Jangan Salahkan Anakku!

Jangan Salahkan Anakku!
Datang Ke Rumah Ibu Dewita (Nora) - I


__ADS_3

Continued Before..........


**********


Kevin membuka kaca pintu mobilnya dari dalam "aku pulang ya" kata Kevin pamit hendak pergi.


"Kamu hati-hati ya Kevin" ucap Senja, lalu Kevin pun mengemudi mobilnya meninggalkan Senja di sana.


Senja melihat rumah tersebut terkesima, mata Senja tercengang melihat rumah yang besar dan mewah. Namun rumah ini unik, rumah putih dengan bangunan interior klasik modern. Senja memencet bel dan menunggu pintu gerbang dibuka.


Seorang laki-laki cukup tua dengan seragam hitam membuka gerbang, "Mbak mau cari siapa? ada keperluan apa Mbak datang kemari?" tanya Bapak satpam yang sedikit bingung melihat seorang wanita hamil datang ke rumah itu.


"Saya mau bertemu Ibu Dewita, Pak" jawab Senja memberitahu.


"Apa Mbak sudah membuat janji dengan Nyonya besar?" tanya Bapak satpam yang tidak ingin sembarangan membawa orang masuk ke rumah.

__ADS_1


"Sudah Pak, saya temannya Mbak Minah yang akan menggantikannya menjadi baby sister selama dia cuti. Saya diberitahu untuk bertemu dengan Ibu Dewita." kata Senja menjelaskan maksud tujuannya datang.


"Oh... yasudah Mbak masuk" ucap Bapak satpam menyuruh, lalu Senja masuk dan Bapak satpam menutup gerbang rumah.


"Silahkan ikuti saya Mbak, saya antarkan ke Nyonya besar."


"Iya Pak" Senja menurut dan mengikuti Bapak itu masuk rumah.


Senja terkesima dengan interior rumah ini. Rumah dengan design interior klasik Jawa modern. Senja tercengang dari depan design rumah ini seperti design klasik Eropa, tetapi ketika masuk ke dalam berbeda. Hebat sekali arsitek yang merancang. Jika dilihat-lihat dari interior rumah ini sepertinya Ibu Dewita orang Jawa.


"Mbak tunggu di sini ya, saya panggilkan Nyonya Dewita." ucap si Bapak satpam meminta Senja menunggu di ruang tamu. Lalu Bapak satpam itu pergi memanggil majikannya.


"Kamu Senja?" tanya wanita paruh baya itu dan duduk di sofa.


"Iya Bu, saya Senja." balas Senja tersenyum.

__ADS_1


Ibu itu mengangguk-anggukan kepalanya menatap Senja dengan seksama dari ujung kepala sampai kaki, "Saya Dewita, kamu temannya Minah yang akan menggantikannya sementara?" ucap Dewita bertanya masih dengan tatapan serius melihat Senja.


"Iya Ibu Dewita, saya yang akan menggantikan Minah." jawab Senja tersenyum. Senja melihat Ibu Dewita seperti orang yang penuh dengan ketelitian dan hati-hati dalam bertindak. Apalagi menatap Senja seperti orang mau melakukan kejahatan saja, mungkin wajar karena Senja akan bertugas menjaga cucunya.


"Apa orang kaya seperti ini ya?" tanya Senja dalam hati, Senja beranggapan mungkin wajar jika mereka-mereka para orang kaya selalu berhati-hati dalam mengambil keputusan.


"Kamu hamil berapa bulan?" tanya Dewita yang melihat perut buncit Senja.


"6 bulan Bu" jawab Senja.


Dewita Ingin memastikan bahwa perempuan yang dihadapannya ini adalah orang yang pantas untuk menjaga cucu kesayangannya. Dewita tidak ingin salah pilih orang, meskipun Nora dan Minah mengatakan Senja adalah orang yang baik. Tetapi Dewita tidak ingin langsung percaya begitu saja, Dewita tidak ingin Senja ada niat terselubung nantinya, karena sudah banyak perempuan jahat berkedok baby sister memanfaatkan anak kecil yang tidak berdaya. Bagi Dewita, wajah polos tidak menjamin perilaku manusia menjadi baik juga.


"Oke, apa yang membuat saya harus percaya kamu untuk menjaga cucu kesayangan saya?" tanya Dewita.


**********

__ADS_1


To Be Continued..........


**********


__ADS_2