
Continued Before.........
**********
"Oke, apa yang membuat saya harus percaya kamu untuk menjaga cucu kesayangan saya?" tanya Dewita.
Senja menelan salivanya mendengar pertanyaan Dewita, Senja harus mencari jawaban yang pas agar Dewita mempercayainya.
"Ya Allah, aku kaya mau tes polisi saja. Kenapa jadi menegangkan seperti ini?" gumam Senja dalam hati.
Senja tidak boleh pasrah, wajar saja jika Dewita seperti itu karena menyangkut kepentingan cucunya yang akan dia jaga. Senja tidak boleh panik, apalagi terlihat gelisah jika kebingungan menjawab. 3 bulan adalah waktu yang sangat penting untuk Senja mencari uang, Senja tidak ingin sampai kehilangan kesempatan ini karena kebodohannya tidak bisa menyakinkan Dewita.
"Tenang Senja, tenang..." ucapnya dalam hati menenangkan pikirannya.
"Saya menyukai anak kecil, dengan keadaan saya hamil seperti ini dan kesempatan yang saya punya dapat melatih saya menjadi seorang ibu. Saya terkesan pertama kali bertemu Nora. Nora anak yang pintar dan baik. Apalagi saat saya mengetahui menjadi baby sisternya Nora, semakin membuat saya senang." jawab Senja dengan tenang dan rileks.
Dewita menurunkan alisnya menatap Senja dengan seksama dan serius, "Kamu sedang hamil, bagaimana saya bisa percaya kamu menjadi baby sister cucu saya?" tanya Dewita yang masih kurang yakin dengan Senja.
"Hamil bukanlah hambatan untuk menjadi seorang Ibu, jika saya tidak dapat menjaga anak kecil karena keadaan kehamilan saya. Bagaimana bisa saya menjadi seorang Ibu bila anak saya nanti dalam bahaya. Tugas seorang Ibu tidak peduli apapun yang terjadi pada dirinya, yang terpenting seorang anak baik-baik saja dan aman. Dan saya melatih diri saya sendiri menjaga anak dengan adanya Nora." Senja menjawab dengan bijak dan tenang. Jiwa keibuan Senja sudah nampak terlihat.
"Wanita menarik, dia memberi contoh dirinya sendiri menjadi seorang Ibu untuk menjaga Nora." ucap Dewita dalam hati. Dewita merasa yakin pada Senja, jawaban Senja sangat menarik dan menyakinkan.
__ADS_1
"Baiklah, saya percaya. Kamu besok sudah bisa bekerja." ujar Dewita.
"Yang benar Bu? Alhamdulillah" kata Senja tersenyum sumringah tidak percaya.
"Tapi kamu harus tinggal di rumah ini untuk stay menjaga Nora" timpal Dewita menegaskan.
Senja bingung harus bagaimana, yang dikatakan Dewita ada benarnya juga. Mana mungkin Senja pulang pergi menjadi baby sister, Senja harus selalu stay bersama Nora ketik gadis kecil itu membutuhkan nya. Senja pun terpaksa menyanggupi, jika dia tolak Senja tidak bisa membantu ekonomi keluarganya saat ini.
"Baik Bu Dewita, tapi apakah saya boleh meminta keringanan?" tanya Senja.
"Apa?" jawab Dewita singkat.
"Saya masih kuliah, mmm maksud saya saat ini saya sedang semester akhir. Dan saya hanya perlu datang ketika UAS. Apakah saya bisa pergi menyelesaikan kuliah saya?" tanya Senja menjelaskan yang tidak ingin sampai terlewatkan UAS. Senja ingin meminta keringanan, karena sudah janjinya pada dirinya menyelesaikan UAS dulu baru mengurus cuti dan skripsi jika sudah selesai melahirkan.
"Saya belum tahu Bu karena belum keluar jadwal UAS. Mungkin sekitar 1 minggu lagi."
"Berapa lama kamu UAS?"
"1 Minggu Bu" jawab Senja tersenyum.
"Tidak masalah buat saya, kamu UAS hanya beberapa jam dan sesudah pulang kamu bisa bekerja lagi.'' ujar Dewita yang mengerti posisi Senja masih kuliah.
__ADS_1
"Terima kasih Bu sudah memberikan kesempatan kepada saya" ucap Senja bahagia dan sangat berterima kasih sudah memberikan kesempatan pada dirinya.
"Sabtu dan Minggu kamu boleh pulang pada keluarga mu, jadi kamu hanya kerja dari Senin sampai Jumat saja." ucap Dewita memberi keringanan karena Senja masih memiliki keluarga yang berada di Jakarta, berbeda dengan Minah yang merantau.
"Terimakasih Bu Dewita"
"Untuk masalah gaji kamu sama dengan Minah" ucap Dewita memberitahu.
"Aku saja tidak tahu gajinya Minah berapa, tapi berapapun gaji yang aku dapat nanti setidaknya bisa membantu ekonomi keluargaku." katanya dalam hati.
Senja hanya diam saja Dewita berbicara mengenai gaji, mana berani juga Senja bertanya tentang gaji. Diberikan kesempatan kerja ini saja sudah bersyukur.
"Jam 6 pagi besok kamu sudah harus tiba di sini."
"Baik Bu"
"Apa ada lagi yang ingin kamu tanyakan?" tanya Dewita sebelum pergi meninggalkan Senja.
"Tidak ada Bu, sekali lagi terima kasih karena sudah memberikan saya kesempatan dan mempercayai saya." ucap Senja berkali-kali mengucapkan terima kasih.
*********
__ADS_1
To Be Continued..........
*********