Jangan Salahkan Anakku!

Jangan Salahkan Anakku!
Kevin Menjenguk Ayah


__ADS_3

"Assalamualaikum Tante Ajeng" sapa Kevin yang menghampiri Ajeng sedang duduk di samping ranjang Romi.


Ajeng menoleh, terkejut yang datang adalah Kevin "Kevin?" tanya Ajeng memastikan yang dia lihat di depan matanya.


"Iya Tante" Kevin mencium tangan Ajeng.


"Tante pangling sama kamu Ya Allah..."


"Hahaha pangling gimana Tante" jawab Kevin cengengesan.


"Dulu kamu masih kecil lari-larian pakai kolor sama Senja. Sekarang sudah besar ya... ganteng lagi." ujar Ajeng berlebihan melihat Kevin. Senja melihat Ibundanya mengatakan seperti itu melongo, bisa-bisanya Ibundanya sedang keadaan begini masih bisa melucu.


"Hahaha.... Tante kok ingatnya yang jelek sih, jadi malu aku sama Senja nih" Kevin malu dengan ucapan Ajeng dan melirik Senja. Ajeng tersenyum melihat tingkah yang Kevin malu.


"Maaf ya Tante... Kevin baru jenguk Om Romi, aku juga baru tahu keadaan Om Romi seperti ini."


"Gak apa-apa Kevin" balas Ajeng tersenyum.


"Kevin juga minta maaf nih gak bawa apa-apa soalnya dadakan juga ketemu Senja."


"Gak apa-apa, Tante sudah senang kamu datang. Tante malah gak nyangka bisa ketemu kamu lagi."

__ADS_1


"Gimana keadaan Om Romi Tante?" tanya Kevin menanyakan kabar Romi saat ini, Kevin prihatin melihat Romi terbaring koma seperti ini. Kevin sudah senang bisa bertemu Senja tetapi juga sedih mendapat kabar buruk.


"Ada perkembangan lebih baik Alhamdulillah"


"Alhamdulillah, semoga Om Romi perkembangan semakin membaik dan segera pulih." ucap Kevin mendoakan yang terbaik untuk keadaan Romi.


"Aamiin" ucap mereka kompak.


"Yasudah duduk-duduk" ucap Ajeng menyuruh Kevin duduk di sofa penunggu pasien yang berada di ruangan. Kevin pun duduk dan juga Senja.


"Kalian gimana bisa ketemu kaya gini?" tanya Ajeng penasaran.


"Aku tadi gak sengaja ketemu Kevin di busway Bun... Kevin nyelametin aku dari desakan busway, gak nyangka ternyata Kevin yang ngebantu aku kasih tempat duduk penumpang." jawab Senja memberitahu bagaimana bisa bertemu Kevin.


"Mama Alhamdulillah baik Tante, tapi Papa sudah meninggal dunia 7 tahun yang lalu."


"Ya Allah... kamu yang sabar ya nak, Tante turut berduka. Maaf kita sekeluarga gak tahu kabar duka tersebut."


"Gak apa-apa Tante, semua sudah berlalu. Kevin juga minta maaf gak bisa kasih kabar tentang Papa" ucap Kevin sembari tersenyum.


"Maaf Tante mau tanya nak, gimana Yusuf bisa meninggal dunia?"

__ADS_1


"Papa kecelakaan mobil saat pulang kerja. Mobil Papa dihantam bus, supir bus lagi mabuk. Nyawa Papa gak tertolong saat dibawa ke rumah sakit." Kevin menjelaskan masih bisa tenang.


Senja memegang tangan Kevin ikut prihatin, "yang sabar ya Kevin." ucap Senja tersenyum dan menenangkan Kevin.


"Ya Allah" Ajeng terkejut mendengar penjelasan Kevin, pasti berat bagi Devi dan Kevin ditinggal Yusuf. Tidak menyangka ujian Ajeng saat ini yang dia hadapi ternyata masih ada yang lebih diuji hidup orang di luar sana.


"Papa sempat mencari kalian saat papa pulang ke Indonesia, tapi Om Romi sudah pindah rumah jadi Papa sulit mencari keberadaan kalian." Kevin menjelaskan bagaimana Papanya dahulu mencari keberadaan keluarga Romi sampai harus tinggal di Indonesia selama 1 bulan.


"Iya nak saat itu Romi ingin mengadu nasib di kota baru dan melupakan kenangan bersama Papa mu." jelas Ajeng memberitahu alasan pindah dari Yogyakarta.


"Mama kamu gak ikut ke sini nak?"


"Mama masih di Aussie mengurus toko kuenya, nanti aku kasih tahu Mama kabar Om Romi di sini pasti langsung pulang."


"Tante kira juga ikut kamu pulang ke sini, kamu lagi liburan atau bagaimana?"


"Aku kerja Tante, tapi lagi dipindahkan sementara saja di Indonesia." ujar Kevin.


Kevin bercengkerama dengan Ajeng sampai larut malam, Ajeng menceritakan bagaimana masa kecil Kevin dan Senja dahulu.


**********

__ADS_1


To Be Continued..........


__ADS_2