka pintunya" gerutu Nabila kesal tidak dibukakan pintu.


Tok... tok... tok...


Nabila sudah 3 kali mengetuk pintu kamar Senja tetapi tidak dibukakan juga. Nabila tidak tahu jika Senja tidak berada di rumah. Karena dirinya memang bekerja dan terkadang pekerjaan membuatnya lembur jadi jarang untuk bertemu Senja meskipun keluarganya jika makan harus berkumpul bersama. Tetapi namanya suatu pekerjaan tidak ada yang bisa disangka dan direncanakan waktu untuk pulang.


Kesal tidak juga dibukakan pintu, Nabila mencoba menekan gagang pintu kamar dan ternyata tidak terkunci. Nabila pun masuk ke kamar Senja.


"Senja kemana ya? kok gak ada?" ucap Nabila heran melihat kamar kosong tidak ada keberadaan Senja


"Mungkin dia ada kelas pagi" kata Nabila memperkirakan Nabila sedang kuliah.


Nabila tidak melihat keberadaan Senja di kamar dan dia berpikir mungkin sang adik ada kuliah pagi, Nabila sendiri yang akan mencari pakaian di lemari Senja juga catokan.


Nabila membuka lemari Senja dan sibuk memilih pakaian, dicoba satu persatu pakaian dengan menatap cermin. Sudah 5 Pakaian yang dia ambil dan dicocokkan dengan menatap cermin tetapi tidak ada yang cocok juga.


Nabila melihat dress selutut berwarna biru muda bermotif sabrina lengan pendek dengan pita yang berada di pinggang dress.


"Dressnya cantik, sepertinya cocok."


15 menit memilih pakaian tidak ada yang cocok, akhirnya Nabila menemukan pilihan seleranya itu pada dress tersebut.


Nabila membereskan pakaian yang berserakan di ranjang tidur dan meletakkan kembali di lemari pakaian. Dirasa sudah menemukan pakaiannya, dia mencari tujuan terakhirnya yaitu catok rambut.


Nabila berjalan ke cermin rias, mencari catok rambut di laci rias tidak ada, mencoba mencari di lemari pakaian juga tidak ada.


"Catokan rambut dimana sih!!"


"Kamu naruh catok rambut dimana Senjaaa ?? " gerutu Nabila berteriak kesal.


Nabila masih mencari catok rambut, dia belum mencoba mencari di meja belajar Senja. Disaat dirinya mencari di meja belajar dan membuka laci, alangkah terkejutnya Nabila melihat suatu barang yang tidak biasa. Nabila mengambil barang itu, barang kecil tipis panjang berwarna putih yang terlihat jelas 2 garis merah terpampang.


"TESPEEKK????!!!"

__ADS_1


__ADS_2